Ribuan Warga Australia dengan Disabilitas Terancam Menganggur

indexRibuan warga Australia yang mengalami keterbatasan saat ini dipekerjakan oleh lembaga bernama Australian Disability Enterprises. Minggu lalu, ada desakan agar lembaga ini menaikkan upah mereka. Namun, ditakutkan desakan ini justru akan membuat para warga dengan disabilitas tersebut kehilangan pekerjaan mereka.

Komisi Hak Asasi Manusia minggu lalu memberi waktu satu tahun bagi Australian Disability Enterprises untuk menaikkan upah para pekerja mereka, yang saat ini hanya dibayar beberapa dollar per jamnya.

Para aktivis pemerhati disabilitas meminta agar peningkatan ini dilakukan lebih cepat. Namun, lembaga-lembaga yang mempekerjakan warga dengan disabilitas itu berkata bahwa bila itu diimplementasikan terlalu cepat, mereka justru bisa bangkrut, dan para warga tersebut pun akan kehilangan pekerjaan.

Tahun 2012 lalu, sebuah keputusan pengadilan mendapati bahwa sistem yang digunakan oleh Australian Disability Enterprises untuk mempekerjakan ribuan orang sifatnya diskriminatif, dan komisi HAM menyatakan harus ada sistem penggajian baru yang diterapkan dalam waktu 12 bulan.

Saat ini, rata-rata gaji yang diterapkan mendekati 4,5 dollar (Rp 48.000) per jam. Sedangkan upah minimum nasional Australia saat ini adalah 16,37 dollar per jam.

Paul Cain dari Dewan Nasional Disabilitas Intelektual berpendapat bahwa pemerintah harus menjembatani selisih biaya yang terjadi, sementara model yang baru mulai diterapkan.

” Australia dan pemerintah harus memastikan bahwa bila warga dengan disabilitas intelektual dipekerjakan, caranya layak dan tidak mengorbankan hak asasi demi gaji pokok,” ucapnya.

National Disability Services saat ini memayungi 600 perusahaan yang mempekerjakan warga dengan disabilitas. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam berbagai bidang seperti hortikultura, pengepakan, manufaktur ringan, perkebunan, dan mebel.

Ken Baker, juru bicara National Disability Services, menyatakan bahwa para pekerja sangat bangga dengan pekerjaan mereka. Baker mendukung sistem penggajian baru, namun tidak setuju dengan rentang waktu yang ditetapkan.

“Kami berpendapat keputusan ini perlu diminta banding,” ucapnya,

“Komisi bersikap tidak bertanggung jawab dengan membuat keputusan tersebut, karena mempertaruhkan hingga 10.000 warga yang sulit mencari pekerjaan lain.”

Komisi HAM tidak memberi komentar.

Asisten Menteri Bidang Layanan Sosial, Mitch Fifield, menyatakan bahwa pemerintah tetap berusaha menjamin pekerjaan hingga 20.000 warga, dan juga keberlangsunganAustralian Disability Enterprises.

“…Ada banyak warga Australia dengan keterbelakangan intelektual signifikan, yang tak akan bisa bekerja di lapangan kerja biasa, dan karena itulah ; Australian Disability Enterprises begitu penting: karena mereka menyediakan harga diri yang timbul akibat kerja dan kehidupan sosial. Mereka juga memberi keringanan bagi keluarga yang terlibat.”

Fitfield menambahkan bahwa yang perlu dipertimbangkan tidak hanya upah per jam.

Comments are closed.