Posts Tagged ‘bestprofit-wordpress’

Duterte Anggap Penyelidikan Mahkamah Internasional Bodoh

Presiden Rodrigo Duterte menganggap penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan pembunuhan massal di luar hukum dalam perang narkoba Filipina sebagai sesuatu yang bodoh.

“Saya hanya akan diselidiki atau menjalani persidangan di pengadilan Filipina, dipimpin hakim Filipina. Saya tidak mau menjawab pertanyaan seorang ras Kaukasia, orang kulit putih. Itu bodoh,” ujar Duterte seperti dikutip Reuters, Selasa (16/7).

Melanjutkan pernyataannya, Duterte berkata, “Saya orang Filipina. Kami punya pengadilan di sini. Kalian harus membawa saya ke tempat lain? Saya tidak mau. Saya punya negara yang berjalan. Saya tahu itu. Keadilan ditegakkan di sini.”

Duterte terus menjadi sasaran kecaman karena operasi besar-besaran untuk memberantas narkoba yang ia gaungkan dilaporkan sudah menewaskan hampir 27 ribu orang tanpa proses peradilan jelas.

Sebelumnya, Duterte sendiri mengakui Filipina memang melakukan pembunuhan di luar hukum. Ia pun sempat menyatakan siap diadili di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag.

Namun, saat tim Mahkamah Pidana Internasional mulai menggelar penyelidikan awal pada Februari 2018, Duterte memerintahkan agar kepolisian tidak bekerja sama.

Tak lama setelah itu, Duterte langsung menarik Filipina dari keanggotaan ICC. Meski demikian, ICC menegaskan bahwa penyelidikan mereka akan terus berlanjut.

Duterte pun menegaskan bahwa Filipina tetap akan menggaungkan perang anti-narkoba karena kampanye itu menunjukkan progres besar.

“Tak peduli mereka suka atau tidak, saya akan tetap melanjutkan apa yang saya mulai hingga akhir,” katanya.

Sikap Dovish The Fed Bikin Rupiah Lesu Rp14.108 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.108 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (8/7) pagi. Dengan demikian, rupiah melemah 0,18 persen dibanding penutupan Jumat (5/7), yakni Rp14.082 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.147 per dolar AS atau menguat tipis dibanding Jumat, yakni Rp14.148 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.099 hingga Rp14.155 per dolar AS.

Pada hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Adapun mata uang yang melemah, seperti dolar SIngapura sebesar 0,01 persen, yen Jepang sebesar 0,09 persen, baht Thailand sebesar 0,1 persen, dan yuan China sebesar 0,21 persen.

Namun, terdapat pula mata uang yang menguat, seperti dolar Hong Kong sebesar 0,04 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,11 persen, peso Filipina sebesar 0,23 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,98 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju terlihat menguat terhadap dolar AS. Euro menguat 0,08 persen, poundtserling Inggris menguat 0,09 persen, dan dolar Australia menguat 0,19 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar berekspektasi bahwa ekonomi AS masih kuat setelah melihat data ketenagakerjaan yang dirilis akhir pekan lalu.

Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat, penciptaan tenaga kerja baru pada Juni tercatat 242 ribu orang pada Juni atau melonjak drastis ketimbang posisi Mei yang hanya 72 ribu.

“Dengan stance The Fed yang terkonfirmasi dovish, pelaku pasar kian yakin bahwa tingkat suku bunga acuan tidak akan dinaikkan pada tahun ini,” jelas Ibrahim, Senin (8/7).

Kemudian, dari dalam negeri, pelaku pasar juga disebut bereaksi dengan pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II akan melandai dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan lalu diperkirakan sama dengan kuartal I lalu, yakni 5,07 persen hingga 5,1 persen.

“Dalam transaksi hari ini rupiah ditutup melemah, namun dalam transaksi esok hari transaksi bisa saja melemah karena Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II yang diperkirakan melambat,” tandasnya

KPPU Sulit Temukan Bukti Indikasi Kartel Tiket Pesawat

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan kesulitan dalam menemukan bukti untuk mengungkap dugaan terjadinya kartel yang dilakukan oleh maskapai penerbangan dalam penentuan tarif tiket pesawat.

Wakil Ketua KPPU Ukay Karyadi mengatakan kesulitan disebabkan oleh keterbatasan kewenangan yang dimiliki lembaganya. Sebagai wasit persaingan usaha, KPPU tidak memiliki kewenangan menggeledah, mencekal maupun menyadap.

Keterbatasan tersebut membuat lembaganya kesulitan mengungkap apakah kenaikan harga tiket pesawat yang dilakukan bersama-sama oleh sejumlah maskapai sejak akhir 2018 lalu memang dilakukan karena adanya permufakatan jahat atau tidak.

“KPPU kan memiliki keterbatasan aturan dalam mencari dan mengumpulkan alat bukti. Kami tidak punya kewenangan menggeledah, menahan, mencekal, menyadap apalagi. Kalau kewenangan itu ada, tentu itu memudahkan,” katanya di Gedung DPR, Selasa (19/6).

Ukay mengatakan kesulitan tersebut berpotensi mengganggu  proses pemberkasan. Padahal, saat ini proses pemberkasan dugaan perkara kartel harga tiket pesawat tersebut sudah memasuki tahap final.

“Kalau tidak cukup alat buktinya, akan sulit masuk ke pemberkasan,” katanya.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Harga tiket pesawat sejumlah maskapai naik serentak sejak akhir 2018 lalu. KPPU mensinyalir kenaikan serentak tersebut terjadi akibat persaingan usaha tak sehat yang dilakukan sejumlah maskapai di dalam negeri.

Ketua KPPU Kurnia Toha mengatakan untuk mengungkap kebenaran dugaan tersebut, pihaknya beberapa waktu lalu sudah memanggil pihak yang terkait dengan industri penerbangan, di antaranya Kementerian Perhubungan, Garuda Indonesia, dan Lion Air.

1 2 3 64