Bursa AS ikut sumringah seiring rekor saham China

bursa as

PT Bestprofit Futures | Bursa AS ikut sumringah seiring rekor saham China

 

Bestprofit-futures : NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka naik, menyusul reli terbesar di saham China dalam tiga bulan terakhir. Minyak berayun antara keuntungan dan kerugian, karena pedagang yang masih mempertimbangkan kesepakatan yang dibuat oleh dua produsen minyak terbesar dunia Arab Saudi dan Rusia untuk menahan produksinya.

Indeks Standard & Poor 500 naik 1 % menjadi 1.883,70 pada 09:33 pagi di New York, menyusul reli terbesar dalam dua pekan pada hari Jumat. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate sedikit berubah, berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian setelah dua produsen minyak mentah terbesar di dunia – Arab Saudi dan Rusia – mengatakan mereka akan terus menahan produksinya seperti pada level di bulan Januari.

Kekhawatiran tentang terjadinya segala sesuatu dari penurunan harga minyak, dan apakah pada pertumbuhan China bank sentral telah kehilangan potensi mereka sehingga telah memicu volatilitas di pasar keuangan tahun ini. Minyak mentah telah mengalami penurunan lebih dari 40 % selama tahun lalu dan telah menahan pertumbuhan di negara-negara berkembang yang kaya minyak dan kepekaan yang meningkat terhadap tanda-tanda kesediaan Arab Saudi.

Yang secara de facto merupakan  pemimpin OPEC, untuk membahas pengurangan produksi yang terkoordinasi. Selain itu, volatilitas di pasar China telah mendorong untuk memantau apakah bank sentral negara itu akan meningkatkan upaya untuk memulihkan stabilitas mata uang dan ekonomi.

Pinjaman itu akan dilunasi tahun depan dari cash flow proyek,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini. Perseroan ini baru saja mendapatkan ekuitas yang cukup besar dari penawaran umum perdana saham. Nilainya sebesar Rp 5,16 triliun.

Perolehan dana penawaran umum perdana saham itu membuat debt to equity ratio (DER) WSBP turun cukup dalam dari tadinya sebesar 1,9 kali menjadi 0,3 kali hingga 0,4 kali. Dana IPO itu tidak digunakan untuk membayar utang, melainkan untuk modal kerja dan kebutuhan belanja modal.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/bursa-as-ikut-sumringah-seiring-rekor-saham-china

Comments are closed.