Posts Tagged ‘Best Profit’

Positif Corona, Istri Wali Kota Tidore Kepulauan Wafat

Istri Wali Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut), Sulama Ali Ibrahim meningal dunia, Minggu (31/5) pukul 22.30 WIT.

Perempuan berusia 56 itu meninggal saat tengah dirawat di RSUD Chasan Boesoirie Ternate lantaran terinfeksi virus corona (Covid-19).

Sebelumnya ia sempat dirawat di RSD Tidore Kepulauan sejak Senin (25/5) dengan gejala batuk dan demam. Lalu, hasil tes swab yang keluar pada Jumat (29/5) menunjukkan bahwa Sulama positif terinfeksi Covid-19.

Koordinator Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, Muliadi Tutupoho membenarkan kabar telah tiadanya Sulama serta status medisnya tersebut.

“Istri Wali Kota Tikep Ibu Hajah Sulama meninggal dunia malam ini pada jam 22.30 di Rumah Sakit Chasan Boesoeirie di usia 56 tahun. Tercatat sebagai Pasien 139 dan terkonfirmasi positif pada tanggal 29 Mei 2020,” ujar Muliadi.

Sulama diduga tertular Covid-19 lewat transmisi lokal usai berkontak erat dengan Pasien 100 yang merupakan mendiang Sekretaris Kota Tikep.

Informasi yang dihimpun

mendiang Sulama rencananya dimakamkan besok pagi di Kelurahan Gurabati, Kota Tikep, dengan protokol pemulasaran jenazah Covid-19.

Sementara itu, Wali Kota Tikep sendiri hingga saat ini masih menjalani isolasi di RSUD CB lantaran terinfeksi Covid-19.

Lewati Jakarta, Jatim Tembus Rekor Harian Kasus Baru Corona

Provinsi Jawa Timur mencatatkan jumlah kenaikan kasus harian positif Covid-19 terbanyak sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus pertama dan kedua pada 2 Maret 2020 lalu.

Berdasarkan laporan media harian Covid-19 per 31 Mei 2020 hingga pukul 12.00 WIB, penambahan kasus positif di Jawa Timur mencapai 244 kasus. Secara akumulasi jumlah kasus positif di Provinsi tersebut mencapai 4.613 kasus.

“Yang pertama Jawa Timur, sekarang jadi 244 positif. Ada penambahan dibanding kemarin sebanyak 199,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konfrensi pers di Graha BNPB, Minggu (31/5).

Tambahan kasus harian tersebut merupakan yang tertinggi dari seluruh provinsi. Posisi kedua disusul oleh DKI Jakarta dengan penambahan kasus 118 orang, sehingga secara kumulatif penderita Covid-19 di wilayah Ibu Kota negara ini mencapai 7.348 orang.

Kemudian, posisi ketiga ada Nusa Tenggara Barat dengan penambahan kasus positif sebanyak 42 orang.

jumlah kenaikan kasus terbanyak sebelumnya pun sempat terjadi di Provinsi DKI Jakarta pada 16 April lalu, yakni sebanyak 223 kasus.

Selain episentrum, DKI Jakarta saat ini punya kasus corona terbanyak yakni 7.348 kasus.

Wilayah provinsi Jawa Timur saat ini memang acap kali menempati posisi tertinggi dalam penyebaran Covid-19 hariannya dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu wilayah yang menjadi rawat penyebaran adalah Kota Surabaya.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dr Joni Wahyuhadi bahkan menyebut Surabaya berpotensi menjadi Kota Wuhan, China, tempat pertama kali corona ditemukan dan mewabah.

Kala itu, dia menyebutkan bahwa 65 persen pasien Covid-19 di Jatim, disumbang oleh tiga daerah yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

“65 persen Covid-19 ada di Surabaya Raya, ini tidak main-main kalau kita tidak hati-hati maka Surabaya bisa jadi Wuhan,” kata Joni, di Surabaya, Rabu (27/5).

Maka itu, Joni mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus untuk menurunkan rate of transmission (tingkat penularan) Covid-19, terutama di Surabaya yang saat ini masih mencapai angka 1,6.

Pertamina Gandeng Korea Bangun Kilang Dumai Senilai Rp22 T

PT Pertamina (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan konsorsium perusahaan Korea menandatangani pengembangan proyek RDMP Unit Pengolahan II Dumai. Proyek kilang Dumai tersebut bernilai US$1,5 miliar atau setara Rp22 triliun (kurs Rp14.660 per dolar AS).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan kilang Dumai dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak dan bahan bakar minyak dalam negeri.

“Sehingga, akan mengurangi ketergantungan impor minyak Indonesia yang diharapkan mampu mengatasi defisit transaksi berjalan ke depan,” ujarnya mengutip Antara, Jumat (22/5).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang, Direktur Utama Nindya Karya Haedar Karim, dan konsorsium Korea diwakili oleh Chairman DH Global Holdings Co. Ltd. Jung Sam Seung, serta disaksikan secara virtual oleh Bahlil.

Menurut Bahlil, inisiatif kerja sama diprakarsai dari kunjungannya ke Korea Selatan pada akhir tahun lalu. Ia menyebut mengawinkan ketiga pihak dalam proyek kilang Dumai. “Saya harap investasi dapat memiliki makna strategis, di mana harga minyak mentah saat ini lagi turun,” imbuh dia.

Bahlil menilai proyek RDMP Unit Pengolahan II Dumai penting karena merupakan salah satu kilang prioritas Pertamina.

“Semoga dapat berjalan dengan baik serta dapat memberikan multiplier effect (dampak ganda) terhadap pemerataan pembangunan di Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.

Penandatanganan nota kesepahaman sejalan dengan upaya mendukung percepatan pelaksanaan megaproyek tersebut, yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

BKPM mendorong terciptanya kemitraan strategis antara perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk menjalankan proyek tersebut.

“Begitu penandatanganan dilakukan, kami bisa langsung masuk masa percepatan. Kami akan libatkan juga pengusaha nasional yang ada di daerah, sehingga terjadi kolaborasi. Kami juga akan bantu terkait insentif fiskal dan perizinannya. Tidak perlu ada keraguan. BKPM akan bantu proyek ini,” terang Bahlil.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang membenarkan kilang Dumai menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, Nindya Karya dan konsorsium Korea telah menjadi strategic partner bersama Pertamina dan akan melakukan kajian upgrading kilang Dumai. Pertamina berharap Desember 2020 ada milestone penting yang dapat dicapai,” jelasnya.

Direktur Utama Nindya Karya Haedar Karim menyambut dengan serius kerja sama ini dan akan melaksanakan tahapan berikutnya sesuai dengan timeline yang disepakati.

“Kami dukung penuh, mengingat proyek-proyek ini merupakan proyek strategis dengan nilai investasi yang cukup besar, yang juga merupakan roadmap negara kita untuk mewujudkan program ketahanan energi,” katanya.

Jung menambahkan nota kesepahaman ini adalah langkah pertama dan landasan bagi keberhasilan penyelesaian proyek. Ia menilai kesepakatan ini pencapaian bersejarah dalam proyek pengolahan kilang Dumai, di mana DH Group menjadi salah satu pihak terlibat selain perusahaan-perusahaan Korea lainnya.

“Kami bertiga akan melakukan yang terbaik untuk menjalankan proyek dengan sukses dan mohon dukungannya,” jelas Jung.

1 2 3 4 410