Pagi Ini, Yen Mendung

pagi

PT Bestprofit Futures | Yen Mendung

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – Yen terdorong lemah di sesi Asia pada Kamis pagi. Investor menunggu kebijakan moneter dari pertemuan Bank of Japan di minggu depan. USDJPY menguat 0.13% di level 102.55. Tepatnya pada tanggal 21 September, Bank of Japan akan mengumumkan kebijakan moneter mengenai suku bunga negatif, dan pada hari yang sama keputusan Federal Reserve mengenai kenaikan suku bunga mungkin saja terjadi.

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda akan mengumumkan langkah-langkah yang berasal dari tinjauan kebijakan moneter yang menyerukan pada pertemuan terakhir, beberapa analis mengatakan tekanan yang kuat oleh Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mendapatkan pegangan yang lebih jelas tentang pilihan-pilihan kebijakan yang efektif.

Sedangkan menurut Goldman Sachs, diharapkan BoJ mempertahankan kerangka kebijakan yang saat ini pada pertemuan minggu depan dan suka menggunakan penilaian yang komprehensif untuk meningkatkan visibilitas arah kebijakan masa depan.

Pertumbuhan domestik sebesar 0,9% di kwartal kedua. Pertumbuhan di kwartal pertama tahun ini juga direvisi menjadi 0,9%. Sebelumnya diperkirakan bahwa pertumbuhan bisa mencapai 1,1%. Sebelum data ini dipublikasikan, Dolar Selandia Baru telah mengalami penurunan. Turun ke 72,76 per sen Dolar AS dari posisi sebelumnya di 72,86 sen.

Tahun lalu, perekonomian mampu tumbuh 3,6% dari tahun sebelumnya. Ini sesuai dengan perkiraan dan merupakan penguatan terbesar sejak kwartal empat 2014. Pertumbuhan tahunan mengalami akselerasi sejak kwartal pertama sebesar 3%.

Naiknya imigrasi, disaat suku bunga berada pada posisi terendah membuat sektor perumahan mengalami ledakan. Hal ini memberikan dorongan bagi penguatan ekonomi Selandia Baru. Tidak tanggung-tanggung, diantara negara maju lainnya, pertumbuhan Selandia Baru merupakan yang paling tinggi. Australia saja hanya 3,3%, Inggris 2,2% dan AS hanya 1,2%.

Pertumbuhan ini memang diharapkan bisa meringankan usaha Bank Sentral Selandia Baru untuk menggembalikan kembali laju inflasi menuju targetnya. Menurut Gubernur Bank Sentral Selandia Baru, Graeme Wheeler sebagaimana dikutip dari Bloomberg pada bulan lalu, bahwa suku bunga diharapkan bisa diturunkan lebih lanjut. Bagi sebagian pengamat, diperkirakan suku bunga akan dipangkas menjadi 1,75% di kwartal empat tahun ini.

 

Comments are closed.