Posts Tagged ‘Bestpro’

Longsor di Pakistan, 77 Tewas dan 94 Terluka

Longsor yang terjadi di Pakistan utara menewaskan 77 orang dan sekitar 94 menderita luka-luka. Longsoran dipicu setelah turun salju lebat di Lembah Neelum, Pakistan.

Menteri negara bagian manajemen dan rehabilitasi bencana, Ahmad Raza Qadri mengatakan longsoran salju juga mengubur puluhan rumah hingga menewaskan orang-orang di dalamnya.

Korban tewas diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyak warga yang terjebak di tengah longsoran salju.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengatakan pihaknya telah mengerahkan badan bencana nasional, militer, dan menteri federal untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terkena musibah.

Korban luka-luka dibawa menggunakan helikopter militer ke Muzaffarabad untuk mendapat perawatan. Helikopter juga dikerahkan untuk mengangkut bantuan pasokan makanan dan obat-obat untuk daerah yang akses jalannya terputus.

Selain menewaskan warga, akses jalan juga terputus karena tertutup salju. Pasokan listrik dan layanan komunikasi juga turut mengalami gangguan.

Badan Manajemen Bencana Provinsi Balochistan, Imran Zarkoon mengatakan salju yang turun di wilayahnya dalam waktu dua hari berturut-turut memicu longsoran. Tercatat 16 orang tewas akibat insiden tersebut.

Dalam beberapa terakhir, Pakistan tengah dihadapi cuaca buruh hingga memicu longsor dan banjir selama musim dingin. Tanah longsor yang kerap terjadi saat musim dingin membuat akses jalan terhalang hingga warga terisolir.

Cuaca buruk diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan di Pakistan.

Sultan Malaysia Diisukan Ceraikan Mantan Miss Moscow

Mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Negara Bagian Kelantan, dilaporkan menceraikan istrinya yang merupakan mantan Miss Moscow, Oksana Veovodina, setelah setahun kurang pernikahan.

Perceraian keduanya diputus pada 1 Juli lalu. Kepada The Straits Times, sejumlah sumber mengonfirmasi bahwa salinan surat perceraian yang beredar di media sosial adalah asli.

Sertifikat perceraian itu memuat lambang negara bagian Kelantan. Surat tersebut menunjukkan bahwa perceraian dilangsungkan lantaran Sultan Muhammad telah menalak sang istri sebanyak tiga kali.

Sementara itu, data perceraian terdaftar pada 22 Juni dan bertempatkan di Singapura.

Wakil Menteri Negara Bagian Kelantan, Datuk Mohd Amar Nik Abdullah, mengaku tak mengetahui masalah perceraian tersebut.

“Seperti ketika media bertanya kepada kami (pemerintah negara bagian) tentang pernikahan Sultan, kami tidak dapat berkomentar (tentang berita perceraian) karena kami tidak memiliki informasi resmi tentang itu,” kata Amar kepada wartawan, Rabu (17/7).

“Kami hanya tahu tentang perceraian melalui media sosial, termasuk dari berita yang diterbitkan di halaman depan sebuah surat kabar hari ini,” ujarrnya menambahkan.

Kabar perceraian ini datang dua bulan setelah putra pertama Sultan Muhammad V dan Veovodina lahir.

Meski Istana belum mengeluarkan komentar resmi tentang perceraian ini, kerajaan mengeluarkan pernyataan terkait penggunakan gelar kerajaan yang benar.

“Perlu diketahui bahwa tidak ada yang bisa disebut sebagai Ratu Kelantan, Raja Kelantan, atau Sultanah Kelantan tanpa pengumuman resmi dari Istana Kelantan,” bunyi pernyataan Istana.

Walau tidak merujuk langsung, pernyataan itu disebut merujuk pada status Veovodina.

Wacana perceraian Sultan Muhammad V pertama kali muncul sekitar Januari lalu, hanya beberapa pekan setelah dirinya mengundurkan diri sebagai Raja Malaysia.

Keduanya baru melangsungkan pernikahan sekitar November lalu. Veovodina dikabarkan memutuskan menjadi mualaf sebelum menikahi suaminya itu.

Selisih umur di antara keduanya terpaut cukup jauh, yakni 22 tahun. Veovodina kini berusia 27 tahun sementara Sultan Muhammad V berusia 49 tahun.

Sultan Muhammad V dan Veovodina menggelar resepsi pernikahan pada 25 November lalu di Barvikha, sebuah kawasan di Moskow yang dihuni oleh kalangan elite Rusia.

Beberapa foto dan rekaman video singkat resepsi pernikahan mereka juga sempat tersebar di Facebook dan media sosial lainnya.

Mazda Indonesia Berhenti Jual Pikap BT-50

Eurokars Motor Indonesia (EMI) diketahui telah berhenti menjual pikap Mazda BT-50 pada tahun ini. Hal itu kemungkinan juga sebagai penanda berakhirnya keterlibatan pemegang merek Mazda di segmen komersial.

BT-50 merupakan pikap kabin ganda pesaing Mitsubishi Triton, Toyota Hilux, dan Nissan Navara. Mobil yang diproduksi di Thailand itu berbagi platform dengan Ford Ranger yang pernah dijual di Indonesia

Direktur Penjualan EMI Ricky Thio mengatakan impor BT-50 sudah dihentikan sejak 2018. Pemesanan unit impor diketahui setop pada era EMI setelah pada 2017 menggantikan importir Mazda sebelumnya, Mazda Motor Indonesia.

“Kemarin saya jual satu unit, masih ada. Itu stok. Kami sudah enggak impor lagi,” kata Ricky yang tidak menjelaskan detail tepatnya kapan penjualan itu dilakukan.

Stok unit BT-50 yang dipegang EMI merupakan sisa dari era Mazda Motor Indonesia. Ricky mengatakan unit yang baru saja dijual ke konsumen versi ‘full aksesori’.

Keputusan menghentikan impor dikatakan Ricky terkait analisa internal yang sudah dilakukan. Produk mobil komersial dirasa belum tepat untuk kondisi Mazda di Indonesia saat ini.

“Kita kan ada analisa, kami lihat kondisi market dan segala macam. Memang dengan mobil kita yang ada, dengan kami punya filosofi konsep yang ada, yang paling cocok sekarang ini adalah SUV, sedan, wagon, itu mobil penumpang,” sebut Ricky.

Berdasarkan situs resmi Mazda Indonesia, daftar model yang saat ini ditawarkan yaitu Mazda2, Mazda3, Mazda6, CX-3, CX-5, CX-9, dan MX-5.

1 2 3 35