Posts Tagged ‘best profit futures pekanbaru’

BP-AKR Corpindo Siap Kerja Sama Bangun 20 SPBU Tahun Ini

PT.Bestprofit – Perusahaan energi internasional BP dan AKR Corporindo berencana membangun 20 Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) tahun ini. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).

Perusahaan energi internasional BP dan AKR Corporindo berencana membangun 20 Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) sepanjang 2019. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari target nasional pembangunan 350 SPBU di Indonesia dalam setahun ke depan.

Pada 2017 lalu, kedua entitas telah mendirikan perusahaan patungan (joint ventures) di bidang pemasaran bahan bakar minyak (BBM) ritel PT Aneka Petroindo Raya (APR). Saat ini, APR telah mengoperasikan empat SPBU BP AKR Fuel Retails yaitu, satu SPBU di Bumi Serpong Damai Tangerang mulai 28 November 2018, satu SPBU di Jababeka Cikarang per 20 Desember 2018, satu SPBU di Cibubur per 31 Januari 2019, dan satu SPBU di Bintaro per 13 Februari 2019.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Vice President of New Markets BP Downstream Neale Smither mengungkapkan perusahaan melihat potensi pasar cerah di Indonesia yang didukung oleh pertumbuhan kelas menengahnya. Selain itu, jumlah pengguna kendaraan bermotor yang membutuhkan BBM juga besar. Maka itu, BP tak khawatir akan sulit mendapatkan pasar, meski PT Pertamina (Persero) dan beberapa perusahaan asing lain sudah lebih dulu masuk sebagai pemain.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di kawasan regional dan kami bangga memasuki pasar ini bersama mitra kami,” ujar Neal dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/2).

Salah satu strategi yang dilakukan perusahaan adalah dengan menawarkan produk BBM yang memiliki formula khusus untuk mengatasi kotoran yang akan membantu melindungi mesin dari penumpukan kotoran dan mempertahankan performa kendaraan.

Selain itu, SPBU BP juga mengusung konsep one stop shop dalam hal ini pengunjung SPBU tidak hanya membeli bensin tetapi juga bisa menikmati produk dari mitra lokal seperti Alfamart, Toko Kopi Tuku,

dan Martabak Orins.

Di tempat yang sama, Direktur APR Peter Molloy mengungkapkan untuk tahap awal akan dibangun 20 – 25 SPBU per tahun di wilayah Jakarta dan sekitarnya dan Surabaya. Ke depan, bisa mencapai 35 SPBU per tahun dan merambah ke kota-kota lain. Namun, besaran investasi yang disiapkan enggan diungkap.

“Kami akan berada di sini untuk waktu lama. Ini merupakan bisnis jangka panjang,” ujar Peter.

Direktur Utama AKR Haryanto Adikoesoemo mengungkapkan kemitraan kedua entitas bakal memperkuat komitmen jangka panjang di industri di Indonesia.

“Dengan kesempatan ini, baik BP dan AKR bermaksud untuk mengembangkan dan menawarkan pengalaman yang berbeda kepada konsumen Indonesia dengan memanfaatkan kemampuan dan keahlian yang telah terbukti dari BP dan AKR di Indonesia,” ujarnya.

Mengutip data Kementerian ESDM, SPBU BP AKR Fuels Retail menjual empat produk yaitu bensin beroktan 90 (BP 90), bensin beroktan 92 (BP 92), bensin beroktan 95 (BP 95), dan BP diesel dengan cetane number 48.

Per 6 Februari, BP90 dibanderol seharga Rp9.350 per liter, BP92 Rp9.900 per liter, BP95 Rp10.950 per liter dan BP Diesel Rp11.100 per liter.

Jika dibandingkan dengan produk bensin Pertamina dengan oktan sejenis, produk BP bisa dibilang lebih mahal. Per 10 Februari 2018 lalu, harga Pertalite yang beroktan 90 ada di kisaran Rp7.650- Rp8.000 per liter dan Pertamax dengan oktan 92 di kisaran Rp9.850 – Rp10.150 per liter.

Aliran Dana Asing Bikin IHSG Makin Kokoh

PT.Bestprofit РAliran modal asing yang terus masuk ke Indonesia diprediksi membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap melaju di zona hijau. Sejak awal tahun, pelaku pasar luar negeri tak henti-hentinya memborong saham Indonesia.

William Surya Wijaya, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas melihat indeks akan menguat dalam jangka menengah ditopang oleh aksi beli asing. Dengan begitu, terbuka peluang buat IHSG tembus ke level 6.400.

