Wall Street berbalik arah, turun tajam 1% lebih

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., September 13, 2016. REUTERS/Brendan McDermid

PT Bestprofit Futures | Wall Street berbalik arah, turun tajam 1% lebih

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – NEW YORK. Pasar saham AS ditutup dengan penurunan yang cukup dalam kemarin Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor’s 500 turun 1,48% atau 32,02 poin menjadi 2.127,02. Sektor energi mencatatkan penurunan terdalam di antara sektor lainnya.

Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,41% atau 258,32 poin menjadi 18.066,75. Saham Chevron mengalami tekanan paling dalam. Dan saham Apple menjadi satu-satunya saham yang bergerak positif. Sedangkan indeks Nasdaq turun 1,09% atau 56,63 poin menjadi 5.155,25.

Dalam setiap sembilan saham yang turun, hanya terdapat satu saham yang naik di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan melibatkan 1,016 miliar saham. Sedangkan volume indeks gabungan mencapai 4,029 miliar saham pada penutupan. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan bursa AS tak berdaya. Salah satunya pergerakan volatil dan penurunan harga minyak dunia.

Di sisi lain, pasar masih menanti hasil pertemuan The Federal Reserve yang akan berlangsung pekan depan. Kita kembali ke dunia yang liar, di mana saya rasa hal ini bukan suatu hal yang mengejutkan karena kecemasan kita mengenai kebijakan The Fed dan anjloknya harga komoditas,” jelas Kate Warne, investment strategist Edward Jones.

Sekadar tambahan informasi, petinggi The Fed saat ini berada dalam periode tenang setelah salah satu anggota utama The Fed mengeluarkan pernyataan dovish mengenai kebijakan suku bunga AS pada Senin lalu. The Fed dijadwalkan akan menggelar pertemuan rutin pada Selasa dan Rabu pekan depan. Berdasarkan data CME Group’s FedWatch tool, ekspektasi market bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 15%.

Kami mencabut izin orang perseorangan Muhammad Syamsuzzaman sebagai Wakil Manajer investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPPE), sedangkan Taffy Canova Sastrawiguna kami cabut izin Wakil Manajer Investasi (WMI),” ujar Sarjito dalam keterangan resminya, Rabu (14/9).

Dengan dicabutnya izin tersebut, maka Syamsuzzaman dilarang melakukan kegiatan WPPE dan WMI. Tak hanya itu, OJK juga melarang Syamsuzzaman melakukan kegiatan di sektor pasar modal baik langsung serta tidak langsung. Juga, dilarang mengendalikan pihak yang melakukan kegiatan di sektor pasar modal.

 

Comments are closed.