Rupiah menguat tipis, ini kata analis

JAKARTA,02/02-NILAI TUKAR DOLAR TEMBUS 12.677. Seorang petugas valas sedang menata mata uang dolar Amerika di penukaran mata uang Ayu Masagung, Jakarta, Senin (02/02). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hampir seharian berada di zona merah. Indeks bergerak searah dengan bursa saham regional, dan tidak memperhatikan sentimen positif dari data deflasi domestik. Yang kemudian nilai tukar dolar saat penutupan pasar berada di posisi Rp 12.677, menguat dibandingkan kala pembukaan pasar yaitu Rp 12.710. KONTAN/Fransiskus Simbolon/02/02/2015

PT Bestprofit Futures | Rupiah menguat tipis, ini kata analis

 

Bestprofit-futures : JAKARTA. Mata uang Garuda berhasil menguat tipis di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot pada Rabu, rupiah menguat 0,07% dibandingkan hari sebelumnya ke level Rp 13.876 per dollar AS. Searah, kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,23% menjadi Rp 13.871. Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menjelaskan, kinerja rupiah terbantu penguatan harga minyak dunia kemarin.

Katalis lainnya bersumber dari pelemahan mata uang Negeri Paman Sam jelang pengumuman hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral AS alias FOMC. Sebagian besar pelaku menilai The Fed tidak akan mengubah arah kebijakan suku bunga mereka yang saat ini di level 0,25% – 0,5%.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menuturkan, pelemahan valuasi rupiah diakibatkan oleh membaiknya data perekonomian Negeri Paman Sam. Data klaim pengangguran (unemployment claims) yang dilansir Kamis mencapai 252.000 orang. Jumlah tersebut lebih baik ketimbang pencapaian pekan sebelumnya yang sebesar 260.000 orang.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty,” tuturnya.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto menambahkan, sejatinya rupiah terdorong oleh pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pada Kamis, BI 7 day reverse repo rate dipangkas sebesar 25 bps menjadi 5%. Ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Rully menduga, ruang penguatan rupiah bakal terbatas pada Senin. Sebab, pasar dalam negeri maupun eksternal masih minim data di pengujung bulan. BI juga cenderung akan mengintervensi apabila rupiah menguat tajam. “Secara fundamental rupiah stabil. Kalau ada koreksi juga secara teknikal terangnya.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-menguat-tipis-ini-kata-analis

Comments are closed.