Risk Appetite Benamkan Harga Emas

harga-emas-turun-andri-2-01062014Bestprofit Pekanbaru – Hingga siang ini, harga emas melemah hingga US$7,10 per troy ounce. Menguatnya hasrat pasar pada aset-aset berisiko (risk appetite) jadi pemicunya.

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Kamis (24/7/2014) hingga pukul 12.56 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$7,10 (0,54%) ke posisi US$1.297,6 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas telah bergerak di bawah Moving Average (MA)200 grafik 4 jam. “Saat ini berada di kisaran US$1.297 per troy ounce,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Menurut dia, penembusan ke bawah MA 200 tersebut berpeluang memberikan tekanan bagi pergerakan harga emas selanjutnya. “Support terdekat di US$1.292. Harga emas berpotensi menguji level support ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, penembusan kisaran US$1.292, membuka peluang pelemahan lebih dalam ke level US$1.285-1.281 per troy ounce. “Sementara level resisten terdekat di kisaran US$1.305 per troy ounce. Pergerakan di atas resisten ini baru membuka peluang penguatan ke area US$1.311-1.315,” ucapnya.

Sentimen risk appetite (hasrat pasar terhadap aset-aset berisiko) membayangi pergerakan harga emas sejak semalam. “Sentimen ini mendorong para pelaku pasar berinvestasi di aset yang lebih beresiko dan berimbal hasil lebih tinggi dan melepas aset aman seperti emas,” timpal Ariston.

Laporan permintaan fisik emas China dari Asosiasi Emas China juga menekan harga emas. Laporan tersebut mengungkapkan, permintaan emas China turun 19,4% pada 6 bulan pertama 2014 dibandingkan tahun sebelumnya.

Tekanan bagi harga emas juga datang dari potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS. “Data ekonomi yang bisa menjadi market mover hari ini adalah data PMI Zona Euro dan data Klaim Tunjangan Pengangguran AS,” imbuh Ariston.

Comments are closed.