Posts Tagged ‘BESTPROFIT PEKANBARU’

Asing Borong Saham usai Pilpres, IHSG Sempat Tembus 6.636

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju pada pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis (18/4) hingga sempat menyentuh level tertingginya 6.636.

Usai libur Pemilihan Umum (Pemilu) kemarin, IHSG dibuka di level 6.568, melesat 1,3 persen dari penutupan pada Selasa (16/4) di level 6.481. IHSG terus melanjutkan penguatan hingga sempat meroket 2,4 persen ke level 6.636. Namun, pergerakan kembali melandai hingga berada di level 6.528.

Mengutip RTI Infokom, investor pada pagi ini telah bertransaksi sebesar Rp5,57 triliun dengan volume 5,59 miliar saham. Sementara, investor asing tercatat masuk ke pasar reguler mencapai Rp1,24 triliun.

Sebanyak 222 saham bergerak menguat, sedangkan 136 saham turun, dan 106 lainnya tidak bergerak.

Asing banyak melakukan beli bersih pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sedangkan aksi jual dilakukan asing pada saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan sebelumnya mengatakan pelaku pasar merespons positif pilpres yang berjalan damai pada Rabu (17/4) kemarin. Sejauh ini, pesta demokrasi tersebut menjadi satu-satunya sentimen dari dalam negeri.

“Pemilu Indonesia yang berlangsung aman dan damai diperkirakan mendorong pergerakan,” jelasnya.

Hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei kemarin memenangkan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Maruf Anmin. Kendati demikian, Capres Prabowo Subianto mengklaim mengantongi kemenangan berdasarkan hasil perhitungan riil (real count) yang dilakukan pihaknya.

Taiwan Sebut Tak Terintimidasi Latihan Militer China

Presiden Tsai Ing-wen menegaskan Taiwan tak merasa terintimidasi oleh latihan militer yang digelar China baru-baru ini di sekitar Selat Taiwan.

“Aksi-aksi (China) itu hanya memperkuat tekad kami. Pasukan militer kami memiliki kapasitas, tekad, dan komitmen untuk membela Taiwan dan tidak membiarkan suatu paksaan mempengaruhi penentuan masa depan kami sendiri,” ujar Tsai dalam perayaan hubungan Taiwan-Amerika Serikat pada Senin (15/5).

Meski begitu, Tsai mengakui manuver China tersebut mengancam stabilitas Taiwan dan negara lainnya di kawasan.

“Angkatan bersenjata China kemarin mengerahkan sejumlah besar pesawat dan kapal militernya ke perairan di sekitar wilayah kami. Tindakan mereka itu mengancam Taiwan dan negara lain yang berpikiran serupa dengan kawasan itu,” kata Tsai.

Pernyataan itu diutarakan Tsai sehari setelah Tentara Pembebasan Rakyat China mengerahkan kapal perang, kapal pengebom, hingga pesawat pengintai di perairan tersebut untuk sebuah latihan militer. Militer China menganggap latihan itu sebagai sebuah rutinitas “yang perlu” dilakukan di Taiwan.

Surat kabar militer China menyatakan latihan itu bertujuan mempraktikkan “serangan gabungan angkatan bersenjata”, termasuk aksi membajak pesawat secara elektronik dengan perlindungan jet tempur.

Koran itu menggambarkan sejumlah kapal pengebom China melontarkan tembakan dan “serangan mendadak” ke arah Taiwan yang selama ini dianggap Beijing sebagai pembangkang karena ingin memerdekakan diri. Sementara itu, kapal perang China disiagakan dalam posisi siap serang.

Harian itu juga mengutip seorang perwakilan militer China yang menyebut bahwa latihan seperti itu rutin diadakan setiap tahun dan “sepenuhnya sesuai hak-hak hukum normal negara yang berdaulat.”

Tak tinggal diam, Taiwan segera mengerahkan jet dan kapal militernya untuk memantau aktivitas militer China tersebut. Kementerian Pertahanan Taiwan menuduh Beijing “berusaha mengubah status quo Selat Taiwan” dengan manuver itu.

Sebagai rival China sekaligus sekutu Taiwan, AS turut mengecam latihan militer tersebut yang dianggap sebagai sebuah “koersi” dan ancaman terhadap stabilitas regional.

Mantan ketua Dewan Perwakilan AS, Paul Ryan, mengatakan Washington selalu menganggap serius setiap ancaman militer yang dihadapi Taiwan. Ia pun mendesak China untuk menghentikan manuver yang kontra-produktif tersebut.

“Saya mendesak Beijing untuk memilih jalan damai dan saling menghormati dengan melanjutkan dialog bersama pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis,” kata Ryan yang turut hadir dalam acara peringatan tersebut.

Dikutip Reuters, AS dan Taiwan tidak memiliki hubungan formal. Namun, berdasarkan perjanjian Taiwan Relation Act, Washington berkewajiban secara hukum memberikan asistensi dalam bentuk penjualan senjata demi membantu Taipei mempertahankan diri.

Relasi China dan Taiwan terus memburuk sejak Tsai menjabat sebagai presiden. Beijing menuduh Tsai berusaha mendeklarasikan kemerdekaan Taiwan secara resmi.

Sejak Tsai berkuasa, Taiwan memang terus mendekatkan diri dan menjalin hubungan dengan sejumlah negara, seperti AS.

Pertamina Disebut Bakal Mulai Pengeboran Blok Rokan Tahun Ini

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan penandatanganan kontrak kerja sama Blok Rokan oleh PT Pertamina (Persero) akan dilakukan pada tahun ini. Pasalnya, Pertamina dalam Rencana Kerja dan Anggaran (Work Plan and Budget/ WP&B) menargetkan pengeboran di Blok Rokan bisa dilakukan pada Agustus 2019 mendatang.

“Bulan-bulan ini kan harus putus (tanda tangan),” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (4/4).

Sebelumnya, sejak Juli 2018, pemerintah telah mengumumkan Pertamina akan mengelola Blok Rokan setelah masa kontrak operator saat ini Chevron Pasifik Indonesia (CPI) habis pada 2021. Atas keputusan tersebut, Pertamina harus membayar bonus tanda tangan sebesar US$784 juta dan menyampaikan komitmen kerja pasti sebesar US$500 juta. Jika ditandatangani, kontrak tersebut akan berlaku selama 20 tahun.

Namun, hingga kini, penandatanganan yang direncanakan bisa dilakukan pada akhir tahun lalu itu, hingga kini belum terlaksana. Dwi mengungkapkan lambannya penandatanganan kontrak akibat pembahasan kedua perusahaan terkait persoalan teknis masih alot.

“Skenarionya seperti apa. Kalau Chevron yang melakukan, Pertamina yang investasi. Karena Pertamina belum masuk ke situ bagaimana nanti mengembalikan (investasi) Pertamina ini dari cadangan mereka,” ujar Dwi.

Namun Dwi optimistis kedua perusahaan akan menemukan titik temu. Fokus dari kedua perusahaan adalah menahan laju penurunan produksi alami yang terjadi di salah satu blok migas andalan Indonesia itu. Salah satu teknologi yang digunakan perusahaan adalah dengan metode pengurasan lanjutan (Enhanced Oil Recovery/EOR).

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Sebagai informasi, SKK Migas mencatat rata-rata produksi siap jual (lifting) Blok Rokan pada kuartal I 2019 hanya 197 ribu bph atau turun sekitar 6 persen dari rata-rata tahun lalu yang sebesar 209,47 ribu bph. Realisasi tersebut setara dengan 26,4 persen dari total realisasi lifting minyak tahun lalu sebesar 745 ribu bph.

1 2 3 164