Posts Tagged ‘bestprofit-wordpress’

Tensi Dagang AS-China Membaik, Rupiah Menguat ke Rp14.002

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.002 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Senin (4/11) pagi. Rupiah tercatat menguat 36 poin atau 0,26 persen dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu, yang berada di level Rp14.038 per dolar AS.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,31 persen, ringgit Malaysia menguat 0,21 persen, dan lira Turki menguat 0,13 persen.

Selanjutnya, dolar Singapura menguat 0,05 persen, baht Thailand menguat 0,06 persen. Sementara itu, hanya yen Jepang dan dolar Hong Kong yang melemah sebesar masing-masing 0,03 persen.

Di negara maju, mayoritas nilai tukar juga menguat terhadap dolar AS. Dolar Kanada dan dolar Australia

menguat sebesar masing-masing 0,01 dan 0,05 persen. Sementara, pelemahan terjadi pada poundsterling Inggris yang melemah sebesar 0,04 persen, dan euro yang melemah 0,03 persen.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari potensi terjadinya kesepakatan dagang antara AS dan China.

“Ada potensi penguatan nilai tukar rupiah (karena) penandatanganan perjanjian dagang fase 1 AS dan China pada November ini,” kata Ariston saat dihubungi

Selain itu, Ariston mengatakan terjadi peredaan kekhawatiran pelaku pasar karena isu brexit yang tidak menghasilkan kesepakatan dan pemangkasan suku bunga acuan AS.

“Hal tersebut juga turut membantu penguatan nilai rupiah terhadap dollar AS,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.970 hingga Rp14.050 pada hari ini.

Duterte Anggap Penyelidikan Mahkamah Internasional Bodoh

Presiden Rodrigo Duterte menganggap penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan pembunuhan massal di luar hukum dalam perang narkoba Filipina sebagai sesuatu yang bodoh.

“Saya hanya akan diselidiki atau menjalani persidangan di pengadilan Filipina, dipimpin hakim Filipina. Saya tidak mau menjawab pertanyaan seorang ras Kaukasia, orang kulit putih. Itu bodoh,” ujar Duterte seperti dikutip Reuters, Selasa (16/7).

Melanjutkan pernyataannya, Duterte berkata, “Saya orang Filipina. Kami punya pengadilan di sini. Kalian harus membawa saya ke tempat lain? Saya tidak mau. Saya punya negara yang berjalan. Saya tahu itu. Keadilan ditegakkan di sini.”

Duterte terus menjadi sasaran kecaman karena operasi besar-besaran untuk memberantas narkoba yang ia gaungkan dilaporkan sudah menewaskan hampir 27 ribu orang tanpa proses peradilan jelas.

Sebelumnya, Duterte sendiri mengakui Filipina memang melakukan pembunuhan di luar hukum. Ia pun sempat menyatakan siap diadili di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag.

Namun, saat tim Mahkamah Pidana Internasional mulai menggelar penyelidikan awal pada Februari 2018, Duterte memerintahkan agar kepolisian tidak bekerja sama.

Tak lama setelah itu, Duterte langsung menarik Filipina dari keanggotaan ICC. Meski demikian, ICC menegaskan bahwa penyelidikan mereka akan terus berlanjut.

Duterte pun menegaskan bahwa Filipina tetap akan menggaungkan perang anti-narkoba karena kampanye itu menunjukkan progres besar.

“Tak peduli mereka suka atau tidak, saya akan tetap melanjutkan apa yang saya mulai hingga akhir,” katanya.

Sikap Dovish The Fed Bikin Rupiah Lesu Rp14.108 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.108 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (8/7) pagi. Dengan demikian, rupiah melemah 0,18 persen dibanding penutupan Jumat (5/7), yakni Rp14.082 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.147 per dolar AS atau menguat tipis dibanding Jumat, yakni Rp14.148 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.099 hingga Rp14.155 per dolar AS.

Pada hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Adapun mata uang yang melemah, seperti dolar SIngapura sebesar 0,01 persen, yen Jepang sebesar 0,09 persen, baht Thailand sebesar 0,1 persen, dan yuan China sebesar 0,21 persen.

Namun, terdapat pula mata uang yang menguat, seperti dolar Hong Kong sebesar 0,04 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,11 persen, peso Filipina sebesar 0,23 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,98 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju terlihat menguat terhadap dolar AS. Euro menguat 0,08 persen, poundtserling Inggris menguat 0,09 persen, dan dolar Australia menguat 0,19 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar berekspektasi bahwa ekonomi AS masih kuat setelah melihat data ketenagakerjaan yang dirilis akhir pekan lalu.

Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat, penciptaan tenaga kerja baru pada Juni tercatat 242 ribu orang pada Juni atau melonjak drastis ketimbang posisi Mei yang hanya 72 ribu.

“Dengan stance The Fed yang terkonfirmasi dovish, pelaku pasar kian yakin bahwa tingkat suku bunga acuan tidak akan dinaikkan pada tahun ini,” jelas Ibrahim, Senin (8/7).

Kemudian, dari dalam negeri, pelaku pasar juga disebut bereaksi dengan pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II akan melandai dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan lalu diperkirakan sama dengan kuartal I lalu, yakni 5,07 persen hingga 5,1 persen.

“Dalam transaksi hari ini rupiah ditutup melemah, namun dalam transaksi esok hari transaksi bisa saja melemah karena Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II yang diperkirakan melambat,” tandasnya

1 2 3 64