Posts Tagged ‘best profit futures pekanbaru’

Lima Maskapai Diklaim Taat Aturan Tiket Pesawat di Balikpapan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengklaim lima maskapai mematuhi aturan baru terkait Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat. Klaim tersebut berdasarkan hasil inspeksi Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan inspeksi sebagai bagian dari pengawasan terkait penerapan Keputusan Menteri Perhubungan 106 Tahun 2019 mengenai TBA Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

“Kami akan terus melakukan pengawasan tarif tiket pesawat dan meminta agar operator penerbangan untuk wajib mematuhi aturan baru terkait TBA yang telah disahkan pada 15 Mei 2019,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara, Senin (20/5).

Inspeksi dilakukan terhadap lima Badan Usaha Angkutan Udara, yakni Garuda Indonesia dengan lima rute penerbangan, Batik Air dengan tiga rute terbang, Sriwijaya Air dengan delapan rute terbang, Lion Air dengan 13 rute terbang, dan Citilink sebanyak lima rute terbang.

Di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, inspeksi menemukan penerapan tarif sudah termasuk dengan biaya pungutan Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10 persen, Iuran Wajib Dana Pertanggungan Rp5 ribu, dan Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) Rp100 ribu.

Inspeksi yang dilakukan otoritas bandara setempat, lanjut Polana, tidak menemukan pengenaan biaya tambahan pembayaran atau tuslah.

Sebagai gambaran, Garuda Indonesia selaku maskapai dengan pelayanan penuh (full service) rute Balikpapan-Jakarta mematok tarif Rp1.880.400 dengan TBA baru. Di aturan lama, yaitu Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 72 Tahun 2019, TBA mematok tarif rute serupa sebesar Rp2.185.100.

Batik Air dengan kategori full service rute Balikpapan-Tarakan mematok tarif Rp1.164.300 atau 19 persen lebih rendah dari TBA. Dengan aturan sebelumnya, Batik Air memasang tarif Rp1.429.400.

Sementara, Sriwijaya Air dengan kategori medium service rute Balikpapan-Banjarmasin dibanderol Rp811.200 atau 13 persen lebih rendah dari TBA. Dan, Lion Air berkategori no frills (biaya murah) rute Balikpapan-Yogyakarta dibanderol Rp1.324.900 dari sebelumnya Rp1.732.835.

Polana menuturkan sebagai regulator perhubungan udara, ia diberi mandat untuk mengatur dan mengawasi tarif agar sesuai ketentuan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga persaingan sehat antar maskapai dan melindungi konsumen dari tarif tiket pesawat yang tinggi.

“Bila terjadi pelanggaran, penumpang bisa melaporkan ke posko lebaran di 36 bandar udara,” pungkasnya.

Tri Matikan Jaringan 2G di Beberapa Kota Besar

Chief Commercial Officer Tri Indonesia Dolly Susanto mengatakan bahwa Tri telah mematikan jaringan 2G di beberapa kota besar salah satunya Jakarta.

Dolly beralasan langkah mematikan jaringan 2G itu karena di daerah menengah ke atas sudah tidak memakai 2G. Namun, ia tidak menyebutkan kota besar lainnya.

“Kebanyakan di kota besar seperti Jakarta yang sudah di shutdown (dimatikan), daerah yang masyarakatnya sudah smartphone misalnya daerah menengah ke atas tidak pakai 2G,” ujarnya kepada awak media di Kembang Goela Restaurant, Jakarta, Selasa (7/5).

Lebih lanjut kata Dolly, walaupun jaringan 2G sudah dimatikan tetapi secara fisik site (situs) 2G masih ada hanya fitur 2G-nya saja yang dimatikan.

Ditanya soal jumlah situs 2G saat ini, Tri mengatakan site 2G yang ada kurang dari 15 ribu situs sedangkan pengguna 2G hanya 3 persen dari total pengguna Tri.

Dolly juga menyebutkan bahwa saat ini 95 persen pengguna Tri telah menggunakan smartphone dengan jaringan 3G dan 75 persen menggunakan 4G.

“Kurang dari 15 ribu kayaknya 2G, kita lihat pelanggan sudah tidak ada kita shutdown karena tidak ada yang pakai. 95 persen pakai smartphone [pelanggan Tri] ya jadi 3G sekarang kalau 75 persen itu 4G dari total traffic (lalu lintas),” jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah operator telekomunikasi sempat angkat suara terkait perkembangan jaringan 2G. Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan pihaknya bakal mematikan jaringan 2G karena pengguna tinggal 10 persen dari total pengguna.

