Kilau emas kembali meredup tertekan ekuitas AS

Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File PhotoPT Bestprofit Futures | Kilau emas kembali meredup tertekan ekuitas AS

 

Bestprofit-futures : NEW YORK – Kilau emas kembali meredup untuk sesi kedua seiring jajak pendapat yang menunjukkan pemilih di Inggris untuk tetap berada di Uni Eropa yang memunculkan spekulasi dapat mengurangi permintaan investor untuk aset haven. Sementara itu, tembaga dan logam industri lainnya mengalami kenaikan.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,2 % untuk menetap di level US$ 1.292,10 per ons troi pada pukul  1:45 siang di Comex New York. Tembaga berjangka untuk pengiriman Juli menguat 2 % ke level US$ 2,093 per ons troi di Comex.

Sebelumnya,  emas reli ke level tertinggi hampir dalam dua tahun terakhir pada pekan lalu terkait gubernur bank sentral global AS yang merespon jika keluarnya Inggris dari Uni Eropa bisa mengganggu ekonomi global.

Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kekhawatiran atas apa yang disebut Brexit adalah bagian dalam keputusan pembuat kebijakan untuk menahan diri untuk menaikkan suku bunga pada pekan lalu. Sampai akhirnya, sebuah sentimen pemilih dalam jajak pendapat terbaru meredakan kekhawatiran pasar.

Bank sentral AS tidak diharapkan untuk mengambil tindakan pada pertemuan kenaikan tingkat suku bunga di pertemuan dua hari minggu ini. Kepala Gubernur The Fed Janet Yellen akan melakukan konferensi pers 30 menit setelah merilis pernyataan Fed, dan akan diburu oleh investor guna mencari petunjuk apapun pada kenaikan tingkat suku bunga.

Menurut fed rate monitor, probalititas kenaikan suku bunga di bulan Desember naik sekitar 59%. US dollar index, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, jatuh 0,2% ke level 95.60, sedangkan pada hari Jumat, sempat menyentuh 96.11, level terkuatnya sejak 1 September.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/kilau-emas-kembali-meredup-tertekan-ekuitas-as

Comments are closed.