Return besar dari si kecil

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia - IHSG. KONTAN/Muradi/2017/09/26

PT Best Profit Futures Pekanbaru Jumlah produk reksadana indeks hingga saat ini masih tergolong minim. Kendati begitu, dana kelolaan jenis reksadana yang dijalankan agar memperoleh return mirip indeks acuan tertentu ini tumbuh paling kencang sepanjang tahun ini.

Data Infovesta Utama memperlihatkan, dana kelolaan reksadana indeks pada akhir 2016 mencapai Rp 710,03 miliar. Selang 11 bulan kemudian, atau per November 2017, dana kelolaan reksadana ini melonjak 294,35% menjadi Rp 2,8 triliun.

Kenaikan dana kelolaan reksadana indeks mencapai empat kali lipat dibandingkan tahun lalu,” kata Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana. Menurut dia, konsep reksadana indeks sebenarnya menyerupai exchange traded fund (ETF). Faktor pembedanya adalah reksadana indeks dipasarkan secara langsung oleh manajer investasi. Best Profit Pekanbaru

Sedang ETF dipasarkan melalui bursa saham. Direktur Avrist Asset Management Hanif Mantiq menyebut, kendala utama dalam reksadana indeks adalah kurangnya promosi di kalangan investor. “Produk reksadana indeks masih tergolong baru, sehingga belum banyak yang mengenal.

Padahal, reksadana indeks memiliki sejumlah keunggulan dibanding jenis reksadana lain. Salah satunya adalah biaya pengelolaannya yang tergolong murah, hanya sekitar 1%. Sedangkan biaya pengelolaan reksadana saham konvensional berkisar antara 2% hingga 3%. PT Bestprofit Pekanbaru

Di samping itu, kinerja reksadana indeks lebih konsisten. Pasalnya, semakin kecil tracking error suatu produk reksadana indeks, maka kinerja produk akan semakin baik. Diah Sofianti, Direktur Utama Indo Premier Investment Management, berpendapat, kinerja reksadana indeks ditentukan dari tracking error-nya.

Sehingga, manajer investasi bisa menghindari risiko kinerja indeks acuan naik namun kinerja produk reksadana turun. Hanya saja, Diah mengakui, memastikan tracking error tetap kecil dibandingkan indeks acuan menjadi tantangan terbesar bagi manajer investasi dalam mengelola produk reksadana indeks. Bpf Pekanbaru

Diah yakin minat berinvestasi di reksadana indeks ke depan akan meningkat.Karena reksadana ini dapat mencerminkan potensi pertumbuhan riil Indonesia sesuai indeks acuannya,” jelas dia.Selain itu, reksadana indeks juga menjadi alternatif saat kinerja produk reksadana saham konvensional jeblok dan lebih rendah ketimbang kinerja indeks acuan.

Seiring dengan tingginya kinerja indeks-indeks seperti IDX30, LQ45, ataupun SRI Kehati, Wawan memperkirakan, manajer investasi akan terpacu meluncurkan produk reksadana indeks di masa mendatang.Perlu diketahui, hingga 28 Desember, pertumbuhan imbal hasil IDX30, LQ45, dan Sri Kehati secara berturut-turut mencapai 23,34%, 21%, dan 26,33% secara year to date. Bestprofit Pekanbaru

Di saat yang sama, IHSG cuma mencetak kenaikan 19,21%.Daripada mengelola saham IHSG yang berjumlah lebih dari 500, maka lebih efektif untuk mengelola indeks lainnya dengan return di atas rata-rata,” ungkap Wawan.

Comments are closed.