Posts Tagged ‘Best Profit Best Profit Futures Bestprofit PT Best Profit PT Best Profit Futures PT Bestprofit’

Pelonggaran Lockdown Angkat Emas Antam ke Rp918 Ribu per Gram

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp918 ribu per gram pada Jumat (8/5). Harga emas naik Rp5.000 dari Rp913 ribu per gram pada Rabu (6/5).

Sementara harga pembelian kembali (buyback) naik Rp6.000 per gram dari Rp813 ribu menjadi Rp819 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp481 ribu, 2 gram Rp1,77 juta, 3 gram Rp2,64 juta, 5 gram Rp4,38 juta, 10 gram Rp8,7 juta, 25 gram Rp21,65 juta, dan 50 gram Rp43,23 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,4 juta, 250 gram Rp215,75 juta, 500 gram Rp431,3 juta, dan 1 kilogram Rp862,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.729,5 per troy ons atau naik 0,21 persen. Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot tumbuh 0,18 persen ke US$1.719,1 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra melihat harga emas di pasar internasional kembali sejalan dengan pergerakan bursa saham yang positif. Harga emas akan dipengaruhi sentimen pelonggaran kebijakan penutupan akses wilayah (lockdown) di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Menurutnya, pelonggaran memang sempat memberi kekhawatiran munculnya gelombang kedua wabah virus corona. Namun, bisa menggerakkan perekonomian.

“Dunia bisa meniru pelonggaran lockdown yang tidak memicu kasus wabah baru yang terjadi di Korea

Selatan dan Hongkong,” kata Aristo

Hal ini setidaknya juga sudah memberi dampak positif bagi China. Negeri Tirai Bambu membuka aktivitas industri dan ekonomi, sehingga ada peningkatan surplus neraca perdagangan pada April 2020.

“Aktivitas perdagangan China yang perlahan pulih bisa menopang aktivitas ekonomi negara lainnya,” ucapnya.

Selain itu, ada sentimen melambatnya pertambahan jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 baru di beberapa negara di dunia. Saat ini, jumlah kasus virus corona di dunia sebanyak 3,84 juta kasus.

Dari jumlah itu, sebanyak 1,28 juta orang sembuh dan 269.267 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak tetap berada di AS mencapai 1,25 juta, diikuti Spanyol 221 ribu, Italia 215 ribu, Inggris 207 ribu, dan Rusia 177 ribu.

Sentimen Damai Dagang AS-China Kerek Rupiah ke Rp13.732

Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.732 per dolar AS atau sebesar 0,28 persen pada perdagangan pasar spot, Senin (13/1) pagi. Sebelumnya, mata uang Garuda berada di Rp13.772 per dolar AS pada penutupan pasar Jumat (10/1).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,33 persen, ringgit Malaysia 0,15 persen, baht Thailand menguat 0,11 persen, serta lira Turki menguat 0,04 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada yen Jepang sebesar 0,10 persen, serta dolar Singapura yang melemah tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,20 persen, dan dolar Kanada melemah 0,12 persen, dolar Australia 0,01 persen, serta euro melemah tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah ini disebabkan oleh sentimen kesepakatan dagang antara AS dan China.

“Pekan ini pasar fokus ke penandatanganan kesepakatan dagang fase satu AS-China, dan jadwal pembahasan fase dua,” terang Ariston saat dihubungi

Optimisme tersebut, lanjut Ariston, muncul karena pihak AS cukup yakin kesepakatan akan ditandatangani pada pekan ini. Sementara, pemberitaan dari pihak China pun tidak memberikan indikasi batalnya penandatanganan tersebut.

Menurut Ariston, semakin baiknya hubungan dagang antara AS dan China dapat membantu memulihkan pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia.

“Karena pasar masih cukup optimis, rupiah pun masih berpeluang menguat hari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.700 hingga Rp13.800 per dolar AS pada hari ini.

Stasiun Cas Mobil Listrik PLN Paling Murah Rp200 juta

Nilai total investasi lima unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN di yang berada di Jakarta ditaksir mencapai Rp2,8 miliar.

Dijelaskan General Manajer PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Assad, masing-masing SPKLU punya harga berbeda tergantung spesifikasi. SPKLU paling murah disebut jenis medium charging dengan kapasitas 25 kW.

“Yang paling kecil itu medium Rp200 juta, ada tiga unit,” kata Ikhsan ditelepon, Rabu (30/10).

Dia mengungkap SPKLU jenis fast charging 50 kW nilai pengadaannya Rp800 jutaan per satu unit. Sedangkan jenis ultra fast charging nilainya Rp1,4 miliar per unit.

“Buat yang fast dengan ultra fast kami sediakan masing-masing satu unit. Yang ultra dan fast itu ada di kantor PLN Jakarta, Gambir,” katanya.

Cari Termurah

Ikhsan menjelaskan pihaknya sudah mengambil harga termurah untuk pengadaan SPKLU sebab bekerja sama langsung dengan perusahaan penyedia.

Disebut mengatakan ada tiga perusahaan yang memenangkan tender SPKLU PLN yaitu ABB untuk medium charging, Deltaww buat pengadaan ultra fast charging, serta Schneider untuk fast charging.

“Nah itu kami langsung ke pabrikan tidak ke pihak ketiga. Tapi dananya ya tetap dari PLN,” ucap dia.

Pengguna mobil atau sepeda motor listrik yang memanfaatkan SPKLU untuk mengisi energi baterai tidak dikenakan biaya hingga Desember. Pengecasan dengan biaya kemungkinan bakal dilakukan pada tahun depan setelah tarifnya ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ikhsan menjelaskan metode pembayaran biaya pengecasan bakal menggunakan teknologi keuangan atau yang biasa disebut fintech. Tahap pertama, menurut dia, PLN bakal menggandeng Link Aja, aplikasi keluaran Telkomsel.

Setelah itu aplikasi keuangan lain misalnya Ovo atau Gopay juga akan digandeng.

“Ya ini sinergi antar BUMN,” kata dia.

SPKLU disebut Ikhsan tidak seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang memiliki operator. Pengguna mobil listrik yang ingin menggunakannnya mesti melakukan kegiatan itu secara mandiri.

“Tapi tahap pertama ya kami bantu lah, ada petugas yang mengarahkan meski ada petunjuk manual di sana,” ucap Ikhsan.