Harga tembaga naik, ini sentimen pendongkraknya

A port worker checks a shipment of copper that is to be exported to Asia in Valparaiso port, Chile August 21, 2006. REUTERS/Eliseo Fernandez/File Photo

PT Bestprofit Futures | Harga tembaga naik, ini sentimen pendongkraknya

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – JAKARTA. Harga tembaga mencatat kenaikan meski terbilang sempit jika dibandingkan performa komoditas lainnya. Penyebabnya datang dari tarik menarik sentimen di pasar global yang membalut komoditas logam industri ini. Mengutip Bloomberg Kamis , harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange terangkat 0,30% ke US$ 4.664 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Sepekan terakhir harga sudah tumbuh 0,73%.

Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka mengungkapkan, ada beragam katalis positif yang menyuntikkan tenaga bagi tembaga. Pertama, aksi protes yang dilakukan oleh dua serikat pekerja utama tambang di Cile. Hal ini dilakukan menyusul penolakan atas kenaikan upah yang dianggap terlalu kecil. Aksi protes ini dilayangkan ke salah satu perusahaan tambang terbesar di Cile, Codelco. Efeknya, Codelco harus memberhentikan sementara aktivitas di tambang Salvador. Protes ini sudah memasuki hari ketiga dan menganggu proses produksi.

Jangka panjang akan terasa ada pengurangan jumlah produksi, imbasnya positif pada harga,” jelas Ibrahim. Kedua, kekuatan USD belum pulih. Meski data klaim pengangguran mingguan AS menyempit namun jika berkaca secara keseluruhan performa data ekonomi AS belum memuaskan pasar. Apalagi optimisme pelaku pasar akan peluang kenaikan suku bunga The Fed September 2016 mulai memudar.

Sembari menanti kepastian The Fed, USD akan cenderung berbalut tren negatif dan itu menguntungkan harga komoditas,” imbuh Ibrahim. Namun bukan berarti harga tembaga terlepas dari katalis negatif. Pasalnya, impor China, salah satu konsumen utama tembaga terbesar dunia tengah menurun.

Sedangkan posisi top losers indeks LQ 45 ditempati oleh saham-saham: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,27% menjadi Rp 5.375, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,79% menjadi Rp 1.650, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 1,74% menjadi Rp 845.

Kendati bergerak positif, investor asing masih menorehkan penjualan bersih (net sell) saham-saham Indonesia. Nilai net sell asing baik di seluruh market maupun pasar reguler masing-masing sebesar Rp 28,5 miliar. Pergerakan IHSG melawan arus bursa Asia. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.08 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% menjadi 136,21.

Comments are closed.