Posts Tagged ‘Best Profit’

Warga Harus Hemat Energi sebelum Beralih ke Energi Terbarukan

BESTPROFIT Masyarakat diimbau melakukan gerakan hemat energi sebelum benar-benar beralih ke penggunaan energi terbarukan. Pasalnya, diketahui sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global telah terjadi sejak pertengahan abad ke-20.

“Memang berat untuk beralih ke energi terbarukan karena alasan biaya yang mahal. Tapi, bukan jadi alasan untuk kita tidak menghemat energi yang didapat dari fosil sekarang,” ujar Founder Center for Public Relation, Outreach and Communication (CPROCOM) Emilia Bassar dalam forum ‘Renewable Energy to Save Earth from Climate Change’ seperti dikutip dari Antara.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Perempuan yang juga merupakan aktivis lingkungan itu memaparkan beberapa cara menghemat energi fosil. Salah satunya dengan cara penggunaan transportasi publik, sehingga bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak bumi.

“Kemudian yang kedua di rumah bisa menggunakan lampu LED, dan meminimalisasi penggunaan barang-barang elektronik yang membutuhkan listrik,” tuturnya.

Emilia mengatakan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20. Kemungkinan besar penyebabnya yaitu meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca (seperti CO2) akibat aktivitas manusia.

CO2 ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang panjang yang dipancarkan bumi, sehingga panas tersebut akan tersimpan pada permukaan bumi.

“Hal ini akan terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata permukaan bumi terus meningkat,” kata Emilia.

Ekspor Minyak Arab Saudi Minim Dorong Harga Minyak Dunia

BESTPROFIT- Harga minyak mentah berjangka dunia menguat pada perdagangan pekan lalu, dipicu merosotnya ekspor minyak Arab Saudi, persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang menurun, serta jumlah pengeboran minyak AS yang berkurang.

Dilansir dari Reuters, Senin (22/4), harga minyak mentah Brent pada pekan lalu menguat 0,6 persen menjadi US$72,97 per barel. Kenaikan tersebut terjadi selama empat pekan berturut-turut.

Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar 0,2 persen menjadi US$64 per barel. Artinya, WTI telah menguat selama 7 pekan berturut-turut.

Sebagai catatan, pada pekan lalu, periode dagang hanya berlangsung sampai Kamis (18/4). Pasalnya, pada hari Jumat (19/4) aktivitas perdagangan di berbagai negara libur dalam rangka memperingati wafatnya Isa Al Masih.

Berdasarkan data Joint Organization Data Initiatives, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Februari 2019 merosot 277 ribu barel dibandingkan Januari menjadi kurang dari 7 juta barel per hari (bph).

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Di AS, Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mencatat penurunan persediaan minyak mentah, bensin, dan minyak distilasi pekan lalu. Khusus pasokan minyak mentah menurun di luar perkiraan dan merupakan pertama dalam empat pekan.

“Saya pikir cukup jelas pasokan yang mengetat dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan permintaan yang mereda merupakan dorongan bagi pasar hingga menyentuh level tertingginya dalam lima bulan,” ujar Wakil Kepala Riset Pasar Tradition Energi Gene McGillian di Stamford, Connecticut.

Pekan lalu, perusahaan energi AS memangkas jumlah rig pengeboran minyak untuk pertama kalinya dalam tiga pekan. Pemangkasan tersebut terjadi seiring turunnya proyeksi pertumbuhan minyak shale, sumber minyak terbesar AS.

Perusahan layanan sektor energi Baker Hughes mencatat, jumlah rig AS turun 8 pada pekan yang berakhir 18 April 2019. Jumlah rig merupakan indikator awal produksi di masa mendatang.

Harga minyak tahun ini telah mendapatkan dorongan dari kesepakatan pemangkasan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara sekutunya, termasuk Rusia. Sejak Januari 2019 lalu, kelompok yang dikenal dengan sebutan OPEC+ ini sepakat memangkas produksinya sebesar 1,2 juta bph.

Pasokan global juga makin ketat akibat pengenaan sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran yang merupakan anggota OPEC.

Pada April lalu, data tanker dan sumber Reuters menyatakan produksi minyak mentah Iran telah merosot ke level terendahnya tahun ini. Hal ini mengindikasikan berkurangnya minat pembeli sebelum tekanan lebih besar dari AS yang telah diperkirakan.

Selanjutnya, kuatnya data penjualan ritel AS dan pendapatan perusahaan meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang sebelumnya dipicu oleh hasil survei manufaktur di Asia dan Eropa yang mengecewakan.

Namun demikian, reli kenaikan harga pada pekan lalu tertahan oleh penguatan dolar AS terhadap mata uang negara lain. Sebegai catatan, penguatan dolar AS membuat harga minyak mentah menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli global.

“Penguatan dolar AS secara signifikan, khususnya terhadap Euro, cenderung membatasi minat pembelian,” ujar Pimpinan Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch dalam catatannya.

Ditinggal Dua Bos, Goviet Rekrut Mantan Bos Facebook Vietnam

BESTPROFIT- Gojek merekrut mantan kepala Facebook di Vietnam untuk menjadi pemimpin Goviet. Christy Trang Le akan menjabat sebagai general manager Goviet setelah sebelumnya memimpin bisnis Facebook di Vietnam sealam sembilan bulan.

“Pengalaman Christie sebagai pengusaha yang sukses membuatnya cocok untuk membawa Goviet ke depan,” jelas Andrew Lee, Head of International Expansion Gojek.Le berhenti dari Facebook pada awal 2019. Le sendiri dikenal sebagai salah satu pendiri startup perangkat wearable Misfit yang diakuisisi pembuat jam ternama Fossil pada 2015 dengan harga US$260 juta atau sekitar Rp Rp 3,6 triliun. Pascaakuisisi, Le menjadi Vice President of Operation dan Managing Director Fossil di Vietnam, seperti dilaporkan Deal Street Asia.

Le menggantikan Nguyen Vu Duc dan Nguyen Bao Linh mengundurkan diri sebagai General Director dan Deputy General Manager pada akhir Maret.

“Saya telah melihat bagaimana kesuksesan platform multi-layanan Gojek telah mengubah kehidupan banyak orang di Indonesia dan ingin melihat hal yang sama terjadi di Vietnam,” kata Le dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari TechCrunch.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Pengunduran diri kedua eksekutif ini merupakan pukulan telak bagi Gojek. Pasalnya pengunduran diri ini membuat Goviet tidak memiliki pemimpin.

Gojek mengatakan bahwa keduanya tetap memiliki posisi sebagai penasihat. Akan tetapi, keluarnya mereka memicu isu bahwa ambisi Gojek untuk berekspansi tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Gojek saat ini memiliki valuasi US$ 9,5 miliar atau sekitar Rp 133,7 triliun. Gojek juga telah memperluas layanan ride-hailing ke ke Thailand dan Singapura, Filipina juga masuk dalam rencana ekspansi Gojek.

Sama seperti di Tanah Air, Gojek dan Grab bersaing sengit di Vietnam. Pada Februari, Gojek mengatakan bahwa mereka memperkirakan telah meraih 40 persen pangsa pasar ojek online.

Angka ini diraih hanya dalam waktu tiga bulan sejak diluncurkan pada Agustus. Goviet juga mengklaim layanan pengiriman makanan menjadi pemimpin dibandingkan layanan pengiriman makanan lainnya.

Gojek dalam sebuah pernyataan mengatakan Goviet telah menyelesaikan jutaan perjalanan dan tumbuh sebesar 50 persen per bulan.

1 2 3 263