SKK Migas Dukung Rencana Pertamina Impor Gas dari AS

imagesJakarta -Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menilai rencana PT Pertamina (Persero) akan mengimpor gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat (AS) suatu langkah tepat. Gas impor dari bisa dimanfaatkan untuk domestik hingga diekspor kembali.

“Pertamina impor LNG dari Amerika Sekitar pada 2018? itu langkah tepat sekali, itu langkah pintar, pintar berbisnis Pertamina-nya,” ungkap Deputi Pengendalian Komersial Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Widhyawan Prawiraatmadja, ditemui di City Plaza, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Widhyawan mengungkapkan, Indonesia memang banyak memiliki produksi gas bumi, bahkan masih menjadi salah satu negara eksportir gas terbesar di dunia. Namun karena kebutuhan gas bumi dalam negeri semakin meningkat, pemerintah mempunyai kebijakan untuk mengurangi ekspor gas. Artinya langkah impor gas sebagai bagian mengamankan pasar gas yang selama ini dipegang oleh Pertamina.

“Sementara Pertamina punya pasar, punya pembeli gas di luar negeri seperti Jepang, Korea Selatan dan lainnya, agar masih bisa pasok dan tidak kehilangan bisnisnya di negara tersebut karena gas dari dalam negeri dikurangi, dia ambil dari negara lain, itu pintar,” ucapnya.

Pada saat Pertamina merealisasikan impor gas pada 2018, harga gas di AS sedang berlimpah sehingga dijual murah. Dengan harga murah itu, Pertamina memungkinkan menjual kembali untuk ekspor ke pembeli-pembeli Pertamina.

“Gas-nya itu kan bisa dibawa ke dalam negeri atau bisa dia jual ke luar negeri,” tambahnya.

Seperti dikatakan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, Pertamina sudah melakukan kontrak pembelian LNG dari Amerika Serikat sebanyak 800.000 meterik kubik per tahun. Impor LNG tersebut akan dimulai pada 2018 dan untuk kontrak tahap awal selama 10 tahun.

Untuk mendukung impor LNG, Pertamina membutuhkan kapal pengangkut LNG ukuran raksasa. Saat ini BUMN energi itu sedang mempersiapkan untuk memesan 2 kapal LNG.

“Kita akan melakukan pengadaan kapal pengangkut LNG, kapasitasnya memang belum ditentukan, kemungkinan 140.000-170.000 meter kubik, kapal kelas very large,” kata Hanung.

Comments are closed.