Rupiah mencari peluang

Ilustrasi uang. KONTAN/Muradi/2014/09/11

PT Bestprofit Futures | Rupiah mencari peluang

 

JAKARTA – Surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Mei kemarin, membikin rupiah sumringah. Di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap pertemuan FOMC, data tersebut mampu membawa rupiah ke posisi lebih baik. Di pasar spot, rupiah menguat 0,94% ke Rp 13.355 per dollar AS. Tapi mengacu data kurs tengah BI, rupiah menurun 0,28% ke Rp 13.398 per dollar AS.

Meski surplus, menurut Resti Afiadinie, Analis Tresuri Bank BNI, bilang, neraca perdagangan mengempis. Tapi, pasar tetap memandang positif, sebab penurunan ekspor dan impor tak setajam bulan sebelumnya.

Badan Pusat Statistik mencatat, neraca perdagangan surplus US$ 375,5 juta. Ekspor US$ 11,51 miliar dan impor US$ 11,14 miliar. Sepanjang Januari-Mei 2016 neraca perdagangan surplus US$ 2,7 miliar.

Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst Monex Investindo Futures, menilai, laju rupiah tergantung hasil FOMC dan rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. “Harapan pasar BI masih mempertahankan suku bunga. Resti memprediksi, rupiah hari ini di rentang Rp 13.330 – Rp 13.430 per dollar AS. Adapun Putu menerka antara Rp 13.240 hingga Rp 13.500 per dollar AS.

Dengan demikian, rupiah menguat 0,2% dibanding level penutupan kemarin yang ditutup di posisi 13.137 per dollar AS. Penguatan juga terlihat pada nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Pagi ini, kurs JISDOR rupiah berada di level 13.098 per dollar AS, menguat dari posisi 13.148 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, hasil FOMC akan menentukan pergerakan rupiah hari ini. Seperti yang diketahui, The Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Meski demikian, ada sinyalemen bank sentral AS itu akan mengerek suku bunga sebelum akhir 2016.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-mencari-peluang

Comments are closed.