Rupiah terangkat reshuffle kabinet

Ilustrasi Suku Bunga Rupiah dan Perbankan KONTAN/Muradi/2016/07/12

PT Bestprofit Futures | Rupiah terangkat reshuffle kabinet

 

PT Bestprofit Futures – JAKARTA : Perombakan atau reshuffle kabinet menjadi pendorong penguatan nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS. Di pasar spot Rabu, valuasi rupiah terhadap dollar AS terangkat 0,29% menjadi 13.137 dibandingkan dengan hari sebelumnya. Mengacu kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,15% ke 13.130.

Resti Afiadinie, Analis Tresuri Bank BNI, mengatakan, katalis utama datang dari pengumuman reshuffle kabinet yang menimbulkan optimisme pasar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia ke depan. Terutama setelah Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan,” ujar Resti. Ia dianggap layak dan sesuai membawa ekonomi lebih baik.

Dari sisi eksternal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra, menambahkan, masih minim data ekonomi yang bisa memberikan pengaruh. Pasar masih menanti hasil pertemuan FOMC.

Sedangkan data ekonomi Eropa dan Inggris positif menambah tekanan pada dollar AS. “Di jangka pendek ini menguntungkan rupiah,” kata Putu. Pada Kamis, pasar akan fokus ke FOMC. Resti menebak rupiah di 13.100–13.200. Sedangkan Putu memperkirakan, antara 13.040–13.240.

Research & Analyst Monex Investindo Futures Faisyal mengungkapkan, pesimisme pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menjadi faktor yang memicu keunggulan mata uang garuda ini.

Sementara dari internal, peningkatan penyerapan dana amnesti pajak juga membantu penguatan rupiah. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, ekspektasi pemangkasan 7 days reverse repo rate sebesar 25 basis poin turun membantu penguatan rupiah.

Josua memprediksi, peluang rupiah unggul terhadap dollar AS hari ini (20/9) masih terbuka, meski rupiah tidak akan naik signifikan. Maklum, pelaku pasar cenderung berhati-hati jelang pertemuan FOMC.

 

Sumber :http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-terangkat-reshuffle-kabinet

Comments are closed.