Rupiah masih rentan terserang aksi profit taking

Petugas menghitung mata uang rupiah pecahan Rp100.000 di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (16/10). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp13.540 per dolar AS, melemah 0,91 persen atau 122 poin dari penutupan sebelumnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/15.

PT Bestprofit Futures | Rupiah masih rentan terserang aksi profit taking

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA : Setelah menguat cukup signifikan, rupiah terkoreksi akibat aksi profit taking. Di pasar spot Rabu, nilai tukar rupiah per dollar AS terkikis 0,24% menjadi 13.121 dibandingkan hari sebelumnya. Lalu, mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah 0,27% ke 13.114.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, menuturkan, pelemahan rupiah karena aksi profit taking di pasar setelah rupiah terus menguat beberapa hari terakhir. Kesempatan datang saat pasar mengantisipasi data ekonomi terbaru dari AS.

Kini pasar sedang menanti data tenaga kerja non sektor pertanian yang dirilis ADP serta data ISM non manufaktur. Diprediksi, kedua data ini tidak menggembirakan dan dollar AS melemah pada Kamis. Sedangkan penyokong rupiah adalah inflasi yang relatif aman. Selanjutnya pasar menunggu angka cadangan devisa Indonesia.

Dari eksternal, investor mencermati rapat Bank of England. Josua memperkirakan, rupiah bergerak di 13.080–13.180 pada Kamis. Prediksi Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Garuda Berjangka, antara 13.050–13.150.

Meski surplus neraca perdagangan Indonesia menipis, data tersebut berhasil menyuntikkan tenaga bagi rupiah. Di pasar spot Kamis (15/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menguat 0,23% ke 13.175 dibanding kan hari sebelumnya. Mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,28% menjadi 13.190.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata menuturkan, penguatan rupiah berasal dari katalis positif data ekonomi dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan nilai neraca perdagangan Indonesia Agustus 2016 surplus US$ 293,6 juta, surplus ini memang lebih kecil dibanding bulan Juli 2016.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-masih-rentan-terserang-aksi-profit-taking

Comments are closed.