Posts Tagged ‘bestprofitpekanbaru’

Ekonomi Korsel Mulai Bangkit dari Resesi, Tumbuh 1,9 Persen

Bank of Korea (BoK) mengumumkan ekonomi Korea Selatan (Korsel) kembali tumbuh pada kuartal III 2020. Ini berarti, ekonomi Negeri Ginseng mulai pulih dari pandemi covid-19 atau virus corona.

Mengutip Yonhap News Agency, Selasa (27/10), produk domestik bruto (PDB) riil Korea Selatan tumbuh 1,9 persen pada kuartal III 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Realisasi itu berbanding terbalik dengan kuartal II 2020 yang minus 3,2 persen karena pandemi. Kinerja kuartal II yang terburuk sejak 1998 membuat Korsel masuk ke jurang resesi.

Kendati demikian, secara tahunan, ekonomi negeri ginseng masih kontraksi 1,3 persen selama Juli-September 2020.

Pada Agustus 2020, Bank Of Korea memprediksi ekonomi Korsel terkontraksi 1,3 persen tahun ini. Jika proyeksi itu benar, maka ekonomi akan tumbuh sekitar 1,5 persen pada kuartal III dan IV 2020.

Kepala Departemen Statistik Ekonomi Bank of Korea Park Yang-su mengatakan Korea Selatan dapat memenuhi target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Pasalnya, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 lebih baik dari yang diharapkan.

Bahkan, kontraksi ekonomi bisa kurang dari yang diperkirakan, yakni di bawah 1,3 persen. Syaratnya, ekonomi Korea Selatan harus tumbuh minimal 0,4 persen pada kuartal IV 2020.

Sementara, Menteri Keuangan Hong Nam-ki mengatakan ekonomi Korea Selatan sedang menuju tahap pemulihan. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan ekspor sebesar 15,6 persen.

“Ekonomi memasuki jalur pemulihan untuk normalisasi ekonomi,” tutur Hong.

Ia memperkirakan ekonomi terus pulih hingga kuartal IV 2020. Hong menyatakan pihaknya akan membuat strategi untuk meningkatkan konsumsi masyarakat pada kuartal IV 2020.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan ekspor Korea Selatan tumbuh untuk pertama kalinya karena mitra dagang utama secara bertahap melanjutkan aktivitas bisnis mereka di tengah pandemi covid-19. Hal ini khususnya terjadi ketika negara maju mulai mencabut kebijakan lockdown.

Tercatat, nilai ekspor Korea Selatan pada September 2020 mencapai US$48 miliar. Angkanya naik 7,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni US$44,6 miliar.

Bank of Korea mencatat investasi fasilitas naik 6,7 persen pada kuartal III 2020. Sementara, belanja pemerintah naik tipis 0,1 persen dan belanja swasta merosot 0,1 persen pada kuartal III 2020.

 

 

Sejauh ini, Korea Selatan telah meningkatkan anggaran belanjanya sebesar 67 triliun won Korea Selatan atau US$59,3 miliar. Dana itu dikucurkan dengan empat paket anggaran tambahan untuk meningkatkan ekonomi di masa pandemi covid-19.

Berdasarkan sektoral, industri manufaktur tercatat mulai tumbuh 7,6 persen pada kuartal III 2020. Realisasi itu berbanding terbalik dengan kuartal II 2020 yang anjlok 8,9 persen.

Sementara, sektor jasa tumbuh 0,7 persen. Kemudian, sektor konstruksi turun 5,5 persen.

Saudi Aramco Banyak Tunda Ekspansi Bisnis Karena Corona

Pandemi covid-19 menjungkirbalikkan dunia bisnis, tak terkecuali sektor energi. Perusahaan minyak kelas kakap Saudi Aramco, salah satu yang mengalaminya.

Sejumlah analis memprediksi Saudi Aramco bakal melakukan apa yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya, mulai dari meninggalkan berbagai kesepakatan bisnis serta menjual aset.

Salah satu kesepakatan bisnis yang disasar untuk ditinjau ulang adalah proyek penyulingan kilang untuk mengekstraksi dan memberikan nilai tambah tiap barel minyak mentah.

Kesepakatan bisnis penyulingan di China dan India, dua negara dengan konsumsi energi besar dan potensial di Asia, telah ditunda dalam beberapa pekan terakhir.

