IHSG bisa terkerek kabar sedap dalam negeri

S&P

PT Bestprofit Futures | IHSG bisa terkerek kabar sedap dalam negeri

Bestprofit-futures : JAKARTA. Setelah empat hari berturut-turut terkoreksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali bangkit. Pada perdagangan awal pekan, indeks ditutup naik 0,22% menjadi 4.464,96.

Meski demikian, para pemodal asing masih menjauhi pasar saham Indonesia. Lima hari terakhir, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,30 triliun. Fadli, analis Net Sekuritas memprediksi, indeks saham pada hari ini bakal melanjutkan kenaikan, dengan rentang pergerakan di level 4.420-4.510.

Menurut dia, ada sejumlah faktor dalam negeri yang mempengaruhi pergerakan indeks. Misalnya, soal rencana paket kebijakan ekonomi jilid VI dari pemerintah. Kemudian, data makro ekonomi yang menunjukkan deflasi pada Oktober kemarin. Target inflasi pemerintah juga diprediksi tercapai di akhir tahun ini.

Sementara, David Nathanael Sutyanto, analis First Asia Capital menambahkan, persetujuan APBN turut menjadi faktor penggerak indeks. IHSG diprediksi akan kembali naik, ungkap David. Dia memprediksi, hari ini rentang pergerakan IHSG di 4.420-4.510.

Secara sektoral, hanya ada empat sektor yang melaju. Tiga sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi antara lain: sektor pertambangan naik 0,96%, sektor industri lain-lain naik 0,92%, dan sektor industri dasar naik 0,68%.

Saham-saham yang bertengger di posisi top gainers indeks LQ45 antara lain: PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik 5,9% menjadi Rp 1.885, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 4,35% menjadi Rp 840, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 3,77% menjadi Rp 10.325.

Sedangkan di posisi top losers indeks LQ 45, terdapat saham-saham: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,22% menjadi Rp 5.500, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun 2,05% menjadi Rp 2.870, dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun 1,9% menjadi Rp 2.060.

sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-bisa-terkerek-kabar-sedap-dalam-negeri

Comments are closed.