Rupiah terjegal The Fed

Petugas menghitung uang rupiah di Bank Syariah Mandiri, Jakarta (14/7). Otoritas Jasa Keuangan memastikan hanya bank syariah besar yang turut andil dalam pengumpulan dana tax amnesty diluar bank-bank konvensional yang telah ditentukan. Namun pemerintah belum menentukan bank syariah mana saja yang ditunjuk sebagai pengumpul dana tax amnesty tersebut. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/07/2016

PT Bestprofit Futures | Rupiah terjegal The Fed

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – JAKARTA. Nilai tukar rupiah cenderung bergerak flat dua hari terakhir. Data ekonomi Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini akan menjadi fokus pasar untuk memberikan petunjuk kenaikan suku bunga The Fed. Di pasar spot Rabu, kurs rupiah terhadap dollar AS terkoreksi tipis 0,02% ke posisi 13.260 dibanding sehari sebelumnya. Mengacu kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah tergerus 0,3% ke 13.300.

Analis Garuda Berjangka Sri Wahyudi memaparkan, rencana kenaikan bunga The Fed menjadi sentimen utama penekan rupiah. “Semua mata uang fokus pada isu kenaikan bunga The Fed,” ujarnya. Isu itu mendorong penguatan dollar AS. Dari dalam negeri, program tax amnesty belum menunjukkan perkembangan signifikan. Pasar pun masih menanti sentimen domestik lain.

Resti Afiadinie, Research and Analyst Divisi Treasury Bank BNI menambahkan, kebutuhan mata uang dollar AS dari korporasi meningkat, guna memenuhi kewajiban akhir bulan. Ini turut menyeret rupiah. Hari ini, Resti memprediksi, rupiah menguat di 13.200-13.275. Prediksi Wahyudi, gerak rupiah di kisaran 13.210-13.300.

Senior Vice President Head Business Development PT Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan pihaknya lebih agresif dan selektif memilih obligasi menyusul turunnya suku bunga deposito.

Dengan strategi tersebut, HPAM Ultima Money Market mampu membagikan return 7,74% dalam satu tahun terakhir per 13 September 2016. Kinerja tersebut lebih unggul ketimbang rata-rata return reksadana pasar uang yang sebesar 5,47% pada periode yang sama.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-terjegal-the-fed

Comments are closed.