Posts Tagged ‘Best Profit’

Gilead Bakal Akuisisi Immunomedics Senilai Rp312 Triliun

Gilead Sciences, perusahaan biofarmasi Amerika Serikat (AS), akan meng-akuisisi Immunomedics senilai US$21 miliar atawa setara Rp312 triliun (kurs Rp14.850 per dolar AS).

Gilead mengakuisisi Immunomedics seharga US$88 per saham. Harga ini dua kali lipat dari harga yang diperdagangkan di bursa saham, yaitu US$42,5.

Akuisisi dimaksudkan untuk melebarkan sayap bisnis Gilead untuk pengobatan berbagai jenis kanker yang menjadi konsentrasi perusahaan.

Kesepakatan ini sekaligus membuat Gilead menggenggam Trodelvy, obat antibodi untuk kanker payudara pada tahap lanjutan dari Immunomedics. Obat itu telah mendapatkan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) pada April lalu.

“Akuisisi ini adalah kemajuan signifikan dalam pekerjaan Gilead untuk membangun portofolio onkologi yang kuat dan beragam,” ungkap Daniel O’Day, Ketua dan CEO Gilead dalam pernyataan, dilansir

Senin (13/9).

Trodelvy, lanjut O’Day, merupakan pengobatan transformasional yang disetujui untuk mengobati penyakit kanker.

“Kami akan terus mengeksplorasi potensinya untuk mengobati jenis kanker lainnya, baik sebagai monoterapi maupun dalam kombinasi dengan pengobatan lain,” tutur dia.

Aksi akuisisi tersebut akan diselesaikan pada kuartal keempat tahun ini. Gilead akan membayar transaksi tersebut dengan uang tunai sebesar US$15 miliar dan US$6 miliar lainnya dalam bentuk utang.

Gilead sebelumnya naik daun setelah mengklaim menemukan salah satu obat untuk penyakit covid-19 (virus corona) melalui remdesivir. Covid-19 menjadi pandemi di seluruh dunia yang hingga kini vaksinnya masih dalam proses pengujian oleh banyak perusahaan farmasi.

Harga Pertalite Turun, Setara Premium jadi Rp6.450 per Liter

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite turun menjadi Rp6.450 per liter. Harga ini setara dengan BBM jenis Premium. Tetapi, harga ini hanya berlaku di wilayah Tangerang Selatan setelah PT Pertamina (Persero) memberikan diskon.

“Promo ini berlaku di 38 SPBU di wilayah Tangerang Selatan untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot), termasuk taksi pelat kuning,” ujar Unit Manager Communication Relations dan Marketing Operation Region III Pertamina Eko Kristiawan, dikutip Senin (14/9).

Promo ini merupakan bagian dari program Langit Biru yang sudah dilaksanakan sebelumnya di Kota Denpasar, awal Juli lalu. Program ini dalam rangka mengajak masyarakat menggunakan BBM berkualitas dan mendukung pemerintah tentang pengendalian pencemaran udara sesuai PP 41/1999.

Menurut Eko, upaya mengurangi pencemaran udara dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor. Salah satunya, dengan penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

“Hal ini juga sejalan dengan cita-cita Pemkot Tangerang Selatan untuk menciptakan lingkungan sehat. Kami harap masyarakat berperan aktif menggunakan BBM yang lebih berkualitas dan membirukan langit Tangerang Selatan,” terang Eko.

BBM berkualitas yang dimaksudkan Pertamina, yakni minyak dengan kadar oktan (RON) tinggi. BBM jenis itu lebih ramah lingkungan karena rendah emisi. Di samping alasan, BBM yang berkualitas akan berdampak pada performa kendaraan dan irit.

“Pertamina terus mendorong penggunaan produk BBM berkualitas, seperti Pertalite dengan RON 90, Pertamax RON 92, dan Pertamax Turbo RON 98,” imbuhnya.

Kasus Pahala Express, Buruh Desak Polisi Tetapkan Tersangka

Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mendesak Polda Metro Jaya segera menetapkan tersangka atas dugaan pelanggaran hak buruh di PT Pahala Express.

Sebelumnya, para buruh melaporkan perusahaan logistik nasional itu ke pihak kepolisian karena diduga tidak membayar upah sesuai Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) setempat.

Ketua Departemen Hukum dan Advokasi KPBI Nelson Saragih menyebut penetapan tersangka ini perlu dilakukan segera sebagai tindak lanjut dari laporan yang sudah diberikan para buruh ke pihak kepolisian.

Selain itu, agar oknum pelanggar hak buruh di Pahala Express mendapat efek jera dan memberi keadilan pada hak buruh.

“Tersangkanya ditemukan demi tegaknya kepastian hukum dan keadilan bagi pekerja Pahala Express,” ujar Nelson dalam keterangan resmi, Rabu (9/9).

Dalam laporan yang disampaikan KPBI ke Polda Metro Jaya pada 13 Mei lalu, Pahala Express diduga telah melanggar hak-hak buruh. Salah satunya tidak membayar upah sesuai UMK.

“Sebagian besar buruh yang bekerja di jasa logistik itu hanya mendapatkan upah di kisaran Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan,” ungkap KPBI.

Bahkan, ketika ditambah dengan tunjangan produktivitas, seperti uang makan dan lainnya pun, upah para buruh tidak mencapai UMK Kota Bekasi sebesar Rp4,5 juta.

Padahal, menurut Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, disebutkan bahwa perusahaan harus membayar sesuai UMK.

Bila tidak, maka ada ancaman pidana selama empat tahun yang harus ditanggung. “Kami sangat berharap kiranya melalui percepatan proses penyelidikan dan penyidikan dapat terungkap dengan terang dugaan tindak pidana ketenagakerjaan,” kata KPBI.

Kondisi para buruh pun semakin tertekan sejak pandemi virus corona atau covid-19 mewabah di Indonesia. Khususnya ketika momen pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), di mana pembayaran cuma cair sekitar 25 persen dari seharusnya.

“Perusahaan bilangnya merugi, tapi tidak pernah menunjukkan audit laporan keuangan,” kata Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Jumisih.

Selain itu, perusahaan juga tidak mengikutsertakan buruh sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Mereka menerapkan sistem hubungan kerja yang tidak jelas, seperti kontrak dan mitra. Apalagi, hak-hak maternitas buruh perempuan juga tidak dipenuhi,” terangnya.

1 2 3 444