IHSG dipengaruhi kombinasi lokal & global

Pengunjung memperhatikan pergerakan papan elektronik yang menunjukkan indeks saham Nikkei di Tokyo Stock Exchange (TSE), Jepang (9/2). Bursa Jepang terpuruk pada Selasa pagi (9/2) di tengah terjadinya aksi jual pasar saham global dan penguatan yen ke posisi tertingginya dalam setahun terakhir. REUTERS/Issei Kato

PT Bestprofit Futures | IHSG dipengaruhi kombinasi lokal & global

 

Bestprofit-futures : JAKARTA – Setelah tiga hari berturut-turut menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menyusut 0,36% menjadi 4.916,06. Di saat yang sama, pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 54,51 miliar. Ini adalah net sell asing pertama di Bursa Efek Indonesia sejak 13 hari terakhir.

Analis First Asia Capital, David Nathanael Sutyanto menilai, kombinasi faktor negatif dari dalam dan luar negeri turut menekan indeks saham. Dari dalam negeri, pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi 2016 menjadi 5,2% dari sebelumnya 5,3%.

Di akhir Mei lalu, cadangan devisa melorot 4% ke US$ 103,59 miliar. Sementara dari luar negeri, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,9%.

Sentimen tersebut menyebabkan investor melakukan aksi profit taking,” kata David. Analis Recapital Securities, Liga Maradona menilai, pelaku pasar masih menanti kebijakan tax amnesty. Dia memprediksi IHSG pada hari ini menguat terbatas di kisaran support 4.890 dan resistance 4.960. Adapun David memproyeksikan IHSG hari ini masih terkoreksi terbatas dan bergerak di rentang 4.860 hingga 4.940.

Asing terlihat melepas saham-saham Indonesia. Nilai penjualan bersih (net sell) asing pagi ini, baik di seluruh market maupun pasar reguler, masing-masing sebesar Rp 4,3 miliar. Sedangkan secara sektoral, ada enam sektor yang melaju. Empat sektor lainnya tampak tertekan. Tiga sektor dengan penurunan terbesar yakni: sektor industri dasar turun 1,28%, sektor infrastruktur turun 0,62%, dan sektor konstruksi turun 0,37%.

Saham-saham top losers indeks LQ 45 pagi ini di antaranya: PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun 3,65% menjadi Rp 2.640, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,79% menjadi Rp 5.475, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 2,02% menjadi Rp 1.700.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-dipengaruhi-kombinasi-lokal-global

Comments are closed.