Posts Tagged ‘bestprofitpekanbaru’

BTS Sinyal Bisa Bertahan 3-5 Jam Setelah Listrik Padam

Warganet mempertanyakan soal ketersediaan genset pada menara BTS layanan telekomunikasi ikut terganggu ketika listrik padam di Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah pada Minggu (4/8). Mereka mempertanyakan ketersediaan genset untuk mendukung pasokan listrik pada tiap BTS tersebut.

Sebagian warga mengeluhkan soal jaringan Telkomsel di wilayahnya mati dalam waktu kurang dari 3 jam sejak listrik padam. Hal ini seperti diungkap Muhammad Ikhsan, pegawai swasta.

“Saya pakai Telkomsel, tapi kemarin langsung hilang sinyal. Jam 12 sudah hilang,” tuturnya.

Media Relation Manager Telkomsel, Singue Kilatmaka menyebut hal ini bukan kejadian masif dan tidak semua lokasi terdampak. Sehingga menurutnya masih diselidiki penyebabnya.

“Masih diinvertaris penyebabnya apa, karena ngga masif kejadiannya,” jelasnya ketika dihubungi lewat pesan teks, Senin (5/8).

Menanggapi hal ini, Ia mengatakan tiap menara BTS perusahaannya sudah dilengkapi dengan baterai cadangan. Baterai ini digunakan tidak hanya ketika listrik mati, tapi juga ketika daya PLN turun. Namun, kapasitas daya listrik yang bisa disediakan baterai terbatas.

“Baterai ini biasanya bukan solusi jangka panjang. Jika supply listrik matinya lama, biasanya baterai sanggup untuk backup sekitar 3 sampai dengan 5 jam, bergantung kapasitas tiap BTS-nya juga,” jelasnya

Singue menjelaskan baterai cadangan ini pasti ada di tiap BTS. Karena operator juga perlu mengantisipasi gangguan pasokan

listrik baik karena pemadaman massal ataupun antisipasi gangguan lokal saja.

Lebih lanjut, selain dilengkapi baterai cadangan, sebagian besar BTS juga sudah dilengkapi dengan mobile genset (pembangkit listrik yang terintegrasi dengan trailer). Genset yang tidak ditempatkan di setiap BTS ini digunakan untuk antisipasi listrik padam dalam waktu cukup lama atau membutuhkan power yang lebih besar.

Dihubungi terpisah, General Manager Corporate Communication PT XL Axiata Tbk Tri Wahyuningsih mengungkapkan tidak semua BTS dilengkapi dengan generator yang menjadi alternatif sebagai sumber listrik BTS.

“Tidak mungkin 100 persen BTS diberikan genset,” tulisnya ketika dihubungi Senin (8/5).

Sehingga menurutnya ketika cadangan daya suatu BTS mati, hal itu akan berpengaruh pada performa layanan telekomunikasi. Hal ini yang menyebabkan beberapa pengguna XL mengeluhkan hilang sinyal saat insiden lampu mati di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Jaringan yang menjangkau suatu daerah bisa jadi disediakan oleh BTS yang hidup dan berlokasi jauh, sehingga pengguna yang mengakses layanan dari BTS tersebut jumlahnya berkali-kali lipat dari biasanya. Dan hal ini menyebabkan penurunan kualitas dari BTS tersebut,” imbuh Tri.

Untuk mengantisipasi pemadaman listrik bergilir yang akan dilakukan hari ini (Senin (5/8), Telkomsel mengklaim telah menyiapkan perangkat pendukung untuk menstabilkan pasokan listrik.

Perangkat baterai dan mobile back up power/mobile genset sudah disiagakan di seluruh titik, terutama untuk mengantisipasi jika akan ada rencana pemadaman bergilir oleh PLN.

