Bersiap, IHSG berpotensi menguat

PT Bestprofit Futures | Bersiap, IHSG berpotensi menguat

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – JAKARTA. Selama empat hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terpuruk. Kemarin, IHSG ditutup menyusut 1,33% menjadi 5.146,04. Pada perdagangan hari ini, indeks saham berpotensi menguat. Pemodal asing kemarin mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 841 miliar. Sikap asing mendorong pelemahan IHSG di tengah ketidakpastian pasar global.

Harga minyak kembali terkoreksi ke level US$ 45 per barel dan rupiah melemah di bawah level Rp 13.200 per dollar AS. Ini menambah sentimen negatif bagi IHSG,” ujar Analis Phillip Securities Indonesia, Milka Mutiara. Selain faktor luar, Analis Millenium Danatama Sekuritas Muhammad Al Amin menilai, IHSG melemah lantaran pelaku pasar mulai pesimistis terhadap realisasi dana tebusan dari program amnesti pajak.

Namun secara historikal, IHSG sangat jarang turun signifikan lebih dari empat hari berturut-turut. Oleh karena itu, “IHSG berpotensi rebound dari level support pada perdagangan besok, kata Al Amin, yang memprediksi IHSG hari ini di 5.081-5.189. Sementara Milka memproyeksikan indeks saham pada hari ini bergerak di rentang 5.097-5.220.

JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat pada hari ini (15/9) berhasil menguat. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 11.45 WIB, indeks mencatatkan penguatan 0,18% menjadi 13.180 per dollar AS.Kemarin, rupiah ditutup di level 13.205 per dollar AS.

Kondisi serupa juga terjadi pada posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Pagi ini, kurs JISDOR rupiah menguat ke posisi 13.190 dari sebelumnya 13.228 per dollar AS. Tekanan eksternal lebih besar selama perhatian pasar tertuju penuh pada rapat FOMC yang akan dilaksanakan minggu depan,” jelas David Sumual, Ekonom Bank BCA.

Sedangkan posisi top losers indeks LQ 45 ditempati oleh saham-saham: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,27% menjadi Rp 5.375, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,79% menjadi Rp 1.650, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 1,74% menjadi Rp 845.

Kendati bergerak positif, investor asing masih menorehkan penjualan bersih (net sell) saham-saham Indonesia. Nilai net sell asing baik di seluruh market maupun pasar reguler masing-masing sebesar Rp 28,5 miliar.

Comments are closed.