Rupiah terimbas ekonomi China

Ilustrasi rupiah melemah. KONTAN/Muradi/2014/08/14

PT Bestprofit Futures | Rupiah terimbas ekonomi China

 

Bestprofit-futures : JAKARTA. Rupiah keok pada perdagangan awal tahun 2016. Tekanan terhadap rupiah disinyalir berlanjut, karena efek memburuknya ekonomi China dan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Indonesia alias BI rate.

Di pasar spot, rupiah melemah 0,82% ke Rp 13.943 per dollar AS. Kurs tengah BI mencatat, rupiah terdepresiasi 0,74%, menjadi Rp 13.898 per dollar AS. Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menyebut, meski inflasi Desember naik, inflasi tahunan masih sesuai target BI.

Pasar menilai, sudah saatnya BI memangkas suku bunga. Ekspektasi ini melemahkan rupiah,” ujarnya. Agus Chandra, Research and Analyst Monex Investindo Futures, bilang, sebagai mata uang kawasan Asia, rupiah juga terimbas memburuknya perekonomian China.

Agus menduga, pelemahan rupiah berlanjut hari ini. Apalagi, dollar berpeluang mendapat sokongan data ekonomi. Prediksinya, rupiah bergulir antara Rp 13.700- Rp 14.000 per dollar AS.

Rully sependapat, ekspektasi pemangkasan BI rate dan efek China bakal menganggu iklim investasi Indonesia. Dus, rupiah bakal tertekan. Hari ini, rupiah diproyeksikan antara Rp 13.815-Rp 13.900 per dollar AS.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menuturkan, pelemahan valuasi rupiah diakibatkan oleh membaiknya data perekonomian Negeri Paman Sam. Data klaim pengangguran (unemployment claims) yang dilansir Kamis mencapai 252.000 orang. Jumlah tersebut lebih baik ketimbang pencapaian pekan sebelumnya yang sebesar 260.000 orang.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-terimbas-ekonomi-china

Comments are closed.