Harga Emas Berakhir Turun

 PT Bestprofit Futures | Harga Emas Berakhir Turun 

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – Emas pada perdagangan berakhir turun, dipicu para pelaku pasar yang membatasi taruhan mereka jelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan. Divisi New York Merchantile Exchange, spot emas untuk pengiriman Desember turun 0,14 persen di level $1.323,7 per ounce.

Para investor sedang menunggu untuk melihat rilis beberapa indikator ekonomi utama pada Kamis, termasuk klaim pengangguran mingguan, indeks harga produsen, penjualan ritel, dan laporan produksi industri. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah sebesar 15 persen pada pertemuan September 2016, 22 persen pada pertemuan November 2016, dan 59 persen pada pertemuan Desember 2016.

Para analis mencatat bahwa meskipun probabilitas tersirat terbaru dari kenaikan suku bunga Fed menurunkan untuk dua pertemuan FOMC terdekat, prediksi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember tetap stabil, menempatkan tekanan pada logam mulia karena investor pindah ke aset-aset berbunga yang lebih berisiko, mendorong mereka menjauh dari aset “safe haven” emas.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor. Pada perdagangan Comex lainnya, spot perak untuk pengiriman Desember turun 2,5 sen, atau 0,13 persen ke level $18,975 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 6,9 dolar AS, atau 0,66 persen di level $1.036,00 per ounce.

Divisi New York Merchantile Exchange, spot emas untuk pengiriman Desember naik 0.195 di level $1.328.65 troy ons. Bank of Japan pada 21 September juga membuat keputusan moneter lebih lanjut mengenai suku bunga negatif dan di hari yang sama keputusan Federal Reserve mengenai kenaikan suku bunga juga mungkin saja terjadi.

Gubernur BoJ Haruhiko Hubert Kuroda akan mengumumkan langkah-langkah yang berasal dari tinjauan kebijakan moneter, beberapa analis mengatakan tekanan yang kuat oleh Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mendapatkan pegangan yang lebih jelas tentang pilihan-pilihan kebijakan yang efektif. Goldman Sachs mengharapkan BoJ untuk mempertahankan kerangka kebijakan saat ini pada pertemuan minggu depan dan menggunakan penilaian yang komprehensif untuk meningkatkan visibilitas arah kebijakan masa depan.

 

Comments are closed.