RI-Vietnam Bahas Penurunan Harga Karet dan Kopi

Bestprofit-futures ; Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian Vietnam Cao Duc Phat. Dalam kesempatan tersebut mereka membahas cara mengangkat harga karet dan kopi di pasar dunia yang saat ini sedang jatuh.

images
Mendag optimistis pembicaraan ini dapat menaikkan harga karet dan kopi di belantika perdagangan dunia. Ke depan diskusi ini akan melibatkan Thailand dan Malaysia sebagai negara penghasil karet dan kopi. “Kedua negara ini turut merasakan imbas dari penuruan harga kedua komoditas tersebut,

Khusus untuk komoditas karet, Mendag dengan Mentan Vietnam sepakat untuk membentuk task force, sehingga penetapan harga karet dunia dapat ditentukan oleh para produsen. Sementara untuk kerja sama kopi, kedua menteri sepakat untuk melakukan kerja sama peningkatan produksi dan produktivitas kopi spesifikasi kedua negara dan manajemen suplai untuk menjaga stabilitas harga.

Pada kesempatan yang sama, Mendag juga melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat negara dan petinggi perusahaan yang mengikuti pelaksanaan World Economic Forum (WEF) East Asia‎ ke-24. Salah satunya dengan mengajak pejabat negara asal Afrika Selatan (Afsel) melakukan kerja sama perdagangan di Indonesia.

Pertemuan tersebut dilakukan Bos Panasonic Gobel Indonesia ini dengan Mendag Afrika Selatan Rob Davies. “Pertemuan bilateral ini penting untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke depan,” ujar Rachmat.

Pertemuan tersebut pun menghasilkan kesepakatan untuk segera melaksanakan pertemuan ketiga Joint Trade Comittee (JTC). Dalam JTC, nantinya kedua Mendag sepakat untuk membahas Standar Nasional Indonesia (SNI), kerja sama akses pasar, zona ekonomi spesial, serta peningkatan kapasitas UKM, khususnya desain perhiasan, pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA), serta isu regional dan multilateral.

“Melalui JTC, saya yakin dan berharap Afsel dapat menjadi pintu masuk pemasaran produk-produk Indonesia ke negara Afrika lainnya,” terang Mendag

Rachmat menjelaskan saat ini neraca perdagangan Indonesia terhadap Afsel mengalami surplus sebesar USD923 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Afsel mencapai USD1,4 miliar. Sedangkan impor hanya USD477 juta.

Ekspor utama Indonesia adalah kelapa sawit, karet alam, perhiasan, dan kendaraan bermotor. Sementara itu, produk-produk yang diimpor dari Afsel, antara lain kayu, pulp kayu, gula, kapas. Investasi Afrika Selatan di Indonesia mencapai USD500 ribu, utamanya di sektor jasa.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com/read/991734/34/ri-vietnam-bahas-penurunan-harga-karet-dan-kopi-1429462800

Comments are closed.