Posts Tagged ‘Best Profit’

AS Beri Waktu RI Penuhi Syarat Pembebasan Bea Masuk

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi waktu pemenuhan syarat perpanjangan fasilitas preferensi tarif bea masuk impor (Generalized System of Preference/GSP) kepada Indonesia sampai akhir bulan ini.

GSP merupakan fasilitas bebas tarif bea masuk impor untuk komoditas tertentu yang diberikan AS kepada Indonesia. Namun, pemberian fasilitas itu dievaluasi oleh pemerintah AS.

Hasil evaluasi menyatakan bahwa pemerintah AS mempertimbangkan pencabutan pemberian fasilitas GSP karena beberapa kebijakan di Indonesia dianggap menghambat dunia usaha asal Negeri Paman Sam. Untuk itu, bila Indonesia masih ingin memperoleh fasilitas GSP, maka Indonesia perlu melihat kembali sejumlah persyaratan baru yang disampaikan AS.

Beberapa hal yang sempat dipermasalahkan AS dari Indonesia, yaitu terkait kebijakan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang membuat Visa dan Mastercard tidak bisa memproses transaksi masyarakat Indonesia di dalam negeri.

Kemudian, soal rencana pemerintah membentuk pusat data (data center) bagi perusahaan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang beroperasi di dalam negeri.

“Pada dasarnya kita (Indonesia) bisa selesaikan secara menyeluruh. Sesuai komitmen, semua persyaratan sudah dipenuhi. Juni ini dipenuhi semuanya,” ucap Enggar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/6).

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Sayangnya, Enggar enggan merinci seperti apa saja kebijakan pemerintah Indonesia terhadap berbagai hal yang sempat dikeluhkan AS dan dijadikan syarat untuk evaluasi GSP ke depan. Ia hanya menekankan semua keluhan dari AS sudah menemukan jalan keluar.

Berlaku 18 Juni, Kemenhub Beri Toleransi Izin Taksi Online

 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberi toleransi pemberlakuan aturan taksi online bagi pengemudi yang belum mengantongi izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus (ASK). Toleransi berupa kelonggaran waktu selama dua bulan dari tenggat penetapan aturan, yakni 18 Juni 2019, untuk menyelesaikan perizinan.

Setelah itu, Kemenhub akan memberlakukan sanksi Undang-undang Lalu lintas yang berlaku, yakni tilang melalui Polri.

“Sementara mungkin ada tahapan, biasanya di polisi itu 1-2 bulan nanti akan ada tindakan simpatik dulu, setelah tindakan simpatik cukup waktu baru kami ada tindakan hukum,” kata Direktur Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Kamis (13/6).

Regulasi taksi online tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.118 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

“18 Juni tetap kami berlakukan. Kami beri peluang bagi para pengemudi untuk menyelesaikan yang belum selesai menyangkut masalah perizinan,” ujarnya di Kantor Kemenhub, Kamis (13/6).

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen Ferary Wilmar mengeluhkan biaya pendapatan negara bukan pajak (PNBP) untuk izin ASK yang tinggi. Maka itu, dia mengusulkan biaya untuk UMKM seharusnya di bawah nominal untuk badan hukum.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

“Karena dalam PP 15 belum mengatur, ia cuma mengatur PNBP untuk badan hukum, yakni PT dan koperasi. Makanya kami disini mengusulkan sejak dari awal sebetulnya untuk UMKM harganya harusnya di bawah dari badan hukum,” ujarnya.

Cara Mengamati Jupiter Malam Ini di Indonesia

Malam ini, planet Jupiter bisa dilihat dengan jelas dari Bumi. Pasalnya, Jupiter akan mencapai posisi terdekatnya dengan Bumi. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Jupiter bisa diamati dari seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Jupiter berada pada posisi berlawanan arah dengan matahari (oposisi). Jadi bisa disebut Jupiter purnama,” ujar Thomas kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/6).

Thomas menjelaskan, pada saat matahari terbenam, Jupiter terbit di ufuk timur. Pada malam hari akan tampak sebagai bintang cemerlang sampai menjelang matahari terbit. Sayangnya, Thomas mengungkap Jupiter hanya akan terlihat sebagai bintang terang jika dilihat dengan mata telanjang.

Sementara itu, jika menggunakan teleskop bisa melihat permukaan Jupiter.

“Permukaan Jupiter bisa terlihat dengan konfigurasi warna atmosfer yang khas dan beberapa satelit yang mengitarinya.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Sebelumnya, NASA telah mengungkap bahwa Jupiter merupakan planet terbesar di sistem tata surya ini.

“Planet terbesar sistem tata surya ini akan terlihat seperti permata yang indah dan terang walau dengan mata telanjang, tapi akan terlihat fantastis melalui teropong atau teleskop kecil, yang akan memungkinkan Anda untuk melihat empat bulan terbesarnya,” tulis badan ruang angkasa ini di laman resminya.

Planet Jupiter yang merupakan terbesar dalam tata surya ini akan terlihat dengan lebih terang pada 10 Juni 2019 mendatang ketika planet ini mencapai oposisinya ketika Jupiter, Bumi, dan matahari berada dalam satu garis lurus.

Meski demikian, di bulan ini tak cuma Jupiter saja yang bakal terlihat tapi juga ada fenomena lainnya. NASA menetapkan sepanjang bulan sebagai bulan yang penuh fenomena astronomi.

Dari tanggal 14 sampai 19 Juni, Anda bisa melihat ‘susunan indah’ bulan, Jupiter, dan Saturnus yang berubah setiap malam saat bulan mengorbit bumi.

“Ketika Anda sedang mengagumi trio ini, Anda akan melihat sebuah pergerakan yang rapi hanya hanya dengan memperhatikan pergerakan bulan dari malam ke malam.”

1 2 3 277