Sistem pengelolaan reksadana terpadu mulai Agustus

Ilustrasi Reksadana . KONTAN/Muradi/2014/08/12

PT Bestprofit Futures | Sistem pengelolaan reksadana terpadu mulai Agustus

 

Bestprofit-futures : JAKARTA Pengelolaan reksadana bakal semakin transparan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun aturan mengenai sistem pengelolaan investasi terpadu. Peraturan OJK (POJK) itu menurut rencana akan terbit tahun ini. Syafruddin, Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), melalui pengumuman resmi mengatakan sistem ini akan diimplementasikan pada Agustus 2016.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, sistem ini akan menghubungkan seluruh pelaku industri reksadana, baik manajer investasi, bank kustodian atau agen penjual dalam satu platform terpadu.

Saat ini, para pelaku masih terhubung dengan cara beragam. Sehingga seluruh proses transaksi dari order hingga penjualan akan tercatat dan terhubung dalam satu sistem yang sama, ujar Nurhaida. Sistem ini merupakan kerjasama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan Korea Securities Depository (KSD).

Analis Infovesta Utama Beben Feri Wibowo mengatakan, sistem ini membuat investasi di reksadana semakin aman. Akses investor terhadap reksadana juga akan lebih mudah. Vice President Investment Quant Kapital Investama Hans Kwee mengatakan, sistem pengelolaan investasi terpadu akan mempercepat koordinasi antara pelaku industri reksadana. Sehingga dapat meminimalisir kesalahan penghitungan nilai aktiva bersih (NAB) per unit oleh bank kustodian.

Head of Operation dan Business Development Panin Asset MAnagement Rudiyanto mengatakan, Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) tengah mendiskusikan rencana implementasi sistem tersebut. Dampaknya lebih ke internal operasi perusahaan sebagai pelaku industri reksadana.

Pinjaman itu akan dilunasi tahun depan dari cash flow proyek,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini. Perseroan ini baru saja mendapatkan ekuitas yang cukup besar dari penawaran umum perdana saham. Nilainya sebesar Rp 5,16 triliun.

Perolehan dana penawaran umum perdana saham itu membuat debt to equity ratio (DER) WSBP turun cukup dalam dari tadinya sebesar 1,9 kali menjadi 0,3 kali hingga 0,4 kali. Dana IPO itu tidak digunakan untuk membayar utang, melainkan untuk modal kerja dan kebutuhan belanja modal.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/sistem-pengelolaan-reksadana-terpadu-mulai-agustus

Comments are closed.