Sokongan data ekonomi domestik terhadap rupiah

Petugas menghitung mata uang dolar AS di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (16/10). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp13.540 per dolar AS, melemah 0,91 persen atau 122 poin dari penutupan sebelumnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/15.

PT Bestprofit Futures | Sokongan data ekonomi domestik terhadap rupiah

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Data fundamental domestik yang mengkilap, menjadi pendukung penguatan rupiah di akhir pekan kemarin. Hanya saja penguatan tersebut bisa tertahan, mengingat data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) dipandang positif oleh pelaku pasar. Di pasar spot Jumat, valuasi rupiah terhadap dollar AS terangkat 0,2% ke 13.117 dibandingkan hari sebelumnya.

Sejalan, sesuai kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,1% ke 13.125. Resti Afiadinie, Analis Tresuri Bank BNI, menjelaskan, data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2016 yang menyentuh 5,18% menjadi pendorong utama rupiah. Selain itu, cadangan devisa Juli 2016 naik menjadi US$ 111,4 miliar dibandingkan bulan sebelumnya di US$ 109,8 miliar.

Pasar eksternal sendiri sedang mengantisipasi gejolak ekonomi global jadi memang di dalam negeri dipandang lebih positif,” ujar Resti. Kekhawatiran itu meningkat setelah Bank of England melonggarkan stimulus dan memotong suku bunga ke level 0,25%. Namun tekanan eksternal tetap harus diwaspadai di awal pekan.

Data tenaga kerja AS justru menampilkan hasil yang direspon baik oleh pasar, berbeda dengan prediksi yang negatif,” tutur Resti. Di sisi lain, data ekonomi Jepang dan China yang diprediksi positif. Hal tersebut juga berdampak positif bagi mata uang Asia, termasuk rupiah. Analis Central Capital Futures Wahyu Tri Wibowo memaparkan, selain sentimen dari luar negeri, faktor domestik juga ikut berpengaruh terhadap penguatan rupiah.

Meski bukan faktor dominan, optimisme pasar terhadap kabinet baru Presiden Jokowi dan penegasan program tax amnesty menjadi sentimen positif bagi rupiah,” kata Wahyu. Senin, Wahyu memprediksi rupiah tetap menguat. “Belum ada katalis yang kuat pengaruhnya dari AS,” ucap Wahyu. Ia memprediksi, pergerakan rupiah hari ini akan berada di level 13.040-13.180. Sedangkan Resti menebak, rupiah bergulir di antara 13.080–13.150.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/sokongan-data-ekonomi-domestik-terhadap-rupiah

Comments are closed.