Langkah emas terbebani oleh keperkasaan dollar

An employee takes granules of 99.99 percent pure gold, which are used for jewels gilding at the Krastsvetmet non-ferrous metals plant, one of the world's largest producers in the precious metals industry, in the Siberian city of Krasnoyarsk, Russia, December 14, 2016. Picture taken December 14, 2016. REUTERS/Ilya Naymushin

 

PT Bestprofit | Langkah emas terbebani oleh keperkasaan dollar

 

PT Bestprofit – NEW YORK. Harga emas dunia tak banyak mencatatkan perubahan pada transaksi Rabu. Berdasarkan data CNBC, pada pukul 15.45 waktu New York, harga emas di pasar spot naik 0,18% menjadi US$ 1.140,91 per troy ounce setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 14 Desember di US$ 1.148,98. Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran Februari bertengger di posisi US$ 1.140,90 per troy ounce.

Penurunan harga emas kali ini dipicu oleh penguatan dollar AS. “Dalam jangka pendek, kita akan fokus pada level support US$ 1.100 dan jika level ini ditembus, maka menandakan bearish bagi harga emas. Sedangkan dari sisi upside, emas harus berhasil menembus level US$ 1.170 dan US$ 1.200,” papar Naeem Aslam, chief market analyst ThinkMarkets.

Sekadar informasi, harga emas sudah anjlok lebih dari 8% pada November seiring dengan kenaikan tingkat yield surat utang AS pasca Donald Trump memenangkan pemilu AS. Beredar spekulasi, komitmennya terhadap sektor infrastruktur akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Pada 15 Desember, harga emas bahkan menyentuh level terendah dalam 10 bulan. Penyebabnya, data ekonomi AS yang solid memberikan kepercayaan bagi bank sentral AS untuk mengerek kenaikan suku bunga acuan pertama dalam setahun terakhir. Bahkan The Federal Reserve memberikan sinyal untuk mengerek suku bunga sebanyak tiga kali lagi pada tahun depan.

PT Bestprofit

Comments are closed.