Di China, tahun lalu, Saudi Aramco sepakat membentuk usaha patungan untuk membangun kompleks penyulingan senilai US$10 miliar.

Sementara, di India, kesepakatan perusahaan tersebut adalah untuk membeli 20 saham bisnis penyulingan dan petrokimia di Reliance Industries India.

Nasseri dari Fakta Global Energy mengatakan proyek penyulingan khususnya yang melibatkan investasi miliaran dolar AS mungkin tidak akan membantu Aramco menghasilkan cuan dalam beberapa tahun tahun kedepan, mengingat risiko besar yang dihadapi ke depan, yakni rendahnya harga minyak mentah.

Oleh karena itu, Aramco telah mengumumkan pembentukan divisi baru yang akan menilai kembali portofolio perusahaan mulai serta mempromosikan ‘ketahanan, kelincahan, dan kemampuan untuk menanggapi dinamika pasar yang berubah.’

Nasseri berharap sejumlah besar proyek akan diajukan sebagai hasilnya. “Separuh dari kesepakatan mereka, jika Anda menghitungnya, harus dicoret,” kata Nasseri, dilansir

Jumat (4/9).

Namun, jika Aramco menjaminkan proyek-proyek ini, hal itu dapat secara dramatis mengubah rencana bisnis jangka panjang perusahaan.

Kesepakatan dengan China dan India yang disebut di awal misalnya, bertujuan untuk mengunci pembeli di pasar yang besar, sambil membantu Aramco mendiversifikasi bisnisnya di luar minyak mentah dalam jumlah besar.

Awal pekan ini, salah satu sumber yang mengetahui strategi bisnis Saudi Aramco mengatakan perusahaan juga akan menunda perluasan kilang utama di Amerika Serikat.

“Bisa dibilang saat ini sedang ada evaluasi ulang atas segala sesuatunya,” kata sumber tersebut.

Beberapa kesepakatan bisnis lain yang dicapai sebelum pandemi corona, bahkan yang memiliki kepentingan geopolitik yang signifikan, juga berpeluang untuk ditunda.

Selain itu, berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Aramco juga sedang meninjau investasi US$6,6 miliar untuk menambah output petrokimia di kilang Motiva di Texas. Hal serupa pun dilakukan pada proyek kolaborasi gas alam dengan Sempra Energy.

Cara Kerja Charger yang Isi Penuh Baterai HP dalam 20 Menit

Vendor ponsel mulai memperkenalkan pengisi daya cepat atau charger yang bisa mengisi penuh ponsel baterai ponsel hanya dalam hitungan menit. Pengisi daya cepat SuperVOOC Oppo bahkan disebut bisa mengisi penuh dalam 20 menit saja.

Pasalnya, kekuatan daya pengisi daya super cepat ini mencapai 125 Watt. Sementara pengisi daya cepat yang ada di pasaran saat ini berkisar antara 18 hingga 65 Watt.

“Yang hari ini diperkenalkan adalah SuperVOOC 125 Watt,” ujar PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto dalam peluncuran secara virtual di Jakarta, Rabu (15/7).

 

Pengisi daya super cepat ini sebenarnya bukan cuma dikembangkan Oppo. Pabrikan China lain sepertinya memang tengah gandrung membuat pengisi daya cepat di atas 100 Watt. Sebab, Xiaomi, Vivo, dan iQoo pun tengah mengembangkan pengisian daya cepat di atas 100 Watt.

Xiaomi sudah sempat memberikan bocoran pengisi daya cepat ini pada pertengahan tahun lalu. Namun, awal tahun ini Xiaomi membeberkan berbagai kendala teknis terkait pengembangan pengisi daya cepat itu.

Beberapa masalah itu misalnya baterai yang makin cepat habis, masalah keamanan baterai, dan sebagainya. Sebelumnya, Oppo juga menerapkan pengisi daya 65 Watt pada Reno Ace 2, seperti dikutip Android Authority.

Ternyata setelah 800 putaran pengisian daya, kapasitas baterai turun 91 persen. Sehingga, ada kemungkinan mempercepat pengisian adaya ke 100 W bakal mengurangi kapasitas baterai lebih cepat

“Saya tidak bisa bilang bahwa semua fast charging aman, sekarang tergantung bagaimana masing – masing vendor melakukan pendekatan teknologi apa yang akan di implementasikan,” tambah Aryo.

