Harga Minyak Lebih Berkilau Dari pada Emas

harga

PT Bestprofit Futures | Harga Minyak Lebih Berkilau Daripada Emas

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – Harga minyak mentah mengalami kenaikan terbesar mereka dalam catatan bulanan, sepanjang lima bulan terakhir ini. Prestasi ini lebih mengkilau dibandingkan harga emas saat ini. Sebagai perbandingan, harga satu ons emas saat ini hanya mampu untuk membeli 26,9 barel minyak mentah. Ini merupakan rasio paling kecil dalam tiga bulan ini.

Harga emas memang mengalami kenaikan, sebesar 0,4% pada bulan lalu, sementara harga minyak mentah melonjak 7,9 %. Kenaikan ini didasari keyakinan pasar akan keputusan Organization of Petroleum Exporting Countries  (OPEC) untuk memangkas produksinya. Langkah ini dianggap positif ditengah melimpah ruahnya suplai minyak mentah global. Alhasil, pada bulan September, harga minyak mentah mencatat kenaikan terbesarnya dalam sebulan sejak April silam.

Keputusan OPEC ini memang mengejutkan, pertama kali terjadi dalam delapan tahun terakhir ini. Harga emas turun, setelah keputusan OPEC yang secara mendasar memberikan dorongan kuat bagi naiknya harga minyak mentah. Emas sendiri masih akan mencari pijakan baru untuk bisa naik kembali.

Kenaikan harga minyak ini beriringan dengan penguatan Dolar AS, membuat Emas sebagai aset pengaman investasi meluruh daya tariknya. Parahnya lagi, sentimen negatif bagi harga emas masih cukup kuat didominasi bayang-bayang kenaikan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan semakin memudarkan keinginan investor untuk membeli emas sebagai investasi.

Harga emas untuk pengiriman bulan Desember terkoreksi 0,3% ke harga $1.312,70 per ons di bursa Comex – New York. Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan November naik 1,3% ke $48,88 per barel, di bursa New York Mercantile Exchange. Rasio perbandingan harga keduanya berada pada titik terendah sejak 29 Juni silam.

Kenaikan yang terjadi di harga emas, mencapai puncaknya dalam semester pertama tahun ini. Ini merupakan masa yang paling baik selama hampir 40 tahun terakhir. Memasuki semester kedua tahun ini, laju kenaikan harga emas mulai kehilangan daya dorongnya. Sinyalemen akan kenaikan suku bunga diakhir tahun ini menguat. Indikator ekonomi AS semakin hari semakin baik. Pelaku pasar mulai was-was kenaikan suku bunga bisa datang lebih awal.

Indikator ekonomi terkini pada Senin mengatakan pertumbuhan sektor manufaktur AS sangat baik dibulan Septeber, menurut Institute for Supply Management (ISM). Tak ayal kepercayaan pasar bahwa suku bunga akan naik diakhir tahun, meningkat dari 59,3% menjadi 60,2%.

PT Bestprofit Futures

Comments are closed.