Rupiah sulit pertahankan keunggulan atas dollar

Petugas menghitung mata uang rupiah pecahan Rp100.000 di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (16/10). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp13.540 per dolar AS, melemah 0,91 persen atau 122 poin dari penutupan sebelumnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/15.

PT Bestprofit Futures | Rupiah sulit pertahankan keunggulan atas dollar

 

Bestprofit-futures : JAKARTA Penguatan rupiah dinilai rawan koreksi di awal pekan nanti. Meski rentang koreksi pun diduga akan sempit. Di pasar spot, nilai tukar rupiah terangkat 0,04% ke level Rp 13.922 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sejalan, di kurs tengah Bank Indonesia posisi rupiah menguat 0,51% di level Rp 13.874 per dollar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk menambahkan dengan tekanan dari pergerakan USD tidak menutup rupiah akan cenderung melemah. Pasalnya tekanan dari USD biasanya pengaruhnya lebih tinggi daripada faktor lainnya di pasar global.

Data tenaga kerja di luar sektor pertanian Amerika Serikat Desember 2015 melesat jauh dari 252.000 menjadi 292.000 serta tingkat pengangguran yang bertahan di level 5,0% menguatkan posisi the greenback. Tidak heran index USD ditutup terangkat 0,33% ke level 98,54 di penutupan pasar akhir pekan lalu.

Memang masih digerakkan oleh eksternal namun pelemahan tidak akan membuat rupiah tembus Rp 14.000 per dollar AS. Sebabnya dari dalam negeri rupiah dapat sokongan dari rilis data cadangan devisa Desember 2015 yang mengembang. Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa naik ke posisi US$ 105,9 miliar dari sebelumnya US$ 100,2 miliar. Tapi karena memang faktor eksternal lebih mendominasi, sulit bagi rupiah untuk bertahan.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menuturkan, pelemahan valuasi rupiah diakibatkan oleh membaiknya data perekonomian Negeri Paman Sam. Data klaim pengangguran (unemployment claims) yang dilansir Kamis mencapai 252.000 orang. Jumlah tersebut lebih baik ketimbang pencapaian pekan sebelumnya yang sebesar 260.000 orang.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-sulit-pertahankan-keunggulan-atas-dollar

Comments are closed.