Produksi luber, harga minyak terhempas

A general view of a crude oil importing port in Qingdao, Shandong province, November 9, 2008. REUTERS/Stringer/File Photo ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. THIS PICTURE IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. CHINA OUT.

PT Bestprofit Futures | Produksi luber, harga minyak terhempas

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI kembali terpuruk. Tingginya pasokan dari negara anggota OPEC dan Amerika Serikat (AS) membuat peluang harga minyak naik lagi mulai tertutup. Mengutip Bloomberg, Selasa pukul 17.13 WIB kontrak harga minyak mentah WTI pengiriman Oktober 2016 di New York Mercantile Exchange anjlok 2,35% menjadi US$ 45,20 per barel. Padahal, sepekan terakhir harga si emas hitam ini masih berhasil merambat naik 0,82%.

Analis PT Finex Berjangka Nanang Wahyudin mengatakan, koreksi yang terjadi saat ini akibat aksi ambil untung. Mengingat di awal pekan, harga minyak sempat menanjak. Namun, kenaikan produksi yang terjadi pada sebagian besar produsen minyak memang patut diperhatikan.

Lihat saja pasokan minyak mentah AS yang berada di level 511,4 juta barel atau 100 juta barel lebih tinggi dari pasokan rata-rata lima tahunan. Lalu kenaikan produksi juga dicatatkan oleh OPEC. International Energy Agency (IEA) merilis produksi OPEC pada Agustus 2016 naik menjadi 33,47 juta barel per hari dibanding Juli 2016 yang 33,45 juta barel per hari. Kenaikan itu berasal dari produksi Arab Saudi yang naik menjadi 10,6 juta barel per hari, Iran 3,6 juta barel per hari serta Uni Emirat Arab sebesar 3,07 juta barel per hari.

Kenaikan produksi jelas menjadi indikasi negatif bagi harga minyak, apalagi pada saat bersamaan, permintaan dari China terlihat mengering,” tutur Nanang. Diprediksi, permintaan minyak dari Negeri Tembok Besar pada Agustus 2016 turun 2,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pergerakan IHSG melawan arus bursa Asia. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.08 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% menjadi 136,21. Sedangkan berdasarkan data CNBC, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,66% dan indeks Topix turun 0,65%.

Di Australia, indeks ASX 200 turun 0,25% menjadi 5.214,40 dengan penurunan di seluruh sektor. Sektor energi tertekan 2,02% pada awal perdagangan akibat anjloknya harga saham-saham perusahaan minyak. Sementara itu, bursa saham di China, Taiwan, dan Korea Selatan ditutup karena libur nasional hari ini. Pasar saham di Asia tertekan setelah Wall Street berakhir mixed dan harga minyak dunia anjlok. Sekadar mengingatkan.

Comments are closed.