Rupiah masih loyo

A man walks past a poster of an one hundred thousand rupiah bank note inside Indonesia's central bank, Bank Indonesia, in Jakarta, Indonesia July 21, 2016. REUTERS/Iqro RinaldiPT Bestprofit Futures | Rupiah masih loyo

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – JAKARTA. Rupiah melemah lantaran minimnya sentimen positif dari internal maupun eksternal. Di pasar spot, Rabu, nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS melemah 0,23% ke Rp 13.252 dibandingkan sehari sebelumnya. Di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah tergerus 0,27% ke Rp 13.252.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, memaparkan, rupiah masih merespons negatif penerapan BI seven days repo rate.Pasar keuangan merespons negatif karena suku bunga rendah menyebabkan rupiah lebih banyak beredar,” tutur Agus.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, mengatakan, pernyataan pejabat The Fed William C. Dudley, kenaikan suku bunga terjadi satu kali di Desember, setelah pemilihan presiden AS berlangsung, mengundang kekhawatiran para pelaku pasar.

Akhir pekan ini, Gubernur Fed Janet Yellen akan menyampaikan pidato soal suku bunga. Agus menduga, rupiah akan melemah pada hari ini pada rentang Rp 13.160- Rp 13.300. Josua memprediksi, selama belum ada kepastian suku bunga The Fed, posisi rupiah akan melemah di level 13.200-13.300.

Berdasarkan alokasi aset, mayoritas ditempatkan pada obligasi dengan tenor kurang dari satu tahun sekitar 70,34%. Lalu, deposito sekitar 23,47% dan kas sekitar 6,19%.

Dengan strategi tersebut, HPAM Ultima Money Market mampu membagikan return 7,74% dalam satu tahun terakhir per 13 September 2016. Kinerja tersebut lebih unggul ketimbang rata-rata return reksadana pasar uang yang sebesar 5,47% pada periode yang sama.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-masih-loyo-1

Comments are closed.