Posts Tagged ‘bestprofitpekanbaru’

Damai Dagang AS-China, Harga Emas Mengilap ke Rp722 Ribu

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp772 ribu per gram pada Kamis (16/1) atau naik Rp5.000 dari Rp767 ribu per gram pada Selasa (14/1). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp6.000 dari Rp679 ribu menjadi Rp685 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp410,5 ribu, 2 gram Rp1,49 juta, 3 gram Rp2,21 juta, 5 gram Rp3,68 juta, 10 gram Rp7,29 juta, 25 gram Rp18,13 juta, dan 50 gram Rp36,18 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72,3 juta, 250 gram Rp180,5 juta, 500 gram Rp360,8 juta, dan 1 kilogram Rp721,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.557 per troy ons atau menguat 0,19 persen. Begitu pula harga emas di perdagangan spot naik 0,04 persen ke US$1.556,9 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional berhasil menguat berkat sentimen penandatanganan kesepakatan dagang fase pertama antara Amerika Serikat dan China.

Mulanya, harga emas sempat melemah berkat penguatan aset berisiko, seperti saham dan dolar AS. Namun, AS memutuskan untuk tidak menghapus kebijakan tarif bea masuk impor atas barang-barang dari China sampai kesepakatan dagang fase kedua selesai.

“Ini menjadi kekhawatiran pasar. Tarif bisa mengganggu negosiasi selanjutnya. Ini mendorong kenaikan harga emas,” kata Ariston

Hal ini kemudian membuat harga emas kembali menguat dan meredakan aset berisiko. Di sisi lain, ada sentimen penurunan tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS (US Treasury).

“Ini juga mendorong kenaikan harga emas,” ungkapnya.

Ariston memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$1.548 sampai US$1.564 per troy ons dengan kecenderungan menguat pada hari ini.

Hindari Kesalahan dalam Memilih Kaca Film Mobil

Kaca film menjadi solusi pemilik mobil menjaga privasi dalam kabin. Tak pelak banyak konsumen memilih kaca mobil lebih gelap atau hingga 60 persen.

Pemilihan kaca film mobil yang lebih gelap tidak salah dengan maksud menghalangi sinar matahari masuk ke interior mobil. Namun konsumen harus memikirkan daya tolak panas untuk memaksimalkan kerja pendingin ruangan (AC) mobil.

Menurut Business Development Director merek kaca film V-KOOL Indo Lestari Lianto Winata memilih aksesori itu harus memikirkan kualitas bahannya, jangan cuma gelap dan harga ‘murah’.

“Orang berpikir gelap itu kaca film yang lebih adem, itu pertama. Orang hanya memilih dari kadar kegelapan, tapi kaca film itu, selain kegelapan juga harus tahu teknologinya,” kata Lianto ditemui di kawasan Anyer, Banten beberapa waktu lalu.

“Harus lihat cara kaca film atasi panas, apakah memantulkan panas atau menyerap panas, itu efeknya sangat banyak. Kegelapan bisa saja sama, tapi kaca film yang memantulkan panas, pasti lebih adem dari pada yang menyerap panas walau gelap sama,” ungkap Lianto kemudian.

Lianto memaparkan kaca film mobil yang baik menggunakan bahan terbaik untuk menghalangi masuknya sinar matahari ke interior mobil. Jadi jangan tertipu dengan rayuan tenaga penjual yang hanya memaparkan performa kaca film saat masih dalam kondisi baru.

Lianto menjelaskan, pemilik kendaraan harus fokus pada daya tahan film, bukan cuma sekadar harga ‘murah’ kaca film mobil. Kaca film yang berkualitas, menurut Lianto mengandung emas, perak, dan iridium oksida guna menolak panas matahari dengan maksimal.

“Jadi ya tidak mungkin orang bisa buat kaca film bagus, menggunakan bahan bagus, tapi jual murah. Bahan-bahan kaca film sangat umum, dalam arti semua ada harga pasar. Jadi kalau ada yang bilang dia punya barang sama kualitasnya, tapi lebih murah. Itu tidak mungkin,” tutupnya.

