Harga batubara tertekan aksi profit taking

Kontraktor pertambangan batubara PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Foto Dok DOID

PT Bestprofit Futures | Harga batubara tertekan aksi profit taking

 

Bestprofit-futures : JAKARTA – Harga batubara merosot lagi. Performa harga yang sempat kinclong beberapa waktu lalu terhapus faktor fundamental komoditas ini. Mengutip Bloomberg, Jumat harga batubara kontrak pengiriman Juli 2016 di ICE Futures Exchange merosot 1,97% ke level US$ 52,10 per metrik ton ketimbang hari sebelumnya. Harga tergerus 3,69% dalam sepekan.

Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures mengtakan, pergerakan harga masih sangat wajar. Setelah pekan lalu sempat menyentuh level tertinggi dalam sembilan bulan di US$ 55,75 per metrik ton, harga terpapar koreksi akibat aksi profit taking.

Pergerakan harga sudah menembus level US$ 50 per metrik ton, sudah terhitung tinggi jika berkaca dari fundamental yang masih membebani,” ujar Wahyu. Salah satu katalis negatif yang dominan menyeret harga adalah faktor permintaan yang kering. Perusahaan e-commerce komoditas India, Mjunction Services melaporkan, impor batubara turun 19,2% menjadi 16,38 juta ton dibanding bulan sebelumnya. Angka ini pun jauh di bawah impor batubara Mei 2015 lalu di level 20,29 juta ton.

Hanya saja, selama harga komoditas membaik akibat koreksi USD menyusul pertemuan FOMC pekan ini, batubara bisa mempertahankan posisi di atas US$ 50 per ton,” duga Wahyu. Dia menduga, tekanan koreksi tetap berpeluang hari ini. Beban koreksi bisa datang dari koreksi yang masih mengintai harga minyak mentah yang memimpin pergerakan harga komoditas energi.

Kalau harga gas alam dan minyak rendah, jelas pelaku pasar memilih menggunakan keduanya daripada batubara yang tersandung kasus tidak ramah lingkungan,” papar Wahyu. Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures menduga, tren positif harga batubara masih akan terjaga untuk jangka pendek. Ini akibat penurunan produksi dan pasokan di Australia, China dan Indonesia.

Cadangan batubara di pelabuhan China bagian utara hanya 13 juta ton. Ini merupakan level terendah dalam lima tahun. Hal ini tentunya memberi angin segar bagi harga batubara. BP Plc juga menyoroti kenaikan permintaan di India dan Indonesia. Hal ini terjadi karena masih rendahnya harga batubara sehingga kedua negara ini lebih memilih menggunakan batubara dibanding gas alam untuk pembangkit listrik. “Untuk jangka panjang dan tren secara garis besar batubara belum mampu meninggalkan bearish,” prediksi Deddy.

Perhatian pasar yang tinggi terhadap masalah lingkungan akan menyisihkan batubara dari jajaran komoditas yang masih tinggi peminat. Deddy memperkirakan, harga bisa terangkat tipis di kisaran US$ 51,80–US$ 53,00 hari ini dan US$ 52,00–US$53,00 sepekan. Wahyu menduga, harga batubara bisa bergerak antara US$ 51,70- US$ 53,55 untuk hari ini dan US$ 50,00–US$ 56,00 dalam sepekan.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/harga-batubara-tertekan-aksi-profit-taking

Comments are closed.