Hati-hati, IHSG berpotensi koreksi

PT Bestprofit Futures | Hati-hati, IHSG berpotensi koreksi

 

Bestprofit-futures : JAKARTA – Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di angka 4.714,39, turun 1,29% dibandingkan hari sebelumnya. Analis melihat, IHSG telah menemukan target resistance baru, tapi masih ada ancaman koreksi.

Dalam perdagangan awal pekan ini, menurut Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya, IHSG sedang berusaha menguji level support 4.710. Level ini sangat menentukan pergerakan indeks selanjutnya.

Pergerakan IHSG menuju level resistance 4.821 akan tercapai dengan lebih cepat,” ujar William. Peluang melewati level support 4.710 terbilang kecil. Apalagi, menurut William, capital inflow masih terjadi. Stabilnya rilis data ekonomi juga turut menunjang hal tersebut. Namun, pergerakan harga minyak yang selama ini cukup signifikan menggerakkan indeks, patut diwaspadai.

Dari sisi teknikal, potensi penurunan terlihat besar. Analis KDB Daewoo Heldy Arifien bilang, indeks yang diperdagangkan pada titik 32,33 oversold trading, mencerminkan adanya potensi kembali ke zona merah. Dia memperkirakan, IHSG hari ini bergerak di kisaran 4.690-4.765.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan di awal pekan ini. William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities mengatakan, proses konsolidasi masih menaungi pola pergerakan IHSG.

Namun peluang koreksi wajar menurutnya masih dapat dimanfaatkan sebagai momentum melakukan akumulasi pembelian. “Pasalnya dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend,” katanya dalam riset yang diterima KONTAN.

Saat ini level support perlu dipertahankan pada level 5.302 dan target resistance pada 5.421 yang perlu ditembus untuk kembali memperkokoh proses kenaikan IHSG. William memprediksi IHSG di awal pekan ini akan bergerak di kisaran 5.302-5.421.

Perolehan dana penawaran umum perdana saham itu membuat debt to equity ratio (DER) WSBP turun cukup dalam dari tadinya sebesar 1,9 kali menjadi 0,3 kali hingga 0,4 kali. Dana IPO itu tidak digunakan untuk membayar utang, melainkan untuk modal kerja dan kebutuhan belanja modal.

Tahun depan, perseroan ini berencana membangun tiga pabrik baru di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi. Masing-masing pabrik tersebut akan memiliki kapasitas 300.000 ton per tahun yang akan dibangun hingga tahun 2018 mendatang. Nilai belanja modal yang dikucurkan sampai tahun 2018 mencapai Rp 4 triliun.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/hati-hati-ihsg-berpotensi-koreksi

Comments are closed.