IHSG memiliki peluang untuk bangkit

PT Bestprofit Futures | IHSG memiliki peluang untuk bangkit

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menurun 1,26% menjadi 5.215,57. Koreksi ini nampaknya terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Analis Recapital Securities Liga Maradona menilai, penurunan ini sudah cukup signifikan. Oleh karena itu, pada transaksi hari ini kemungkinan terjadi technical rebound, terhadap untuk saham di sektor yang menarik seperti bank, infrastruktur, konstruksi dan industri dasar.

Pelemahan hari ini masih merefleksikan pasar akhir pekan lalu, karena spekulasi global terkait peluang peningkatan bunga The Fed dalam waktu dekat,” kata Liga. Dalam lima hari terakhir, pemodal asing mencatatkan penjualan bersih Rp 1,63 triliun. Hampir semua sektor menjadi penekan laju IHSG,” kata Tasrul, analis Daewoo Securities.

Dari dalam negeri, sentimen positif IHSG adalah neraca perdagangan Indonesia yang diprediksi akan surplus serta rencana penurunan suku bunga 7 days reverse repo rate pada pekan mendatang. Liga memprediksi IHSG hari ini bergerak di level 5.195-5.260. Menurut Tasrul, potensi koreksi IHSG hari ini semakin terbatas dan berpotensi rebound dengan kisaran 5.195-5.314.

Setelah tertekan selama dua hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada transaksi pagi ini (15/9). Mengutip data RTI, pada pukul 09.18 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,33% menjadi 5.163,58. Ada 119 saham yang mengerek kinerja indeks. Sementara, jumlah saham yang turun sebanyak 52 saham dan 66 saham lainnya tak berubah posisi.

Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 823,590 juta saham dengan nilai transaksi Rp 427,992 miliar. Sementara itu, sembilan sektor bergerak positif. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar antara lain: sektor infrastruktur naik 1,05%, sektor industri lain-lain naik 0,8%, dan sektor pertambangan naik 0,47%.

Saham-saham top gainers indeks LQ 45 pagi ini di antaranya: PT Hanson International Tbk (MYRX) naik 3,65% menjadi Rp 142, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,42% menjadi Rp 635, dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 1,86% menjadi Rp 2.740.

Sedangkan posisi top losers indeks LQ 45 ditempati oleh saham-saham: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,27% menjadi Rp 5.375, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,79% menjadi Rp 1.650, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 1,74% menjadi Rp 845.

Comments are closed.