“Hal ini tentunya juga turut ditunjang oleh kuatnya fundamental perekonomian kita yang terlihat dari rilis data perekonomian yang terlansir,” papar William dalam risetnya, dikutip Kamis (10/1).

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

RTI Infokom mencatat asing beli bersih (net buy) di pasar reguler kemarin sebesar Rp500,1 miliar, sedangkan di seluruh pasar sebesar Rp836,77 miliar. Sementara, sepanjang pekan lalu pelaku pasar asing juga net buy Rp2,9 triliun.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat, rentang pergerakan hari ini 6.123-6.421,” terang William.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan berpendapat, IHSG sebenarnya sudah berada dalam area jenuh beli (overbought) dari kacamata teknikal. Maka itu, pasar saham dalam negeri diramalkan merah hari ini.

“Namun pelemahan diperkirakan terbatas didorong oleh kuatnya nilai tukar rupiah dan january effect,” ucap Dennies melalui risetnya.

Saat penutupan indeks saham kemarin, rupiah berada di level Rp14.125 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,14 persen. Sepanjang hari itu mata uang garuda tersebut bergerak dalam rentang Rp14.093-Rp14.182 per dolar AS.

Adapun, januari effect merupakan sebuah istilah yang menggambarkan penguatan sejumlah saham yang biasanya terjadi pada awal tahun. Dengan sentimen itu, pelaku pasar lokal dan asing termotivasi untuk belanja saham demi menikmati cuan.

Meski Dennies memproyeksi IHSG melemah, tapi dalam pergerakannya indeks berpotensi menginjakkan kaki di level 6.300. Menurutnya, rentang support pergerakan IHSG hari ini 6.236-6.254 dan resistance 6.300-6.328.

Sebagai informasi, IHSG kemarin ditutup di level 6.272, naik tipis 0,15 persen. Sebagian besar saham atau sebanyak 237 saham bergerak di zona hijau, 173 saham melemah, dan 134 sisanya stagnan.

Pergerakan positif juga terjadi di bursa saham Wall Street. Tadi malam Dow Jones ditutup menguat 0,39 persen, S&P500 0,41 persen, dan Nasdaq Composite 0,87 persen.

Harga Batu Bara Acuan RI Januari 2019 Merosot

PT.Bestprofit – Harga Batu bara Acuan (HBA) masih melanjutkan tren penurunan. Pemerintah menetapkan HBA Januari 2019 sebesar US$92,41 per ton, atau turun tipis dari bulan lalu yang ditetapkan US$92,51 per barel.

Hal itu tercantum dalam Keputusan Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 01 K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan HBA untuk Januari 2019.

Sebagai informasi, HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan Platts’s 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas disetarakan pada kalori 6332 kcal per kilogram (kg) GAR, total sulfur 0,8 persen, total kelembapan 8 persen dan ash 15 persen.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan harga batu bara menurun karena impor batu bara China dibatasi, sementara permintaan negara lain relatif normal.

“HBA turun karena pembatasan impor (batu bara) China,” ujar Agung melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/1).

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengungkapkan pembatasan impor China berdampak besar pada permintaan batu bara dunia, terutama batu bara kalori rendah. Pada akhirnya, berdampak pada pembentukan harga. Seperti diketahui, China merupakan konsumen batu bara terbesar di dunia.

“Sebagian besar ekspor kita ke China. Dari ekspor kita ke China, sebagian besar merupakan batu bara kalori rendah,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, dampak penurunan harga pada setiap perusahaan berbeda-beda. Kinerja keuangan perusahaan yang menghasilkan batu bara kalori tinggi relatif lebih terjaga. Sementara itu, perusahaan yang menghasilkan batu bara kalori rendah justru ketar-ketir.

Salah satu cara perusahaan menghadapi tren penurunan harga adalah melakukan efisien biaya. Dengan demikian, perusahaan bisa menjaga margin usahanya.

“Dengan penurunan harga, margin usaha makin tipis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra memperkirakan pasar batu bara bulan depan masih akan melanjutkan penurunan mengingat tahun baru Imlek bakal dirayakan tahun depan.

“Biasanya, China akan libur satu-dua minggu pada tahun baru Imlek,” ujarnya.

Tren penurunan harga batu bara telah terjadi sejak September 2018 di mana HBA ditetapkan sebesar US$104,81 per ton, turun dari HBA Agustus US$ 107,83 per ton.

Kemudian, penurunan berlanjut pada Oktober yang merosot menjadi US$ 100,89 per ton dan November US$ 97,90 per ton.

1 2 3 67