TLKM genjot bisnis data

tlkm

PT Bestprofit Futures | TLKM genjot bisnis data

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA : PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyerap belanja modal (capex) sekitar Rp 13,7 triliun sepanjang semester I 2016. Jumlah ini 54,8% dari anggaran capex 2016 yang mencapai Rp 25 triliun. Direktur Keuangan TLKM Harry M Zen mengatakan, perseroan masih akan terus melanjutkan ekspansi broadband hingga akhir tahun mendatang. TLKM akan terus membangun menara base transceiver stasion (BTS) untuk mendukung pengembangan bisnis data, internet dan IT Service.

Maklum, bisnis tersebut menjadi penopang pertumbuhan TLKM sepanjang semester pertama. Demi mendukung pertumbuhan bisnis data dan internet, TLKM telah membangun menara 15.384 unit BTS sepanjang semester pertama. Pencapaian itu sudah melebihi target setahun. Jika tahun lalu, TLKM mengalokasikan investasi Rp 12,21 triliun untuk membangun BTS. Tahun ini, investasinya akan meningkat menjadi Rp 12,3 triliun hingga Rp 13 triliun. Namun seiring ekspansi tersebut, Harry memperkirakan EBITDA dan laba bersih TLKM tahun ini diprediksikan menyusut.

EBITDA dan net income mungkin ada sedikit penurunan karena ada investasi di broadband infrastruktur masih akan kami lakukan sampai akhir tahun ini,” kata dia, Kamis (4/8). Kendati begitu dia memperkirakan, pendapatan TLKM masih tumbuh di atas pertumbuhan industri. Nanti EBITDA akan diperbesar dengan semua anak usaha baris di belakang. Customer basic akan ditingkatkan, bagaimana kita bisa memberikan customer experience dengan baik sehingga pelanggan bertambah,” ungkap Indra Utoyo, Direktur Innovation and Strategic Portfolio TLKM. Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini juga akan meningkatkan nilai aset (unlock value) anak usahanya yang tidak berhubungan dengan bisnis utama TLKM seperti properti dan e-commerce.

Indra bilang, unlock value tersebut bisa dilakukan dengan mencari partner untuk mengembangkan bisnis secara bersama atau melepas sebagian saham anak usahanya tersebut. Sementara pemangkasan tarif interkoneksi seluler yang dilakukan pemerintah diperkirakan tidak berdampak besar terhadap pendapatan TLKM. Sebab, pendapatan interkoneksi hanya menyumbang 6% dari total pendapatan dengan 90% dari percakapan on-net. “Pertumbuhan interkoneksi cenderung melambat dari tahun ke tahun,” tutur Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi.

TLKM mulai memasarkan data center di Singapura. Setidaknya emiten ini memasarkan dua lantai dari rencana pembangunan lima lantai data center. Fasilitas ini dikembangkan anak usaha TLKM, yakni Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd Singapore (Telin Singapore). Sudah ada tenant yang mengisi dua lantai tersebut. Proyek pembangunan pusat data itu menelan investasi sebesar US$ 120 juta.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/tlkm-genjot-bisnis-data

Comments are closed.