Masih bertenaga, rupiah berpeluang menguat

Petugas menghitung mata uang rupiah pecahan Rp100.000 di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (16/10). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp13.540 per dolar AS, melemah 0,91 persen atau 122 poin dari penutupan sebelumnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/15.

PT Bestprofit Futures | Masih bertenaga, rupiah berpeluang menguat

 

Bestprofit-futures : JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali bertenaga di tengah optimisme ekonomi dalam negeri. Di pasar spot, rupiah versus dollar Amerika Serikat (AS) menguat 0,41% ke 13.906 dibandingkan sehari sebelumnya. Namun, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) melemah tipis 0,002% ke 13.899.

Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, rupiah bergerak sideways. Penguatan kali ini didorong data negatif AS. Data consumer price index (CPI) AS bulan Desember 2015 minus atau deflasi 0,1%.

Angka ini lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, 0,0%. Sementara inflasi inti hanya 0,1%, turun dari proyeksi dan angka sebelumnya 0,2%. Dari internal, keputusan BI memangkas suku bunga 25 bps mendapat respons positif pelaku pasar.

Rupiah juga bertenaga di tengah optimisme percepatan pertumbuhan ekonomi domestik.Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, investor menunggu sejumlah data ekonomi Indonesia awal bulan depan serta kelanjutan paket kebijakan ekonomi jilid IX.

Jika data klaim pengangguran AS berada di atas proyeksi, David memperkirakan, rupiah akan melanjutkan penguatan di 13.850-13.950. Putu menduga rupiah menguat di rentang 13.800-13.960.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menuturkan, pelemahan valuasi rupiah diakibatkan oleh membaiknya data perekonomian Negeri Paman Sam. Data klaim pengangguran (unemployment claims) per 15 September 2016 yang dilansir Kamis mencapai 252.000 orang. Jumlah tersebut lebih baik ketimbang pencapaian pekan sebelumnya yang sebesar 260.000 orang.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty,” tuturnya.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/masih-bertenaga-rupiah-berpeluang-menguat

Comments are closed.