Rupiah dan IHSG Rawan Terimbas Kenaikan Suku Bunga AS

The Federal Reserve headquarters in Washington September 16 2015. REUTERS/Kevin Lamarque

PT Bestprofit Futures | Rupiah dan IHSG Rawan Terimbas Kenaikan Suku Bunga AS

 

Pelaku pasar global menunggu dengan was-was hasil pertemuan The Federal Reserve AS dan Bank of Japan. Isu suku bunga AS, apakah akan naik bulan ini atau akhir tahun menjadi perhatian pasar. Menurut Jameel Ahmad, VP of Market Research FXTM, baik IHSG ataupun Rupiah, sama-sama rawan dengan kenaikan suku bunga AS ini.

Dalam catatannya, Jameel Ahmad mengatakan penguatan Rupiah dan IHSG diminggu ini terimbas pernyataan dari pernyataan mantan Gubernur Bank Indonesia yang juga pernah menjadi wakil presiden, Boediono bahwa Indonesia berpeluang menjadi salah satu dari tujuh negara dengan perekonomian terkuat didunia pada 2030.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah mencatat kinerja positif di awal pekan ini. Rupiah sedikit menguat terhadap Dolar dan IHSG ditutup menguat sekitar 1%. Langkah pelonggaran moneter dari Bank Indonesia sangat membantu IHSG sepanjang tahun 2016 dan sinyal pelonggaran melalui kebijakan moneter maupun stimulus fiskal dari pemerintah RI mungkin akan terus meningkatkan optimisme terhadap pasar domestik. Satu alasan mengapa sentimen terhadap IHSG sangat menguat Senin ini mungkin karena Mantan Wakil Presiden Boediono berkomentar bahwa Indonesia berpeluang menjadi salah satu dari tujuh ekonomi terkuat dunia di tahun 2030.

Ancaman utama bagi pasar domestik saat ini adalah kemungkinan terguncangnya pasar finansial apabila Fed meningkatkan suku bunga AS Rabu ini. Walaupun spekulasi tentang rencana Fed meningkatkan suku bunga AS masih berlanjut, ekspektasi peningkatan suku bunga AS bulan ini sangat rendah. Jika terjadi peristiwa di luar dugaan dapat menjadi risiko besar bagi seluruh ekonomi pasar berkembang. Apabila suku bunga AS ditingkatkan, seantero pasar berkembang termasuk Indonesia terancam mengalami arus keluar kas. Investor yang mencari imbal hasil dari suku bunga yang lebih tinggi akan mengakibatkan pembelian aset AS dan mungkin saja terjadi aksi jual Rupiah.

Walaupun USD sedikit melemah pada pembukaan pekan ini, USD memantul dan meningkat tajam pada penutupan pekan lalu dan menekan sejumlah mata uang utama lainnya seperti EUR dan GBP. Salah satu alasan menguatnya USD adalah data inflasi bulan Agustus yang menggembirakan, namun kita tentu bertanya-tanya apakah hal itu juga disebabkan karena investor menyesuaikan posisinya menjelang keputusan suku bunga Fed Rabu sore ini.

PT Bestprofit Futures

Comments are closed.