Survei: Masyarakat Masih Pilih Belanja di Pasar Tradisional

Nielsen Media Research Indonesia kembali merilis hasil riset terkait perilaku masyarakat Indonesia jelang pemberlakuan new normal. Hasil riset Nielsen menyebutkan pola berbelanja masyarakat tak banyak berubah selama masa pandemi covid-19.

Director Product Specialist Nielsen Media Indonesia Cerli Wirsal menyampaikan 71 persen masyarakat berbelanja bahan makanan segar atau fresh groceries secara harian.

Sementara 21 persen di antaranya berbelanja secara mingguan dan sisanya atau sekitar 8 persen berbelanja bulanan.

Dari sisi tempat belanja, sebagian besar masyarakat juga lebih memilih pasar tradisional, warung dan tukang sayur untuk membeli bahan makanan segar. Sekitar 70 persen memilih berbelanja harian di warung sementara yang memilih berbelanja di supermarket yang 9 persen dan berbelanja secara online.

“Meskipun pasar atau warung ini adalah tempat keramaian di mana berpotensi penyebaran covid19 tapi karena frekuensinya harian konsumen tetap berbelanja ke pasar becek dan juga ke warung dan tukang sayur,” kata Cerli, Rabu (22/7).

Kendati demikian, untuk bahan non fresh groceries, sebagian besar masyarakat masih memilih berbelanja di supermarket, yakni sekitar 67 persen dari jumlah responden.

“Dan kita lihat yang non fresh groceries kebiasaan mereka untuk berbelanja yang paling besar adalah supermarket atau modern yang kedua adalah warung dan tukang sayur yang kan untuk yang berbelanja di pasar becek itu lebih kecil 16 persen,” ucapnya.

Cerli menjelaskan survei yang dilakukan Nielsen berlangsung pada 18 Mei-5 Juni 2020. Total ada 537 responden dengan usia di atas 10 tahun yang tersebar di 11 kota di Indonesia.

Kota-kota tersebut antara lain Jakarta Bandung, Semarang, Yogjakarta Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang Banjarmasin, dan Makassar.

1Pingbacks & Trackbacks on Survei: Masyarakat Masih Pilih Belanja di Pasar Tradisional