StanChart Tutup Bisnis yang Nihil Laba

BESTPROFIT PEKANBARU – HONG KONG—Standard Chartered PLC akan menutup unit usaha ekuitas, yang mencakup sektor jual-beli saham serta penjaminan emisi. Sebanyak 200 orang akan kehilangan pekerjaan, disusul 2.000 lainnya dalam sektor perbankan ritel tahun ini. Langkah ditempuh agar perusahaan dapat memangkas $400 juta dari pos pengeluaran dan akhirnya memulihkan laba.

Standard-Chartered-Bank-LOGOBank Inggris yang berfokus di Asia tersebut menutup bisnis ekuitas tunai, riset ekuitas, dan pasar modal ekuitas. Semuanya belum berhasil mencatat laba. Penutupan akan menyisakan anggaran $100 juta bagi perusahaan, menurut pernyataan bank tersebut pada Kamis. StanChart bakal mempertahankan bisnis derivatif ekuitas, juga riset pasar obligasi, valuta asing, dan ekonomi.

StanChart mengaku telah memangkas 2.000 staf di unit perbankan ritel mereka dalam beberapa bulan belakangan. StanChart berencana merumahkan 2.000 karyawan lain pada 2015.

Sebagian besar pendapatan global StanChart bersumber dari operasi bank ritel dan korporasi. Keduanya mengurus tabungan, pinjaman, serta kebutuhan perbankan lain bagi dunia usaha dan konsumen di negara-negara berkembang, khususnya Asia. StanChart juga menjalankan bisnis perdagangan mata uang dan obligasi yang besar. Secara historis, bisnis ini menjadi kekuatan StanChart.

Rencana StanChart keluar dari bisnis ekuitas—yang mereka perkuat pada 2010—mencerminkan langkah serupa dari para pesaingnya. Pada masa-masa setelah krisis finansial, mereka berupaya banting kemudi menjadi bank investasi layanan penuh. Namun, fokus bank-bank itu ke arah perbankan investasi mulai dikendorkan.

StanChart merupakan satu dari tiga bank, termasuk Nomura Holdings Inc di Jepang dan Barclays PLC dari Inggris, yang menggelar aksi rekrutmen besar-besaran dalam beberapa area—seperti perdagangan saham—sesudah krisis finansial 2008. Namun, mereka hanya menunjukkan sedikit kemajuan.

Seperti dua bank lain, pertaruhan StanChart berekspansi kala pesaingnya sedang lemah ternyata tak berjalan baik. Bank-bank besar semacam Goldman Sachs Group Inc serta Citigroup Inc ternyata cepat memulihkan diri sesudah krisis finansial 2008. Sejak saat itu, Nomura dan Barclays kembali kepada kekuatan lama.

StanChart hanya memperlihatkan sedikit kemajuan dalam bisnis pasar modal ekuitas—atau jual-beli saham—di Asia, kawasan bisnis utamanya. Pada 2010, kala mulai memperkuat bisnis ini, StanChart berada pada posisi ke-25 berdasarkan nilai kesepakatan, menurut Dealogic. Posisinya menanjak hingga ke-16 pada 2013, sebelum turun pada posisi ke-24 tahun silam

 (Oleh Enda Curran)

Sumber : http://indo.wsj.com/posts/2015/01/08/stanchart-tutup-bisnis-yang-nihil-laba/?mod=WSJIdn_WSJINDOBisnis_WhatsNews_4_2_Right_Summaries

Comments are closed.