Yessie memperkirakan jaringan 2G akan mati secara total dalam kurun waktu dua tahun sampai tiga tahun ke depan dan penutupan 2G ini nantinya akan dimodernisasi ke jaringan 4G.

Selain itu, Indosat Ooredoo menyatakan belum memutuskan untuk mematikan jaringan 2G. Anak perusahaan Ooredoo ini beralasan lebih dari 20 persen pelanggannya masih memanfaatkan jaringan 2G.

Meskipun masih banyak pelanggan yang memanfaatkan jaringan 2G, Head of Network Planning and Optimisation Indosat Ooredoo Kustanto, mengakui jika pelanggan yang menggunakan 2G jumlahnya terus menurun. Ia pun tak menampik jika seiring berjalannya waktu jaringan 2G akan dimatikan.

Senada dengan Indosat Ooredoo, Telkomsel mengungkapkan pihaknya belum berencana menyuntik mati jaringan 2G. Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah menyebut pihaknya justru berencana mematikan jaringan 3G dan memigrasikan pengguna ke layanan 4G.

Antam Cetak Penjualan Rp6,22 Triliun

PT Aneka Tambang Tbk membukukan penjualan Rp6,22 triliun pada triwulan pertama atau naik 9 persen dibandingkan Triwulan I/2018 sebesar Rp5,73 triliun.

Laba kotor perusahaan juga tumbuh sebesar 2 persen menjadi Rp1,03 triliun. Pada periode yang sama, perseroan mencatatkan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (Ebitda) Rp701,47 miliar.

Perusahaan menegaskan capaian Ebitda yang positif didukung dengan capaian produksi dan penjualan komoditas utama yang positif.

Sepanjang triwulan pertama, Antam membukukan laba usaha sebesar Rp304,73 miliar dan mencatatkan laba tahun berjalan Rp171,67 miliar. Nilai penjualan bersih Antam sendiri tercatat sebesar Rp6,22 triliun dengan komoditas emas sebagai komponen terbesar pendapatan perusahaan. Penjualan komoditas itu menyumbang Rp3,94 triliun atau 63 persen dari total penjualan bersih.

Hingga triwulan pertama, perusahaan juga mencatatkan volume produksi feronikel sebesar 6.531 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik 7 persen dibandingkan capaian produksi periode yang sama pada tahun lalu sebesar 6.087 TNi.

“Volume penjualan feronikel ANTAM tercatat sebesar 7.122 TNi atau naik sebesar 33 persen dibandingkan penjualan periode triwulan I/2018 yang mencapai 5.363 TNi,” demikian keterangan tertulis perseroan, Jumat (3/5).

Perseroan menyatakan peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan dengan tercapainya stabilitas operasi produksi pabrik feronikel perusahaan di Pomalaa , Sulawesi Tenggara dengan kapasitas produksi terpasang hingga 27.000 TNi per tahun.

Direncanakan pada Semester II/2019, kapasitas total produksi terpasang feronikel PT Antam akan naik menjadi 40.500 TNi seiring dengan mulai berproduksinya pabrik feronikel di Halmahera Timur.

“Penjualan feronikel merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan Antam, dengan kontribusi sebesar Rp1,23 triliun atau 20 persen dari total penjualan triwulan tahun ini,” demikian perseroan.

Proyek Berjalan

Terkait dengan hilirisasi mineral, PT Antam memfokuskan untuk menyelesaikan proyek pengembangan utama perusahaan, di antaranya adalah pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH). Saat ini, realisasi konstruksi sudah mencapai 95 persen.

Perseroan menyatakan pabrik Feronikel Haltim (Line 1) akan memiliki kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi, akan memasuki fase produksi komersial pada Semester II/ 2019.

“Dengan selesainya proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (Line 1) akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel Antam sebesar 50 persen dari kapasitas produksi feronikel terpasang saat ini sebesar 27.000 TNi menjadi 40.500 TNi per tahun,” demikian PT Antam.

Sedangkan terkait dengan komoditas bauksit, saat ini PT Antam terus memfokuskan pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery bekerjasama dengan PT Inalum (Persero) sebagai Holding Industri Pertambangan.

Direncanakan pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 1 juta ton SGA per tahun (Tahap 1) akan mulai berproduksi pada 2022.

1 2 3 70