Cara kerja VOOC

Untuk mempercepat pengisian baterai, bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan memperbesar voltase atau memperbesar ampere.

Aryo menjelaskan VOOC berbeda dengan perangkat pengisian daya cepat yang lain. VOOC, kata dia menggunakan voltase rendah dan ampere yang besar.

Membesarkan ampere, sama dengan membesarkan tabung tempat listrik mengalir. Sehingga, ketika arus listrik ditambah, tekanan pada baterai tidak semakin besar.

Menurut Aryo, selama ini banyak teknologi pengisian daya yang mengambil pendekatan pengisian daya dengan voltase tinggi.

Padahal, jika pengisian dengann voltase tinggi tanpa memperbesar tabung (ampere), akan membuat tekanan pada baterai makin tinggi. Akibatnya, baterai makin cepat panas dan ada risiko terbakar.

“Panas pada baterai itu sendiri yang berakibat membuat terjadi masalah seperti overheat atau bisa saja sampai terjadi percikan dan ledakan,” tuturnya.

Selain memperbesar ampere, Aryo pun menuturkan teknologi fast charging OPPO juga diamankan menggunakan chip yang bernama MCU (Micro Controling Unit).

Chip ini yang akan mengatur distribusi daya ke baterai dan memonitor suhu ketika melakukan pengisian daya.

“Pada 125W SuperVOOC di dalam ekosistem pengsian daya, kita sampai meletakkan 10 sensor suhu di dalamnya.”

Selain itu, Aryo mengklaim OPPO menggunakan dua baterai terpisah untuk mendukung teknologi VOOC. Dia berkata hal itu untuk mempercepat dan menjaga sistem keamanan pengisian.

Perkembangan SuperVOOC

Aryo menuturkan SuperVOOC terdiri dari banyak varian. Namun, dia mengatakan teknologi VOOC flash charging pertama kali dikembangkan pada tahun 2014 dengan kondisi voltase 5 volt dan 4 ampere. Kemudian berlanjut pada tahun 2015 menjadi VOOC flash charging 2.0 dengan kondisi yang sama, tapi adaptor terpisah dengan kabel; 2019 menjadi VOOC flash charging 3.0 dan 4.0 (mendukung USB type C).

Sedangkan SuperVOOC, dia berkata diperkenalkan pada tahun 2016. SuperVOOC perdana memiliki daya pengisian maksimum mendekati 50W. Perangkat yang pertama di Indonesia menggunakan SuperVOOC adalah OPPO R17 Pro.

“Kemudian ada SuperVOOC 2.0 diperkenalkan pada tahun 2020 dengan 65 Watt,” ujarnya.

Dengan menggunakan SuperVOOC 125W, dia menyebut sebuah baterai 4.000 mAh bisa terisi penuh dalam 20 menit. Pada seri terbaru itu, dia berkata pihaknya menggunakan type C to type C.

Selain SuperVOOC, Aryo menyebut OPPO juga meluncurkan AirVOOC wireless flash charge 65W. AirVOOC yang baru diluncurkan kali ini memiliki kempuan daya yang lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 40W.

AirVOOC, kata dia, juga menggunakan dual-coil yang bisa mempercepat pengisian secara nirkabel dari charger ke perangkat.

Tak hanya itu, Aryo menyampaikan pihaknya juga memperkenalkan SuperVOOC mini charger 50W. Dia berkata SuperVOOC mini hanya memiliki lebar 39 mm dan tebal 10,5 mm. Berat perangkat itu, kata dia juga hanya 50 gram.

Terakhir, dia mengumumkan OPPO juga meluncurkan mini flash charger 110W yang cukup tipis.

Di sisi lain, Aryo mengklaim SuperVOOC 125W aman digunakan. Sebab, dia menyebut SuperVOOC 125W sudah mendapat sertifikasi dari TÜV Rheinland. Bahkan, dia berkata TÜV menilai sistem dari SuperVOOC sangat aman.

“Dan sampai saat ini kami belum menemukan permasalahan di pengisian VOOC maupun SuperVOOC,” ujar Aryo.

1 2 3 77