Rupiah terangkat data AS

Pembiayaan perbankan syariah: Pelayanan nasabah di kantor cabang Bank Danamon Syariah, Kramat Jati, JAkarta Timur, Rabu (20/3). HIngga bulan Januari 2013 perbankan syariah mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp149,672 triliun. Dari jumlah tersebut sebanyak 44,7% atau sebesar Rp66,897 triliun disalurkan untuk pembiayaan konsumsi. KONTAN/Baihaki/20/3/2013

 

PT Bestprofit Futures | Rupiah terangkat data AS

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Rupiah kembali bergerak unggul di awal pekan ini. Kemarin (10/10), kurs spot rupiah menguat 0,09% menjadi Rp 12.977 per dollar AS. Bahkan, penguatan valuasi rupiah menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencapai 0,25% ke Rp 12.969 per dollar AS.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto bilang, data ekonomi AS yang dirilis akhir pekan lalu membawa dampak negatif pada USD. “Padahal, berapapun hasil data ekonomi AS, kemungkinan naiknya suku bunga The Fed masih di bulan Desember,” tuturnya.

Meski minim sentimen, data ekonomi dalam negeri cukup stabil. Selain data cadangan devisa yang meningkat, realisasi amnesti pajak turut jadi katalis positif. Ke depan, pergerakan rupiah akan terpengaruh rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dan pengumuman neraca perdagangan.

Analis Cerdas Indonesia Berjangka Suluh Adil Wicaksono memprediksi hari ini (11/10) rupiah cenderung bergerak sempit. Pelemahan dapat terjadi ke kisaran Rp 12.950–Rp13.000 per dollar AS. Senada, Rully memprediksi rupiah terkoreksi ke rentang Rp 12.965– Rp 13.015 per dollar AS.

Yulia Safrina, Research and Analyst Monex Investindo Futures, mengatakan, pelemahan terjadi karena pasar mengantisipasi data tenaga kerja AS, yang dirilis akhir pekan lalu. Selain itu, dollar AS juga menguat lantaran poundsterling melemah ke level terendahnya dalam 31 tahun terakhir. “Mata uang Asia, seperti rupiah, juga terkena imbas negatif pasar keuangan China yang masih libur,” tambah Yulia.

Untungnya fundamental dalam negeri cukup oke, sehingga rupiah tidak jatuh lebih dalam lagi. Hari ini (10/10), rupiah diprediksi kembali menguat. Sebab, data-data ketenagakerjaan yang dirilis AS di akhir pekan lalu ternyata tidak terlalu positif. Ini jadi sentimen positif buat rupiah.

PT Bestprofit Futures

Comments are closed.