Riuh Perdebatan Soal Ada Serangga Hidup di Mars

William Romoser, Ahli Entomologi dari Universitas Ohio, Amerika Serikat (AS) mengklaim telah melihat bukti makhluk mirip serangga yang hidup di permukaan Mars. Hal itu ditunjukkan melalui sejumlah foto buram yang diperolehnya dari penemu Mars.

Penelitian yang belum ditinjau oleh rekan sejawatnya itu dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Entomological Society of America di St. Louis beberapa hari lalu.

“Ada dan masih ada kehidupan di Mars,” kata Romoser dalam presentasinya seperti dikutip dari Sciencealert.

Dalam presentasinya, dia menduga ada struktur yang terlihat seperti serangga yang memfosil dan hidup di antara bebatuan. Dia bahkan mengaku melihat beberapa benda seperti ular.

Menurut dia, ada keragaman yang nyata pada serangga Mars layaknya serangga Terran dengan kehadiran sayap, pola terbang yang gesit, serta beberapa elemen kaki yang terstruktur.

Kendati demikian, tidak semua orang di komunitas ilmiah sependapat dengan klaim Romoser. Kepada Space.com, Profesor Biologi di Oregon State University David Maddison mengungkapkan bahwa Romoser bisa saja keliru, dan mengalami fenomena pareidolia.

Pareidolia merupakan istilah ilmiah terhadap fenomena ketika melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Contoh terkenal yang pernah terjadi adalah pada 1976, ketika sebuah kamera menangkap gambar yang dianggap wajah manusia selebar 2 Kilometer (Km) dan menatap ke angkasa. Foto resolusi tinggi itu membuktikan tidak ada wajah seperti itu.

“Saya secara pribadi memiliki pareidolia dengan serangga, khususnya kumbang. Saya sudah bekerja selama beberapa dekade dan mengumpulkan ribuan kumbang di seluruh dunia,” kata Maddison.

Setelah menimbulkan perdebatan besar, pengumuman penelitian itupun menghilang dari situs Universitas Ohio. Rilis diganti dengan pesan bertulisakan “Dihapus atas permintaan pengirim”.

Meski demikian, salinan penelitian Romoser beserta gambar masih tersedia melalui ResearchGate, salinan rilispun tetap berada di tempat lain di situs resmi.

“Anggota fakultas tidak lagi ingin terlibat dengan media mengenai penelitian ini, jadi kami memilih untuk menghapus cerita dari situs web kami dan EurekAlert,” kata juru bicara Universitas Ohio Jim Sabin kepada Futurism.

Dalam kesempatan berbeda, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) membantah kemungkinan ada serangga di Mars. Menurut NASA, pihaknya tidak memiliki data ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

“Kami tidak memiliki data ilmiah yang bisa mendukung klaim ini. Tidak ada cukup oksigen untuk menopang metabolisme metazoa di Mars. Di Bumi, hewan, terutama yang kompleks seperti ini, membutuhkan banyak oksigen. Hanya ada jejak di atmosfer Mars,” kata NASA dalam sebuah pernyataan kepada CNET.

Namun, NASA memastikan tidak berhenti mencari bentuk kehidupan di wilayah antariksa.

“Meskipun kami belum menemukan tanda-tanda kehidupan di luar bumi, NASA sedang mengeksplorasi tata surya dan di luar untuk membantu kami menjawab pertanyaan mendasar, termasuk apakah kita sendirian di alam semesta,” kata juru bicara NASA.

Tahun depan, NASA akan meluncurkan penjelajah Mars 2020 ke Planet Merah untuk pendaratan Februari 2021. Bagian dari misinya adalah untuk mencari tanda-tanda kehidupan mikroba masa lalu.

“Mungkin saat itu, kita akan menemukan apakah planet yang jauh dirayapi dengan serangga atau tidak,” ungkapnya.

1 2 3 74