Ini aturan yang paling banyak disorot pasar

OJK keluarkan peraturan pertama tentang perlindungan konsumen: Kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Selasa (30/7). OJK mengeluarkan peraturan pertamanya dengan no 01/POJK/.07/2013 tentang perlindungan konsumen sektor jasa keuangan yang bertujuan untuk melindungi kepentingan konsumen industri jasa keuangan dan masyarakat di satu sisi dengan tetap mendukung pertumbuhan lembaga dan industri keuangan. KONTAN/Baihaki/30/7/2013

 

PT Bestprofit | Ini aturan yang paling banyak disorot pasar

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Tahun 2016 segera berakhir. Sejumlah aturan terkait pasar modal sudah dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini. Tapi, aturan bursa yang banyak mendapat perhatian pelaku pasar belum berlaku tahun ini.

Beberapa aturan masih rencana dan dijadwalkan terbit tahun depan. “Karena (peraturan bursa) itu yang nanti memiliki efek langsung ke pasar,” ujar Pengamat Pasar Modal, Vicella Tjhin kepada KONTAN, Minggu.

Soal batas harga penolakan otomatis alias autorejection misalnya. Autoreject akan menjadi simetris seperti aturan semula. Ketentuan batas autorejection itu diresmikan dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00113/BEI/12-2016 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Keputusan ini akan berlaku efektif mulai 3 Januari 2017.

Kemudian, soal penghapusan harga saham Rp 50 alias saham gocap. Kelak, saham di bawah Rp 50 tak lagi diperdagangkan di pasar negosiasi, melainkan langsung di pasar reguler.Aturan tersebut khususnya autoreject memang berpotensi membuat harga saham tertentu menjadi lebih fluktuatif.

Bisa naik lebih bebas, tapi kalau anjlok bisa lebih dalam. Tapi, ini lebih bagus karena selama ini kalau (saham) mau turun itu ditahan-tahan,” kata Vicella. Sama halnya dengan batas harga saham gocap. Ketika dihapus, muncul konsekuensi harga sahamnya bisa jatuh, bahkan kembali ke Rp 0. “Tapi ini justru memberi gambaran harga yang lebih riil, sesuai kondisi fundamentalnya,” tambah Vicella.

Analis First Asia Capital David Sutyanto menilai, selama ini dengan membatasi harga saham agar tak turun lebih dari 10% cukup membantu IHSG tak anjlok saat dilanda sentimen negatif. Tapi perdagangan saham dinilai menjadi kurang sehat. Dulu aturan dibuat karena ada kondisi spesial. Sekarang pasar sudah normal,” ujar dia.

Ada juga diskon listing fee dalam rangka menyukseskan kegiatan amnesti pajak. Awal Desember lalu, bursa merilis surat keputusan terkait tarif biaya pencatatan awal obligasi dan sukuk yang didiskon 50% dari tarif biasanya. Misal, jumlah efek utang hingga Rp 200 miliar, biayanya menjadi 0,0125% dari nominal. Untuk efek yang nilainya lebih dari Rp 600 miliar biayanya hanya 0,011% dari nominal.

Aturan ini mulai berlaku 1 Desember 2016. Sementara, OJK sudah merilis total 14 peraturan dan 9 surat edaran. Semuanya untuk tiga hal utama, yakni pendalaman pasar, penguatan industri pasar modal dan pemberian dukungan terhadap program ekonomi prioritas. Luthfy Zain Fuady, Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK, dalam keterangan resminya menyatakan, peraturan tersebut diharapkan mampu menyukseskan program ekonomi yang dijalankan pemerintah.

PT Bestprofit

Comments are closed.