Masih terlihat pola uptrend pada IHSG

Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (1/7). Pada perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran IHSG ditutup melemah 0,90 persen atau 45,07 poin ke level 4.971,58, meski demikian IHSG sempat menguat ke level 5.039,69 sebagai imbas dari pemberlakuan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras/16.

PT Bestprofit Futures | Masih terlihat pola uptrend pada IHSG

 

PT Bestprofit Futures – JAKARTA – Pada perdagangan kemarin, indeks mengalami konsolidasi wajar setelah reli dalam beberapa hari. Hal tersebut merupakan momentum wajar yang dapat dimanfaatkan invetor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan strategi yang terarah.

William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities mengatakan, pola gerak indeks saat ini masih menunjukkan potensi kuat untuk melanjutkan pola uptrend, terutama jangka pendek. Di akhir perdagangan pekan ini, dirinya masih melihat indeks berpeluang menguat kembali.

Target resitance berikutnya berada pada level 5.178 dengan support wajib terjaga kuat pada level 5.054. Hari ini, IHSG berpotensi menguat,” ujarnya dalam riset pasar untuk Jumat. Pada hari ini dirinya merekomendasikan saham-saham di sektor konstruksi, infrastruktur, perbankan, telekomunikasi, energi, dan finansial. Saham-saham yang bisa diperhatikan antara lain WTON, ADHI, BBNI, WIKA, EXCL, MPMX, PGAS dan JSMR.

IHSG pun kembali mengungguli indeks Thailand yang sebelumnya memimpin pasar Asia. Positifnya imbal hasil ini juga diikuti oleh imbal hasil sejumlah saham blue chips. Misal, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang memberikan return 63,8%. Bandingkan dengan saham sejenis Nongshim Co Ltd dengan imbal hasil minus 30,94%. Nongshim adalah produsen makanan olahan terbesar di Korea Selatan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pun menghasilkan imbal hasil 33,3%. Saham sejenis, PLDT Inc mencatat imbal hasil minus 17,91%. Emiten ini tercatat di bursa Filipina.

Analis Minna Padi Investama Frederik Rasali bilang, kondisi ini terjadi lantaran kondisi makro Indonesia yang menarik minat investasi investor. Satu hal yang menjadi perhatian utama adalah soal kebijakan.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/asjaya-masih-terlihat-pola-uptrend-pada-ihsg

Comments are closed.