Minyak turun tertekan persedian BBM AS

A general view of the Centenario deep-water oil platform in the Gulf of Mexico off the coast of Veracruz, Mexico January 17, 2014. Picture taken January 17, 2014. REUTERS/Henry Romero

 

PT Bestprofit | Minyak turun tertekan persedian BBM AS

 

PT Bestprofit – NEW YORK. Harga minyak dunia terus menurun pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Pasalnya tertekan persediaan bahan bakar minyak Amerika Serikat (AS) pekan lalu meningkat melebihi dari perkiraan. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun US$ 1,16 menjadi menetap pada level US$ 49,77 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, merosot US$ 0,93 d menjadi ditutup pada level US$ 53,00 per barel di London ICE Futures Exchange. Sebelumnya, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu bahwa persediaan minyak mentah turun 2,4 juta barel selama pekan yang berakhir 2 Desember, mengalahkan konsensus pasar.

Namun, stok bensin naik 3,4 juta barel, lebih tinggi dari ekspektasi pasar naik 1,9 juta barel. Persediaan distilasi, yang termasuk minyak diesel dan pemanas, meningkat sebesar 2,5 juta barel, melebihi ekspektasi untuk kenaikan 1,8 juta barel, menurut laporan EIA. Para analis mengatakan laporan itu secara keseluruhan “bearish”, memperdalam kekhawatiran para investor tentang kelebihan pasokan di pasar global.

Sehari sebelumnya, harga minyak juga jatuh menghentikan kenaikan empat sesi berturut-turut, karena pasar mengkhawatirkan rekor produksi dan reaksi produsen-produsen minyak serpih AS dapat merusak kesepakatan pemangkasan produksi OPEC.

Sebelumnya, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu bahwa persediaan minyak mentah turun 2,4 juta barel selama pekan yang berakhir 2 Desember, mengalahkan konsensus pasar. Persediaan distilasi, yang termasuk minyak diesel dan pemanas, meningkat sebesar 2,5 juta barel, melebihi ekspektasi untuk kenaikan 1,8 juta barel, menurut laporan EIA.

PT Bestprofit

Comments are closed.