KPPU Putuskan 7 Importir Garam Tak Melakukan Kartel

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan tujuh perusahaan importir garam yang menjadi terlapor dalam perkara dugaan kartel garam industri aneka pangan pada 2015 tak melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Tujuh perusahaan tersebut, yakni PT Garindro Sejahtera Abadi, PT Susanti Megah, PT Niaga Garam Cemerlang, PT Unichem Candi Indonesia, PT Cheetham Garam Indonesia, PT Budiono Madura Bangun Persada, dan PT Sumatraco Langgeng Makmur.

Dalam pertimbangan putusannya, Komisi Majelis Dinni Melannie mengatakan tujuh importir itu khususnya tak melanggar pasal 11 mengenai kartel. Berdasarkan hasil penyelidikan, kenaikan harga yang terjadi setelah ketujuh perusahaan mengimpor masih di ambang batas wajar.

“Majelis komisi memutuskan menyatakan bahwa terlapor ke 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 tidak terbukti melanggar pasal 11 UU Nomor 5 Tahun 1999. Demikian keputusan ini ditetapkan oleh majelis komisi,” papar Dinni, Senin (29/7).

Dalam Pasal 11 UU Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat diatur ketentuan bahwa pelaku usaha dilarang membuat perjanjian, dengan pelaku usaha pesaingnya yang bermaksud untuk mempengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan atau jasa, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Sementara itu ditemui usai sidang hasil putusan, Komisi Majelis Guntur Saragih menjelaskan kenaikan harga yang terjadi setelah ketujuh perusahaan melakukan impor masih di ambang batas wajar. Kewajaran disimpulkan karena peningkatan harga garam pada 2015 lalu masih sesuai dengan perhitungan inflasi saat itu.

“Kenaikan harga masih wajar karena ada faktor inflasi. Artinya terjadi kenaikan tapi tidak signifikan,” terang Guntur.

Sekadar informasi, sidang putusan ini semula dijadwalkan pada 15.30 WIB. Namun, KPPU baru memulainya sekitar pukul 20.45 WIB hingga 23.00 WIB.

Sebelumnya, Investigator Utama KPPU Noor Rofieq mengatakan bahwa pemeriksaan dugaan kartel garam dilakukan karena lembaganya menemukan ketidakberesan dalam proses impor yang dilakukan tujuh importir tersebut.

Ketidakberesan salah satunya terlihat dari proses pengajuan impor garam tujuh importir tersebut yang diajukan secara bersama-sama. Secara aturan, impor tidak bisa diajukan secara bersama atau melalui kesepakatan, melainkan diajukan masing-masing pelaku usaha.

Noor mengatakan pihaknya curiga pengajuan impor secara bersama tersebut dilakukan untuk mempermainkan harga garam. Pasalnya, setelah impor dilakukan harga garam yang dijual importir tersebut, naik 80 persen sampai 115 persen dari harga pokok produksi.

Kabut Asap Berbau Menyengat Selimuti Pekanbaru

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Kamis (25/7) pagi. Kabut asap itu menimbulkan bau menyengat.

“Dari pagi waktu buka pintu rumah bau asap sudah menyengat. Ini seperti bau asap kebakaran,” kata Riana Handayani (36), warga Pekanbaru, mengenai kabut asap yang meliputi pusat kota sejak pukul 06.00 WIB.

Riana melarang anak-anaknya keluar dari rumah guna menghindari dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Widiarso (38), warga lainnya, menuturkan bahwa kabut asap membuat Jembatan Siak 4 yang menjulang di ujung Jalan Sudirman tidak terlihat jelas.

“Asap pekat. Dari kantor RRI di Jalan Sudirman ke Jembatan Siak 4 tidak terlihat,” kata Widiarso mengenai kondisi rute yang dia lalui setiap hari untuk bekerja.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, pada Kamis pagi citra satelit menunjukkan empat titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.

Citra satelit menunjukkan bahwa masing-masing ada dua titik panas di Kabupaten Pelalawan dan Siak.

1 2 3 71