Minyak jatuh hampir 3% karena Arab Saudi dan Iran

The Philadelphia Energy Solutions oil refinery owned by The Carlyle Group is seen at sunset in front of the Philadelphia skyline March 24, 2014. Picture taken March 24, 2014. REUTERS/David M. Parrott/File Photo

PT Bestprofit Futures | Minyak jatuh hampir 3% karena Arab Saudi dan Iran

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – NEW YORK. Harga minyak jatuh sekitar 3 % pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Arab Saudi dan Iran memusnahkan harapan pasar bahwa kedua produsen besar OPEC itu akan menemukan kompromi pada pertemuan Aljazair untuk membantu mengurangi kelebihan pasokan global.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan kepada wartawan di ibukota Aljazair, di mana OPEC dan produsen minyak lainnya berkumpul untuk Forum Energi Internasional pada 26-28 September, ia tidak memperkirakan sebuah kesepakatan dapat dihasilkan dari konsultasi pada hari terakhir pertemuan.

Dia juga mengatakan, ia tidak berpikir ada kebutuhan untuk melakukan penyesuaian secara signifikan atau memotong pasokan dan bahwa Iran, Libya dan Nigeria harus diizinkan untuk memproduksi pada tingkat maksimum terlihat selama ini.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November, patokan Eropa, turun US$ 1,38 atau 2,9 % menjadi menetap di US$ 45,97 per barel di perdagangan London. Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, merosot US$ 1,26 atau 2,7 % menjadi berakhir di US$ 44,67 per barel.

Dalam perdagangan pasca-penyelesaian (settlement), pasar mengurangi kerugian setelah kelompok perdagangan American Petroleum Institute (API) melaporkan penarikan mengejutkan sebanyak 752.000 barel pekan lalu, dibandingkan perkiraan analis bertambah tiga juta barel. Pemerintah AS akan melaporkan data persediaan resmi pada Rabu, menunjukkan jika stok memang jatuh secara tak terduga selama empat minggu berturut-turut.

Harga minyak telah merosot menjadi kurang dari setengah tertinggi mereka pada 2014, mendorong Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya untuk melakukan “rebalancing” pasar yang akan mengangkat pendapatan minyak yang mereka andalkan untuk anggaran nasional.

PT Bestprofit Futures

 

Comments are closed.