Jeli berinvestasi melalui dunia maya

Benny Rachmadi - PR OJK Baru: Investasi Bodong

PT Best Profit Futures Pekanbaru Investasi ilegal masih marak. Saat ini, pelaku kejahatan di bidang investasi gencar melakukan penawaran secara online. Dengan perkembangan teknologi, tawaran yang berpotensi merugikan masyarakat bisa tersebar secara cepat.

Lewat Investor Alert Portal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga saat ini sudah merilis sebanyak 114 perusahaan investasi yang tidak terdaftar dan dianggap beroperasi secara ilegal. Dari jumlah tadi, 107 di antaranya melakukan kegiatan pengumpulan dana dengan memanfaatkan internet. Sebagian besar di antaranya merupakan tawaran investasi uang, perdagangan valuta asing dan emas. Best Profit Pekanbaru

Terbaru, Satgas Waspada Investasi pada Sabtu lalu menghentikan kegiatan lima perusahaan. Kelima entitas ini tercatat menggunakan jaringan internet dalam melakukan kegiatannya, yakni PT Papan Agung Solution, PT Global Ventura Pratama, Koperasi Karya Putra Alam Semesta, PT Solarcity Kapital Indonesia dan PT Istana Bintang Universal. PT Bestprofit Pekanbaru

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan saat ini investasi ilegal yang bergerak secara online memang marak terjadi. Dengan demikian, informasinya bisa menyebar dengan cepat. Namun beberapa perusahaan investasi bodong juga tetap menjalankan kegiatannya secara konvensional atau manual. “Mereka tetap bergerilya ke lapangan secara manual demi menjaring peminat,” kata dia, kemarin.

Satgas Waspada Investasi saat ini telah membentuk 38 tim kerja yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Selain pencegahan, tindakan penanganan dilakukan terhadap kasus investigasi bodong. Selama periode Januari hingga September 2017, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan sebanyak 48 perusahaan investasi ilegal. “Setelah melalui proses analisis, kami biasanya memanggil perusahaan yang bermasalah.

Kalau ternyata melanggar, kami suruh hentikan atau bahkan bisa dibawa ke jalur hukum,” ungkap Tongam. Pengamat investasi Lukas Setia Atmaja berpendapat, tren investasi online marak selama dua hingga tiga tahun terakhir. Selama masa tersebut, praktik investasi bodong di dunia maya ikut tumbuh. Bestprofit Pekanbaru

Kemajuan teknologi menurutnya menjadi penyebab munculnya berbagai kasus investasi yang dilakukan secara ilegal. “Kita jadi tidak tahu di mana posisi asli pengelola investasi, karena semuanya dilakukan di dunia maya,” ujar Lukas.

Lukas berharap masyarakat selalu waspada terhadap praktik investasi yang dilakukan secara ilegal. “Return yang wajar menurut saya 15%-20% per tahun, kalau investasi saham. Kalau ada perusahaan yang menawarkan return sebesar itu dalam waktu sebulan, masyarakat patut curiga,” jelas dia. Bpf Pekanbaru

1Pingbacks & Trackbacks on Jeli berinvestasi melalui dunia maya