Rupiah menunggu amunisi dari BI

A bank teller counts rupiah banknotes at a branch inside Bank Mandiri headquarters in Jakarta, Indonesia December 10, 2015. REUTERS/Darren Whiteside/File PhotoPT Bestprofit Futures | Rupiah menunggu amunisi dari BI

 

PT Bestprofit Futures – JAKARTA : Rupiah tak berdaya di tengah tekanan penguatan dollar Amerika Serikat (AS). Selanjutnya, rupiah menanti amunisi dari rapat direksi Bank Indonesia (BI). Di pasar spot Rabu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 0,18% ke 13.112 dibanding sehari sebelumnya. Sementara kurs tengah BI, rupiah tergerus 0,1% menjadi 13.100.

Analis PT Garuda Berjangka Sri Wahyudi mengatakan, rupiah tertekan oleh penguatan dollar AS. Data-data ekonomi AS mendukung laju USD, seperti data housing starts dan building permits. Menunggu rapat The Fed pekan depan, spekulasi kenaikan suku bunga AS kembali berkembang,” kata Wahyudi.

David Sumual, Ekonom Bank Central Asia juga bilang, isu eksternal mendominasi rupiah. Terlihat dari pelemahan rupiah, seiring mata uang regional. Selanjutnya, rupiah menanti keputusan suku bunga BI.

BI masih bisa memangkas suku bunga, meski kemungkinan mengambil kebijakan lain juga besar, papar David. Kamis David memprediksi, rupiah menguat di 13.050-13.200. Wahyudi menduga, rupiah mendaki ke 13.000 13.200.

Research & Analyst Monex Investindo Futures Faisyal mengungkapkan, pesimisme pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menjadi faktor yang memicu keunggulan mata uang garuda ini.

Sementara dari internal, peningkatan penyerapan dana amnesti pajak juga membantu penguatan rupiah. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, ekspektasi pemangkasan 7 days reverse repo rate sebesar 25 basis poin turun membantu penguatan rupiah.

Josua memprediksi, peluang rupiah unggul terhadap dollar AS hari ini (20/9) masih terbuka, meski rupiah tidak akan naik signifikan. Maklum, pelaku pasar cenderung berhati-hati jelang pertemuan FOMC.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-menunggu-amunisi-dari-bi

Comments are closed.